Museum Batik Memupuk Rasa Cintaku Pada Indonesia

Museum Batik Pekalongan

Museum Batik Pekalongan di JL. Jatayu No. 1 Pekalongan

Kami berkesempatan menyambangi museum batik di Pekalongan yang memang di kenal sebagai kota batik. Di museum ini kami berkasempatan untuk mengenal aneka batik yang ternyata tidak hanya dari Jawa Tengah, tapi juga dari seluruh penjuru Nusantara.

Beberapa Motif Batik Koleksi Museum Batik Pekalongan

Kami juga berkesempatan menilik Koleksi Batik Tokoh Nasional yakni Ibu Widaningsri Soesilo Soedarman yang selalu mengenakan Batik setiap kali menghadiri tugas-tugas resmi kenegaraan di dalam maupun di luar negeri. Batik batik yang pernah di kenakan beliau dalam peristiwa peristiwa penting Nasional dan Internasional ini disumbangkan ke Museum Batik Pekalongan pada 15 Mei 2010.

Glorod, Salah satu langkah dalam pembuatan Batik

 

Dari museum batik ini juga saya jadi tahu, ternyata pembuatan batik (tulis maupun cap) itu harus melalui beberapa tahapan yang terus berulang sehingga menghasilkan batik yang indah.

 

Batik memang benar-benar salah satu kekayaan Indonesia yang harus kita jaga dan kita lestarikan. Untuk manjaga koleksi batik di museum ini agar tidak rusak dan ruangan agar tidak apek di setiap ruang pamer diberi pengharum ruangan alami dan tanpa bahan kimia, yakni berupa daun pandan yang dirajang dan bunga mawar serta melati yang di letakkan di atas piring kecil.

 

Bunga dan Pandan Sebagai Pengharum Ruangan Pamer

 

 

 

 

Saya bener-benar terpesona dengan batik-batik koleksi museum ini. Semuanya sungguh luar biasa. Usai malihat semua keindahan batik di Museum Batik ini, kami langsung menuju Pasar Batik Sentono untuk berbelanja batik. Disana kami membeli batik dengan aneka pilihan yang disajikan mulai dari harga Rp. 25.000,-. Saya sempat bingung memilih, karena semua batik disini bagus bagus.

Belanja Batik di Pasar Grosir Sentono

=====
Photos by: Muh Heri Suryono (diambil saat perjalanan program Aku Cinta Indonesia detik.com)

Air Terjun Pengantin

Bagi anda penggemar film, mungkin sudah tidak asing lagi dengan film fenomenal Air Terjun Pengantin yang dibintangi artis cantik Tamara Blezynsky. Mungkin sang sutradara terinspirasi dari Air Terjun yang ada di Desa Bucu Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Untuk sampai disana kita harus melalui jalanan diatas tebing yang berkelok. Di satu sisi kita hanya melihat “pagar” batu walau tidak di sepanjang jalan. Namun di sisi lain kita juga tetap bisa menikmati pemandangan alam hijau nan elok, penyusuran kami di sebuah tanah lapang dengan luas sekitar 400 meter persegi, disana kami memarkirkan kendaraan. Disana terdapat pemandangan berupa Air Terjun yang melukiskan garis tegak yang menempel pada dinding bukit. Air Terjun ini dikenal sebagai Air Terjun Jurang Nganten.

Ketika kami sampai disana suasananya sepi pengunjung hanya ada beberapa warga setempat yang beraktifitas di sekitar lokasi wisata ini. Tempatnya lumayan tenang, airnya jernih dan terasa dingin, saya langsung membasuh muka dengan air yang sangat sejuk itu guna merelaksasi otot-otot wajah yang tegang.

Suasananya yang tenang dan adem sangat cocok untuk menenangkan diri yang lelah, melepas penat di akhir pekan dan mencari inspirasi untuk dibawa pada senin pagi. Di sekitar air terjun ini banyak terdapat batu-batu besar yang dapat dimanfaatkan untuk sekedar duduk-duduk santai mendekatkan diri dengan alam sembil menikmati suara gemericik air dan ditemani dengan cemilan kecil, ahhhhh rasanya seperti di surga saja.

Saat kami mendaki bukit di sekitar air terjun ini, kami bertemu dengan sosok seorang lekaki paruh baya, dan kami menyempatkan diri untuk ngobrol sejenak perihal Air Terjun ini. Beliau menuturkan, dahulu pada zaman wali ada sepasang pengantin yang tidak direstui oleh orang tua mempelai wanita. Namun mereka tetap melangsungkan pernikahan, kemudian sepasang pengantin baru ini pergi mengendarai kereta, tapi kereta ini tidak ditarik oleh kuda melainkan oleh kerbau.

Mereka pergi menyusuri sungai hingga pada akhirnya mereka terjerumus ke jurang. Jurang tersebut adalah Air Terjun yang kami kunjungi ini. “bekas rodanya itu masih ada di atas sana” Ujar Pak Majuan meyakinkan seraya menunjuk kea rah puncak Air Terjun ini. Itulah asal muasal kenapa air terjun ini disebut dengan Air Terjun Jurang Nganten. Jurang artinya tebing yang terjal dan Nganten adalah Pengantin. Jurang Nganten maksudnya adalah Jurang tempat dimana Pengantin terjerumus.

Terlepas dari asal muasal penamaan air terjun ini. Yang pasti tempat ini sangatlah indah dan sangat saying dilewatkan untuk dikunjungi ketika anda kebetulan lewat atau berwisata ke Jawa Tengah, tepatnya di Desa Bucu Kecamatan Kembang Kabupataten Jepara, Jawa Tengah.

 

===
Foto Oleh: Muh Heri Suryono (Diambil dlam Perjalanan, Program Aku cinta Indonesia detik.com)