Saketi Malimping

Cuaca nampaknya sangat mendukung aktifitas saya hari ini. Sepanjang perjalanan dalam menjalani aktifitas, saya memang selalu disuguhi pemandangan yang indah. Saya sangat bersyukur telah diberika kehidupan di Negeri nan Indah ini, Indonesia. Satu hal lagi, karena aktifitas saya termasuk di daerah, maka saya tidak pernah dipusingkan dengan momok ibukota yang sering dikeluhkan sebagian besar warga Jakarta, MACET.
Ramai, itulah kesan yang saya temui disini, karena memang lokasi kerja saya kali ini dekat dengan pasar tradisional. Sekali lagi, meski di dekat pasar, saya tidak direpotkan dengan kemacetan yang berkepanjangan :) .
Saya juga berkesempata untuk makan siang di site ini, menu siang ini cukup sederhana saja, gualai daun singkong dipadu dengan tempe goreng. Menu yang sedrhana khan,,, iya khan,,, (*bukan maksa ya), selain sehat juga adalah untuk menghemat anggaran, hehehe… Untuk rasa sayurnya hm,,,,, kasih nilai apa ya? Hm,,, BIASA aja sih :D . Eits,,, bukan karena menu sederhana ya, tapi pengaruhnya mungkin lebih ke cara masaknya dan bumbunya lho, #demikian.
Tapi intinya saya sangat menikmati pekerjaan saya :)

Indahnya Hal Baru

Tak pernah menyangka sebelumnya bahwa aku akan ‘terdampar’ di tempat ini. Sebuah kota yang tak terlalu ramai, sehingga tidak perlu untuk meratapu kemacetan seperti di Jakarta.
Aku pun tak pernah berencan untuk punya rutinitas yang baru ini, pekerjaan baru, bertemu denvan orang-orang baru, yang ternyata mereka semua itu asik, se asik saya, hehehe,,, Dan yang vak kalah penting nih, banyak banget pengetahuan baru yang saya dapatkan disini. Terimakasih Tuhan, Telah memenuhi kebutuhanku.

Lelah

Orang yang bekerja dan orang yang menganggur pada akhirnya memiliki satu kesamaan, mereka akan sama-sama merasa lelah.
Tapi ketahuilah bahwa lelah karwna bekerja itu lebih nikmat daripada lelahnya orang yang menganggur. Jadi lebih baik bekerja daripada menganggur.
Bekerja itu tidak melulu harus di seuah perusahaan, terlalu banyak hal yang dapat kita lakukan daripada harus menganggur. Kita harus melihat kata bekerja dalam arti yang luas, sehingga kita lebih bisa menikmati rasa lelah yang menghampiri.
Ketika kita harus diam tanpa melakukan sesuatu bukan berarti kita harus menganggur. Kita bisa memanfaatkannya untuk berpikir, dan menuangkan buah pikiran kita dalam bentuk tulisan, atau gambar, atau hanya semacam sketsa ataucoretan coretan kecil diatas kertas. Jadi sertakanlah pena dan kertas bersamamu, kemanapun kamu pergi, atau buatlah shortcut untuk notes di homescreen ponselmu. :)

Syukur

Cara terbaik untuk menikmati hidup adalah dengan bersyukur.
Bersyukur adalah menikmati apa yang ada dan memanfa’atkan segala yang kita miliki untuk kebaikan. Berbuat baik adalah wujud dari rasa syukur, Belajar adalah salah satu cara kita bersyukur, berbagi adalah bersyukur.

30 Hari Menulis, Catatan Minggu Pertama

Ready for a New Challenge???
Yup, ini sudah memasuki lembar kedelapan di penghujung tahun 2011 ini. Seperti yang saya ceritakan pada postingan saya sebelumnya mengenai 30 Hari Menulis untuk Desember ini menerapkan Weekly Challenge. Yang mana Challenge untuk minggu pertama temanya adalah ’7 Days Writing Story Tales’ yang berakhir kemarin.
Seperti yang kita tahu, tujuan dari Gerakan 30 Hari Menulis ini adalah untuk melatih konsistensi kita dalam menulis. Saya sendiri belum bisa tuh, berikut adalah tulisan saya di Challenge ini, (Karena ini dongeng alias cerita fiksi, maka saya memposting tulisan-tulisannya di blog ‘Meniti Kata’)

