Dirgahayu Negeriku

Dirgahayu Indonesia

Dirgahayu Negeriku INDONESIA
Semoga tetap Jaya, Berkibarlah terus Merah Putih ku Di Angkasa Raya.
Teruslah berkarya Bangsa INDONESIA.

Ya Rabb,,, Anugerahilah kepada kami Bangsa INDONESIA para pemimpin yang adil, bertaqwa, serta berakhlaq Mulia,,,
Aamiin…..

Sebuah harapan saya yang sangat sederhana di hari kemerdekaan sebuah negeri, dimana aku dilahirkan, tumbuh dan berkembang. Sebuah negeri yang sejatinya Gemahripah Loh Jinawi yang kalu menurut kamus besar berarti “tenteram dan makmur serta sangat subur tanahnya”.
Namun Gemahripah Loh Jinawi yang memiliki arti seperti yang sudah saya tuliskan, sebenarnya adalah perpaduan dari beberapa hal, yang salah satunya adalah “Sanagat Subur Tanahnya” dan kita sudah punya itu. Apakah hanya dengan tanah yang subur dapat menjadikan kita tenteram dan makmur? tentu saja tidak, kan…. (iya, kan…)
Sejatinya tanah yang subur itu tidak akn memberikan manfaat apapun kecuali ada sentuhan (usaha) kita untuk menjadikannya bermanfaat. Hal ini sejalan dengan Firman ALLAH yang punya arti “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka” (QS-13:11).
Sudah Cukup? (belum). Kita bicara tentang negeri,sebuah negara. Bagaimana sebuah sebuah negara bisa Tenteram dan Makmur?. Tentu negara tersebut harus punya pemimpin yang Adil, Bertaqwa, Serta Ber Akhlaq Mulia
Apa sih adil?…. Ya, keadilan termaktub dalam sila ke-5 Pancasila “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Dalam pandangan saya ADIL itu bukan sama rata. Adil itu Menempatkan Sesuatu Pada Tempatnya.
“Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa” Merupakan salah satu persyaratan yang selalu ada dalam syarat untuk menjadi entah itu PNS, Polisi, TNI, atau sebagai calon penguasa pemimpin negeri ini. Tapi sayangnya itu semua hanyalah teks yang hanya jadi pemantas saja. Jika diterapkan dengan sungguh-sungguh, betapa indahnya.
Rakyat akan merasa Tenteram jika dipimmpin oleh pemimpin yang berakhlak Mulia. Tidak ada amarah, kebencian, dendam, dan sakit hati kkepada poara petinggi negeri.
Wallahua’lam.

==============================
sumber gambar: internet&koleksi pribadi. Processed with Photoshop

Ibu Pertiwi Jangan Berduka, Kami Masih Ada

Kami generasi Indonesia
Cinta Agama, Bangsa dan Negara
Siapkan diri menuju Cipta Indonesia Raya
Berkat Rahmat Allah Maha Kuasa
Pahlawanku berkorban jiwa
Teguh yakin ikhlas dan Rela
Indonesia merdeka…

Kami generasi Indonesia
Cinta Agama, Bangsa dan Negara
Siapkan diri menuju Cipta Indonesia Raya
Berkat Rahmat Allah Maha Kuasa
Pahlawanku berkorban jiwa
Teguh yakin ikhlas dan Rela
Indonesia merdeka…

Indonesia bagai bagian Surga
Nikmat karunia tiada hingga
Amanat Tuhan yang Maha Esa
Anugerah bagi Bangsa

Bumi Indonesia bagai bagian Surga (bagian surga)
Nikmat karunia tiada hingga
Amanat Tuhan yang Maha Esa

Aku ‘kan menjaganya…
Tanahnya, Airnya,
Lautnya, Iklimnya,
Hutannya, Rakyatnya,
Ragam Budayanya,
Indonesia…
Aku Cinta…

Kami Putra Putri Indonesia
Ikrar setia Abdikan diri
Jiwa ragaku Bagimu Negeri
Ibu Pertiwi

