Hari Pahlawan, Bukan (sekedar) Peringatan

Seremonial, seremonial, seremonial. Lagi dan lagi, seremonial hanyalah seremonial tanpa penghayatan, panjiwaan, dan niat tulus untuk menjadi lebih baik.
Dalam satu tahun, rasanya banyak banget seremonial-seremonial di kalender nasional Republik Indonesia. Mulai dari Tahun Baru, Peringatan Kemerdekaan, Sampai pada hari ini, 10 November yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan hingga nanti masih ada lagi seremonial-seremonial lain sampai pada Hari Ibu, Desember nanti.
Setiap tahun kita pasti melewati Hari-hari Peringatan itu. Seremonial lagi, seremonial lagi, lantas apakah ini buruk? (tidak juga sih). Berarti baik dong? (Relatif).
Jadi kalau kita mau jujur sebenarnya Hari-hari peringatan ini ngefek apa sih buat kita? (mari sejenak kita renungkan).
Kemungkinan besar pasti ada efek positifnya (setidaknya pada hari peringatan tersebut berlangsung). Artinya tidak ada yang buruk dengan Hari peringatan ini, jika demikian adanya. Namun yang kurang tepat dari sebuah perayaan adalah ketika seremonial itu diadakan secara berlebih namun hanya seremonial, tidak memberi pengaruh positif untuk jangka waktu yang panjang.
Peringatan-peringatan ini (seharusnya) bisa menjadi pengingat atau semacam dorongan bagi kita untuk terus berusaha menjadi lebih baik dan untuk Menjadi Bangsa yang Besar.
Mari kita jadikan setiap hari peringatan, benar benar menjadi pengingat bagi kita untuk menjadi lebih baik.
Hari ini 10 November, bersama sama kita peringati sebagai Hari Pahlawan. Mari kita kenang lagi jasa para pahlawan kemerdekaan, renungkan sejenak untuk apa mereka berjuang. Perjuangan mereka adalah untuk meraih kemerdekaan, untuk menjadikan negeri ini negeri yang bermatabat. Jadi mari kita menjadi bangsa yang bermartabat dengan terus belajar dan menjadi lebih baik, dengan mberi menfaat bagi sesama kita.

Selamat Hari Pahlawan. 10 November 2012

Selamat Hari Blogger Nasional

Hari ini merupakan peringatan hari blogger Nasional ke-6 sejak dideklarasikan 6 Tahun lalu oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh.

Pendeklarasian 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional bertepatan dengan acara Pesta Blogger pada 2007 lalu, Acara tersebut merupakan sebuah acara gathering blogger nasional yang untuk pertama kalinya digelar.
Sebagai seorang blogger, saya memiliki harapan di hari blogger nasional ini. Harapan ini sekaligus merupakan tantangan bagi para blogger (wabil khusus diri saya sendiri) untuk menuliskan konten-konten yang positif dan bermanfaat.
Harapan saya tidak terlalu berlebihan kan…? hanya butuh pemikiran dan kemauan untuk mewujudkan harapan itu. Pemikiran untuk dapat memberikan sesuatu yang berguna bagi para pembaca yang secara tidak langsung mengedukasi bangsa ini melalui tulisan-tulisan yang kita hasilkan, dengan cara-cara kita sendiri (baca=blogger) karena sejatinya blogger adalah penulis. Seseorang yang mengolah sebuah photoblog pun pasti akan selalu menulisakan sesuatu untuk memberi keterangan-keterangan pada setiap photo yang di tampilkan dalam blognya itu.
Perkembangan teknologi informasi dan persaingan yang semakin ketat seiring berjalannya waktu, internet kian menawarkan bermacam layanan. Layanan blog gratisan yang semula hanya di dominasi oleh Blogspot dan WordPress kini semakin beragam bahkan kini layanan blog lokal juga sudah banyak.

Blog dan Social Media.