Day1- Naga Api
Day2- Ksatria
Day3- Lorong Waktu
Day4- …
Day5- …
Day6- …
Day7- Jangan Takut
Waaaaa, ternyata dari 7 hari yang kosong ada 3 hari, emang konsistensi itu mahal ya… :) .
Dalam beberapa tulisan saya mencantukan label [continued,,,] atau [...] itu adalah merupakan cerita yang saya sendiri masih ingin untuk melanjutkannya. Certa-cerita semacam itu saya kategorikan dalam ‘Potongan Cerita’ di blog Meniti Kata.
Nah untuk challenge minggu kedua ini temanya adalah ’7 Days Writing Your Own WiseWords’. Untuk Challenge ini saya akan posting di Blog ini. Yang akan saya tuliskan untuk challenge ini sebenarnya hanyalah kata-kata untuk menyemangati diri sendiri. Jafi jikalau nampak biasa saja, ya memang demikianlah adanya :)
Have nice blogs. :)

Sumber Gambar: fairytalemood.tumblr.com

Jangan Takut

Langit semakin gelap, yang ada hanya hitam. Sekali cahaya muncul di hitamnya awan yang menyelimuti langit, cahaya itu membentuk garis-garis tak beraturan dan diiringi suara menggelegar memecah kesunyian.
‘Ibu,,,, aku takuuut,,,,’ kera kecil itu memeluk induknya erat-erat.
‘Tenanglah sayang, itu adalah petir dan adanya dilangit. Petir itu jauuuh sekali dari kita. Coba bukalah matamu, suara itu hadir bersama cahaya yang indah nak’
[...]

sumber gambar: soviabachri.blogdetik.com

Lorong Waktu

[...]
‘Aku tak mengerti dengan peralatan yang kau miliki, bagaimana bisa kau menyimpan istana ini kedalam sebuah kotak kecil?, sedang istanaku sendiri masih ada?’.
‘Ma’af yang mulia, peramgkat ini adalah kamera, yang bisa mengambil gambar dari segala sesuatu, yang nampak dalam perangkat ini hanyalah gambar yang mulia’.
‘Siapa sebenarnya kau ini?, aku tidak dapat mempercayai ini, kau bisa memasukkan apapun kedalam kotak kecil hanya dengan kilat?’
‘Saya datang dari masa depan yang mulia,
[...]

sumber gambar: justfactsandnews.blogspot.com

Ksatria

Suara hentakan kuda putih yang tinggi dan gagah, tunggangan seorang pangeran tampan terhenti sesaat. Dalam sekejap, sang pangeran sudah berdiri tegak di depan kudanya mengarahkan busurnya pada sasaran dihadapannya dan menarik anak panah yang terselip perlahan.
‘Lepaskan dia’ Sang pangeran bukannya melepaskan anak panahnya, tapi malah berseru pada sasarannya. Sang pangeran menyadari, menyerang dari belakang bukanlah sifat seorang ksatria.
‘Hhhhrrrrr,,,,,,,’ Terkejut dengan seruan sang pangeran, Harimau yang ada di hafapan sang pangeran melepaskan mangsanya. Menatap tajam pada sang pangeran yang urung melepaskan anal panahnya.
Harimau itu merasa marah karena mangsanya telah lepas, sekali lagi ia meraung, berlari menghampiri pangeran, dan segera menerkamnya,,,,,

[continued,,,]

sumber gambar: kazwini13.wordpress.com

Naga Api

Riuh rendah wanita dan anak-anak yang meminta tolong seakan tak ada yang mempedulikannya. Para pria dewasa tengah bertarung melawan naga api yang membabi buta mengamuk diperkampungan penduduk di kaki gunung sastro wijoyo. Banyak dari mereka yang mati sia-sia. Dalam sekejap saja, kampung itu sudah binasa dan sang naga dengan secepat kilat menghilang dari hadapan mereka. Yang kini nampak dihadapan mereka hanyalah puing-puing yang menyala.
Mereka yang selamat berlari ke arah utara, menjauhi gunung dan mengungsi ke kampung lain.
Seorang pria bersama seorang anak justru berjalan kearah berlawanan, mereka pergi kearah hutan.
‘Ayah, kenapa kita tinggal di hutan ini ayah?, warga lain pergi mengungsi ke kampung lain, tapi kenapa kita justru mendekati rumah naga api itu ayah? disini hanya kita berdua ayah, tidak ada siapa-siapa’. Joko bertanya dengan penuh rasa penasaran kepada ayahnya yang memilih pergi kehutan yang dekat dengan bersemayamnya sang naga api.
Ayah Joko tersenyum dan kemudian merendahkan tubuhnya, agar badannya yang kekar menyamai tinggi anaknya. Dipandanginya wajah anaknya dengan penuh kasih sayang, ‘Anak ku, kita tidak sendiri disini, lihatlah burung-burung itu, lihat binatang-binatang itu, kita tidak bisa meninggalkan mereka dalam keadaan seperti ini. Kita harus menjaga mereka’.
‘Tapi ayah, bagaimana jika Naga api itu datang dan menyerang kita?’
‘Naga api itu marah karena merasa tempat tinggalnya terusik, sebenarnya Naga api itu sangat bersahabat, dia tidak akan menyerang kita jika kita menjaga hutan ini’ Ayah joko meyakinkankan putranya sambil berjalan menhampiri Joko dengan menggenggam busur panah.
‘Tapi jika itu terjadi, kita lawan naga itu dengan panah ini Joko’
Joko segera saja meraih busur panah yang disodorkan ayahnya.

