Do’a Untuk ‘Dia’

Dalam hening ku menengadah, menundukkan wajah
Hanyut aku dalam dinginnya hembusan angin malam,
Tenggelam dalam lantunan do’a
Terjaga diantara jiwa-jiwa yang bergelayut diantara bintang yang berpijar,
Diantara raga-raga yang terbaring tak berdaya

Dalam Sujud ku meminta agar dia kan selalu terjaga,
Hingga suatu saat ku menemukannya
Ketika KAU izinkan bibirku untuk menyebutkan namanya,
Saat aku dapat memandang parasnya,
Menyentuh lembut jemarinya,
Dan menjadi Imam baginya

Radio

Dalam Kesendirian ku di malam minggu ini, diantara hiruk pikuk kendaraan yang saling berseberangan aku merasa sepi.
Kegalauan yang melanda, aku yang terdiam dalam khayal keindahan, suasana ini seakan berkonspirasi dengan sekotak music box bernama radio yang entah mengapa malah memperdengarkan lagu-lagu lawas yang menggugah kenangan masa silam.
Aku hanyut dalam bait-bait lagu yang terus mengalir. Dan aku terlempar jauh dalam kubangan memori yang aku sendiri tak pernah memikirkannya sebelumnya.

Hening dalam kerinduan

Di bawah naungan cahaya rembulan yang membelai bumi, katak-katak bernyanyi dengan bahasa yang tak dapat ku mengerti, meramaikan suasana memecah keheningan malam diantara jiwa-jiwa yang hanyut dalam mimpi. Di antara dinding-dinding yang membisu, aku terdiam dalam lamunan. Diantara katak-katak yang bernyanyi aku hanyut dalam keheningan. Didalam kesendirianku, ku merindukan seseorang…