Dulu, ketika awal-awal populernya blog. Para blogger menyuarakan bahwa “blog bukanlah Tren Sesa(a)t”. Saya berharap demikian (ini jadi satu *lagi* harapan saya di Hari Blogger Nasional ini) :-) dan ini sekaligus menjadi tantangan (lagi) buat para Blogger (wabil khusus diri saya sendiri) untuk membenarkan dan mewujudkan pernyataan dan harapan ini :-) .
Seperti yang sudah saya sebutkan bahwa internet kian menawarkan bermacam layanan dan layanan yang tengah populer saat ini adalah Jejaring Sosial yang di dominasi oleh facebook dan twitter. Lalu bagaimana dengan nasib blog dengan adanya layanan baru ini…?
Dengan munculnya layanan Sosial Media ini (saharusnya) blog tetap eksis karna blog dan layanan sosial media yang ada saat ini punya karakteristik yang berbeda.

Lantas Mesti Nge-Blog atau ber-Sosial Media?

Separti yang sudah saya sebutkan tadi bahwa blog dan sosial media punya karakteristik yang berbeda. Dan saya yakin bahwa para blogger bukanlah orang-orang yang (sangat) Pro dengan status quo, dan bahwa kita adalah orang-orang yang terbuka dan selalu welcome dengan hal-hal baru maka layanan baru yang ada dapat kita manfaatkan juga.
Maka ketika saya ditanya pilih mana antara blog atau media sosial? maka jawabannya adalah tidak ada pilihan, saya menggunakan media sosial dan saya tetap seorang blogger :-) .
Sejatinya blog, media sosial dan internet serta seluruh konten yang ada didalamnya hanyalah objek dan kita punya kendali penuh atas nya.

Saya rasa cukup sekian celotehan dari saya di Hari Blogger Nasional ini. Seemoga harapan saya yang tidak muluk-muluk ini dapat bersama kita wujudkan.

Sahabats Blogger, Apa harapan kalian di Hari Blogger Nasional Ini?

Dia Takkan Tumbang Oleh Topan

Disuatu pagi yang cerah, diteras sebuah rumah (baca=kontrakan) aku duduk dibawah hangatnya sinar matahari yang mulai meninggi. Tenang, hangat, dan sanagat nikmat rasanya menikmatin pagi dengan caara seperti ini, ditambah lagi dengan berteman segelas the hangat yang perlahan membasahi tenggorokan, sungguh nikmat.


Aku meamandang pada rumput-rumput liar yang tumbuh dengan suburnya. Meski tak diinginkan, ia selalu saja muncul lagi dan lagi. Kemudian aku berfikir, ingin rassanya memiliki semangat yang tangguh seperti rumput-rumput liar itu dalam menghadapi dan menjalani kehidupan. Caranya hidup benar-benar memberikan pelajaran berharga jika kita kita mau berfikir tentangnya.
Meski keberadaan nya tidak banyak yang menginginkan, tapi dia selalu tetap dapat tumbuh dan bertaha hidup didalam siatuasi apapun. Bahkan ketika tumbuhan lain sangat sulit untuk bertahan hidup, dia masih bisa. Dimana dia tumbuh, jarang sekali dia meninggi, sehingga bila tertiup angin dia akan tampak indah, sehingga topan pun tak mampu untuk buatnya tumbang.
Memang keberadaan nya adalah ‘pengganggu’ bagi tanaman pangan milik kita. Tapi Jika kita mau melihatnya dari sisi positifnya, sesungguhnya keberadaannya member manfaat. Satu diantaranya adalah ketika kita (harus) meniadakannya, dia dapat dijadikan sebagai pakan begi binatang ternak.
Terkadang kita salah menilai sesuatu hanya dari melihat ppenampilannya saja, tanpa memperhatikannya (melihat, mempelajari, dan berfikir). Sungguh suatu perbedaan yang besar antara melihat dan memperhatikan. Oleh karenanya kita harus memiulai saat ini juga untuk selalu memperhatikan segala sesuatu yang ada. Bukan hanya sekedar melihat. Kita harus merubah cara kita melihat, menjadi cara memperhatikan sesuatu. Begitulah seharusnya kita belajar.

Dirgahayu Negeriku

Dirgahayu Indonesia

Dirgahayu Negeriku INDONESIA
Semoga tetap Jaya, Berkibarlah terus Merah Putih ku Di Angkasa Raya.
Teruslah berkarya Bangsa INDONESIA.

Ya Rabb,,, Anugerahilah kepada kami Bangsa INDONESIA para pemimpin yang adil, bertaqwa, serta berakhlaq Mulia,,,
Aamiin…..