[continued...]

sumber gambar : photobucket.com

30 Hari Menulis for December Challenge

Dimulai pada Oktober 2011 lalu, Gerakan 30 Hari Menulis terus mengadakan tantangan-tantangan berbeda setiap bulannya. Tujuan dari gerakan ini sederhana saja, yakni untuk memotivasi kita yang ikutan tantangannya selama 30 Hari agar bias konsiste menulis setiap harinya.
Tidak ada persyaratan khusus untuk mengikuti challenge ini, yang penting cukup menulis dan di publikasikan. Medianya bebas, bias di facebook wall atau facebook notes, twitter, blog pribadi, atau dimana saja yang dapat diakses.
Nah, kalau kita sudah menulis cukup di twitkan link nya dan mention @G30HM supaya tulisan kamu bias di share ke lebih banyak orang, diakses, dan dibaca. Atau di share ke facebook Wallnya 30 hari menulis di www.facebook.com/wrisocmed .
Kalau bulan lalu (November) Gerakan 30 Hari menulis mengusung tema #NaNoWriMo atau “National Novel Writing Month”, karena memang November adalah merupakan bulannya menulis novel selama 30 Hari dengan tema bebas sebebas-bebasnya dan dengan ketentuan minimal penulisan 50.000 kata.
Di penghujung tahun ini, Gerakan 30 Hari Menulis kembali ke format awal (seperti Oktober lalu) yakni menerapkan Weekly Challenge. Dan berikut adalah daftar weekly challenge yang bakal kita tuliskan dalam 30 Hari selama Desember ini.

Minggu pertama (1 s/d 7 Desember 2011) Temanya “7 days to write fairy tale”
Ya, tantangan untuk minggu pertama di bulan Desembar adalah menulis dongeng. Kita diminta untuk menulis dongeng selama 7 hari, dan tiap dongeng ditulis minimal 140 karakter. Yuk mari berimajinasi mengembara kea lam khayal.

Minggu kedua (8 s/d 14 Desember 2011) Temanya “7 days to write your own wise word”
Pasti kita sering termotivasi oleh kata-kata bijaknya para tokoh dunia atau para motivator. Nah, ditantangan minggu kedua ini kita diminta untuk menuliskan minimal 1 kalimat bijak kita sendiri setiap harinya selama 7 hari. Mudah-mudahan dengan kata-kata bijak kita bias memotivasi banyak orang, atau minimal memotivasi diri sendiri.

Minggu ketiga (15 s/d 21 Desember 2011) Temanya “7 days to write about good things today”
Tuliskan tantang segala good things yang kamu temui setiap harinya minimal dalam satu kalimat selama 7 hari. Dengan mengabarkan berita baik, saya sangat yakin kita sendiri akan merasa baik juga.

Minggu keempat (22 s/d 30 Desember) Temanya “If you only have 9 days to live, what you will do each day?, write it”
Kembali kita diajak untuk terbang dan berangan-angan, diajak mengingat mati. Bayangkan ini adalah hari-hari terakhir kita, pasti ita ingin melakukan segala yang terbaik untuk dunia ini. Tuliskan.

Nih posternya 30 Hari Menulis untuk December Challenge.

NaNoWriMo, apaan sih?

NANOWRIMO, atau Nasional Novel Writing Month. Dalam 30hari masyarakat di penjuru bumi menuliskan novel mereka sendiri.
Kapan? November merupakan #NaNoWriMo. Tujuan dari #NaNoWriMo ini sendiri bukannya untu menghasilkan novel best seller dalam waktu 30hari (1 November s/d 30 November) tapi lebih untuk memotifasi diri kita untuk mulai menulis novel, dan mengalahkan rasa takut untuk memulai :) .