Kami Putra Putri Indonesia
Ikrar setia Abdikan diri
Jiwa ragaku Bagimu Negeri
Ibu Pertiwi

Ibu Pertiwi, Jangan Kau Berduka
Kami Masih Ada…

Ibu Pertiwi, Jangan Kau Berduka
Kami Masih Ada…

============
Written by: Haydar Yahya|Song by: Sulis
Sumber Gambar: postersiregar.posterous.com

Ini adalah lyric Lagu Generasi Indonesia. Lagu ini khusus ditulis oleh Ustadz Haydar Yahya untuk peringatan Hari Kemerdekaan Republk Indonesia Tahun 2011 lalu.
Lagu ini dilantunkan dengan penuh khidmad oleh Sulis (Pelantun Sholawat dalam Album Cinta Rasul) pada perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 bertajuk “Melunasi Janji Kemerdekaan” di kampusnya Sulis, Universitas Paramadina.
Kalimat-kalimat yang tertuang dalam lirk lagunya ditambah lagi dengan pembawaan yang penuh dengan penjiwaan, membuat siapapun yang di dalam hatinya tersimpan rasa cinta pada nusantara ini pasti merinding.
Buat sahabat semua yang memang cinta pada negeeri ini, mesti, kudu, harus, dan (di)wajib(kan) :) untuk membaca ulang Lirik lagunya dan mengamalkan apa-apa yang tertuang disana.
Oh, iya mau tahu gimana lagu ini dibawakan dengan penuh penjiwaan oleh Sulis? boleh, langsung aja tengok liat dibawah.

Kita dan Lingkungan

Gotong Royong Diambang ‘kepunahan’ ?
Selama ini yang aku denger, katanya masyarakat tuh susah kalo di ajak gotong royong. Jika diambil satu orang per kepala keluarga saja, mungkin tingkat partisipasi masyarakat hanya sekitar empat puluh atau limapuluh persen. Di era dewasa ini mungkin bukanlah sebuah keanehan, ketika masyarakat perlahan meninggalkan ‘budaya’ gotong royong. Gak hanya gotong royong, yang kini mulai ditinggalkan, bahkan kekayaan keragaman budaya Indonesia yang lainpun mulai berada di ambang kepunahan. Makanya kita baru ‘terbangun’ ketika budaya kita yang menjadi penghias nusantara dengan keanekaragamannya tiba-tiba di klaim oleh bangsa lain sebagai budaya asli milik mereka.
Kembali pada gotong royong yang saat ini ‘sudah tidak menarik’ lagi. Sebenarnya ‘reputasi’ gotong royong masih bisa kita selamatkan. Tentunya kita sama-sama tahu manfaat gotong royong, selain membuat lingkungan kita jadi bersih juga dapat meningkatkan kepekaan jiwa sosial kita melalului kebersamaan dan saling menghargai ketika kita bekerja bersama-sama (baca:gotong royong). Jika kita membiasakan diri bergotong royong, maka secara otomatis kita akan peka terhadap sesama, dan peduli akan lingkungan kita.

Butuh 2+1M untuk membudayakan kembali gotong royong?
Kalau mau jujur, gotong royong adalah satu kegiatan yang mengasyikkan, gimana enggak? Kerjaan yan gak sulit-sulit amat itu di kerjakan secara beramai ramai. Kalo lagi stress trus berangkat ‘jumat bersih’ dijamin pasti terhibur. Tapi kenapa kok susah gotong royog yah? Sebenarnya gak sulit kok, ini cuma tentang kebiasaan aja. Kalo gotong royong udah jadi kebiasaan, rasanya gak akan sulit kok untuk melangkahkan kaki kita, gak perlu disuruh-suruh ataupun dikomando lagi. Nah mulai saat ini juga kita harus menjadikan gotong royong sebagai kebiasaan kita dan masyarakat kita. Kalo buat ngajak-ngajak rasanya masih berat maka, mulailah dari diri sendiri, saat ini juga. Hanya butuh M, M dan M untuk menjadikan gotong royong menjadi kebiasaan kita dan masyarakat kita.

MAU, sudah menjadi sifat dasar manusia, memiliki kemauan dan keinginan. Mau ini dan Mau itu. Manusia adalah makhluk sosial, secara otomatis manusia selalu butuh untuk bersosial, bergaul, dan beradaptasi dengan manusia lain serta terhadap lingkungannya. Ini bisa menjadi dasar umtuk menjadikan gotong royong menjadi kebiasaan kita.

MALU, Rasa ini juga tidak dimiliki makhluk lain yang hidup berdampingan dengan manusia. Ya, hanya manusia yang punya rasa malu, namun kapasitasnya yang berbeda-beda. Gotong royong(baca:kegiatan sosial) adalah merupakan satu wadah untuk bersosial dan beradaptasi dengan manusia dan lingkungan, kaitannya dengan ini, seharusnya manusia merasa malu kalo sampe gak gotong royong, karena dia sudah melewatkan satu momen yang bagus banget, yaitu beradaptasi dengan manusia dan lingkungan secara bersamaan.

MULAI, dua dari banyak sifat-sifat baik manusia yang tersebut diatas rasanya sudah cukup sebagai dasar kita untuk memulai berpartisipasg dalam kegiatan gotong royong dan menjadikannya kebiasaan kita.
Jangan menunda untuk memulai, mulai saat ini juga. Bagaimana dengan yang lain? Kok gak mulai jua? Jangan dipikirkan mulailah dari diri sendiri, jadikan diri anda sebagai contoh mungkin mereka ‘malu dalam persepsi yang salah’ sehingga mereka ‘malu untuk memulai’, sehingga mereka butuh contoh, dengan adanya ‘contoh’ maka ini akan membuat mereka menempatkan rasa malu pada persepsi yang benar dan segera saja memulai melakukan gotong royong, dan menjadikannya sebagai kebiasaan.

Silaturahmi Bupati Lampung Selatan bersama kader inti PNPM-Mpd

Kalianda_(15/02) sekitar 600 orang kader inti PNPM-Mpd se-kabupaten Lampung Selatan memenuhi aula rumah dinas Bupati Lampung Selatan dalam acara silaturahmi bersama bupati Lampung Selatan, Bpk. H. Wendy Melfa, SH, MH. Dalam acara yang berlangsung santai dan kekeluargaan tersebut, bupati Lampung Selatan menyanpaikan ungkapan terimakasihnya kepada para kader inti PNPM-Mpd baik di tingkat desa yaitu Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Tingkat kecamatan yaitu Fasilitator Kecamatan (F-Kec&FT-Kec), Unit Pengelola Kegiatan (UPK), Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PjOK), dan Pendamping Lokal (PL), Serta di tingkat kabupaten yaitu Penanggungjawab Operasional Kabupaten (PjOKab), Fasilitator Kabupaten (Fas-Kab&Fas-Tek-Kab) atas peran sertanya mensukseskan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-Mpd) yang mulai di terapkan di kabupaten Lampung Selatan mulai tahun2007 itu. Usai acara tersebut, suasana kekeluargaan semakin mencair ketika Bupati Lampung Selatan Bpk. H.Wendy Melfa, SH, MH. Diminta untuk membawakan lagu favoritnya, dan para kader tumpah ruah nan tertib ikut berjoget dan berfoto bersama Bupati, sebelum makan siang bersama.
Melalui program ini (PNPM-Mpd) selain mempercepat pembangunan infrastruktur khususnya di perdesaan di 15 kecamatan yang ada di kabupaten Lampung Selatan, juga turut serta memberdayakan masyarakat dengan melibatkan langsung peran serta masyarakat mulai dari perencanaan, penggalian gagasan, penetapan usulan, hingga pelaksanaan dan pengelolaan kegiatan. Disini masyarakat dilibatkan secara langsung dalam setiap musyawarah. Sehingga tujuan dari PNPM, yaitu selain untuk mempercepat pembangunan, juga untuk menciptakan masyarakat yang berdaya dan mandiri dapat terwujud (Harapan kita semua… Amiin…)