Sumber Gambar : www.nanowrimo.org

Hening

Entah apa yang membuat aku tak pernah bosan memandang wajahnya, sepertinya ada candu yang membuatku terus ingin bersamanya. Sejujurnya aku ingin menatap dalam matanya, menyusurinya hingga ke ulu hatinya. Biar aku tahu apa sebenarnya yang ada disana.
Namun kini, rasanya sulit bagiku. Tak seperti dulu, ketika tawa dan canda menghiasi hari-hari kita. Ketika segala sesuatunya dirasa biasa saja. Mungkin saat itu kau belum tahu bahwa aku tak sendiri.
”Sejak kapan kamu bersama reva?” tatapannya jauh kedepan, sedang aku berada disampingnya.
”Dari mana kamu tahu soal itu” aku masih coba mengelak.
”Tidak terlalu penting sih, darimana aku
tahu”
”Sudah sejak lama, sebelum aku mengenalmu”
”Selama itu kah?”
”Ya, Bagaimana menurutmu?”
”Apaa?”
”Aku dan Reva”
”Serasi, sepertinya kalian cocok”
Pernyataaan yang datar itu terlempar dari bibirnya yang indah. Dengan tatapan yang sambil lalu kearah ku kemudian pandangannya terlempar ke antah berantah.
”Hampir semua orang bilang begitu,
Nov”
“Lalu kenapa?, bagus dong“
“Kenapa? Kamu bertanya kenapa?,sedang kamu sendiri tak pernah jujur pada dirimu sendiri“
“Apa maksudmu“
“Novi, aku disini, disampingmu, aku
bicara padamu, tatap aku“ Aku meraih pundaknya. Namun dia menunduk dan memberontak. Dia malah meninggalkanku beberapa langkah. Aku membiarkannya, sepertinya dia butuh ketenangan, begitu juga aku. Aku tak beranjak dari tempatku, seperti ada yang bergejolak dalam jiwaku, aku menarik napas dalam-dalam, aroma malam yang sunyi merasuk kedalam paru-paru, berhembus keseluruh aliran darahku.
Kemudian Hening.

Menanti Diujung Senja

Dibelakangku terdengar suara langkah kaki yag semakin mendekat. Aku seperti mengenali ritme langkah kaki itu, namun aku tak menoleh. Karena memang bukan dia yang aku tunggu.
“Dia datang?” dengan nada datar dia bertanya.
“Senja kali ini, kulewati sendiri” aku tak menoleh sedikitpun. Bulatan jingga yang terpampang dihadapanku sudah hampir habis tenggelam oleh air asin yang menari memancarkan bias sinarnya.
“Terkadang, kita memang harus menunggu lebih lama agar sesuatunya menjadi indah… ” Sosok itu telah berada disampingku dan menepuk pundakku, sepertinya dia sedang menguatkan aku.
“tapi… ”
“tapi terkadang kita harus berlari, agar keindahan itu tak terlewatkan “Dhani melanjutkan kata-katanya tanpa memberi aku kesempatan untuk bicara.

=============================
(a Cerpen dedicated for Gerakan 30 Hari Menulis)

Sumber Gambar: Koleksi Pribadi (Lokasi: Karimun Jawa / Dambil ketika Melakukan Perjalanan dalam Program Aku Cinta Indonesia detik.com)

Cinta Dalam Selembar Batik Keraton [part 1]

Bias jingga dilangit sore itu perlahan mulai pudar, digantikan dengan nyala lampu-lampu jalan yang agak muram karena mungkin telah lelah terus berada disana, sementara aku sudah hampir 20 menit berdiri diantara orang-orang yang tengah menanti. Ya, menanti aku dan semua orang yang berdiri di halte ini tengah menantikan kedatangan bus yang akan mengantarkan kami munuju terminal pulogadung.
Beberapa bus sudah berhenti dan kemudian melaju. Tapi aku belum berkesempatan untuk menumpangi salah satu bus itu, jarak ku masih terlalu jauh. Tiap bus berhenti, aku dan semua yang berdiri disana berkesempatan maju sekitar 5meter sebelum akhirnya dapat naik kedalam bus.
Hawa yang panas perlshan merasuk kedalam tubuh dan memaksa cairan-cairan dalam tubuh terdorong keluar melalui pori-pori. Disaat seperti ini, penampilan mungkin terabaikan. Batik kraton yang ku kenakan tak lagi licin, parfum yang tadi pagi aku semprotkan kini telah pudar bercampur keringat debu dan aroma sangit knalpot bajaj dan kopaja. Batik ini baru aku beli beberapa hari yang lalu, dan ini adalah satu-satunya baju batik yang aku miliki. Dan ini sangat istimewa, meski saat itu aku tak pernah berniat untuk membelinya. Namun sekarang aku seperti terhipnotis oleh motif-motif yang kini tengah aku kenakan…
teeet,,, besssss,,, Sebuah bus biru berhenti tepat dihadapanku, dan perlahan pintunya terbuka.
***
…continued…