Sebuah harapan saya yang sangat sederhana di hari kemerdekaan sebuah negeri, dimana aku dilahirkan, tumbuh dan berkembang. Sebuah negeri yang sejatinya Gemahripah Loh Jinawi yang kalu menurut kamus besar berarti “tenteram dan makmur serta sangat subur tanahnya”.
Namun Gemahripah Loh Jinawi yang memiliki arti seperti yang sudah saya tuliskan, sebenarnya adalah perpaduan dari beberapa hal, yang salah satunya adalah “Sanagat Subur Tanahnya” dan kita sudah punya itu. Apakah hanya dengan tanah yang subur dapat menjadikan kita tenteram dan makmur? tentu saja tidak, kan…. (iya, kan…)
Sejatinya tanah yang subur itu tidak akn memberikan manfaat apapun kecuali ada sentuhan (usaha) kita untuk menjadikannya bermanfaat. Hal ini sejalan dengan Firman ALLAH yang punya arti “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka” (QS-13:11).
Sudah Cukup? (belum). Kita bicara tentang negeri,sebuah negara. Bagaimana sebuah sebuah negara bisa Tenteram dan Makmur?. Tentu negara tersebut harus punya pemimpin yang Adil, Bertaqwa, Serta Ber Akhlaq Mulia
Apa sih adil?…. Ya, keadilan termaktub dalam sila ke-5 Pancasila “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Dalam pandangan saya ADIL itu bukan sama rata. Adil itu Menempatkan Sesuatu Pada Tempatnya.
“Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa” Merupakan salah satu persyaratan yang selalu ada dalam syarat untuk menjadi entah itu PNS, Polisi, TNI, atau sebagai calon penguasa pemimpin negeri ini. Tapi sayangnya itu semua hanyalah teks yang hanya jadi pemantas saja. Jika diterapkan dengan sungguh-sungguh, betapa indahnya.
Rakyat akan merasa Tenteram jika dipimmpin oleh pemimpin yang berakhlak Mulia. Tidak ada amarah, kebencian, dendam, dan sakit hati kkepada poara petinggi negeri.
Wallahua’lam.

==============================
sumber gambar: internet&koleksi pribadi. Processed with Photoshop

Bagaimana Proses Kreatif itu Berlangsung?

Seperti yang pernah saya tuliskan di status facebook saya, bahwa kreatif adalah sebuah proses penemuan dan eksekusi, bukan sesuatu yang siap saji.

Tapi kalo menurut Wikipedia, “Daya cipta atau kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan (concept) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada.”

Ketika duduk di suatu ruang, untuk kesekian kalinya saya harus menyaksikan besi-besi yang teronggok di sudut ruangan dan menyandang predikat “tidak bermanfaat”. Dan untuk ke sekian kalinya pula saya berfikir mau diapakan besi-besi itu?

Ya, berfikir. Itu adalah salah satu proses kreatif berlangsung. Tapi itu bukan permulaan dari proses kreatif. Proses kreatif di mulai dari panca indera kita, proses kreatif dimulai saat kita melihat sesuatu, atau saat kita mendengar, bahkan apa yang kita rasakanpun bisa menjadi awal dari proses kreatif berlangsung. Sebagai contoh, ketika saya melihat besi-besi yang menganggur, kemudian saya berpikir harus diapakan? disinilah proses kreatif tengah berlangsung.

Apakah cukup hanya dengan berpikir? Tentu tidak. Seperti yang sudah saya ungkapkan kreatif merupakan sebuah proses penemuan dan eksekusi. Sedangkan apa yang ditangkap oleh panca indera dan diproses oleh otak kita barulah pada tahap penemuan, dan penemuan tersebut harus menghasilkan sesuatu, untuk itu di perlukan action. Dan saya sudah membuktikannya.

Bagaimana agar proses kreatif dapat menghasilkan sesuatu? Tetapkan tujuan. Kegiatan apapun yang melalui sebuah proses pasti pada akhirnya akan berlabuh pada satu tujuan akhir. Tetapkan apa tujuan dari penemuan kita. Apakah sebuah puisi, cerpen, atau bahkan sebuah buku. Dalam hal penemuan saya terhadap besi-besi yang menganggur adalah lemari atau rak buku.

Tanpa banyak berangan angan, saya langsung memberikan sentuhan-sentuhan terhadap besi-besi yang menganggur tersebut dengan satu tujuan. Saya tidak pernah berpikir sebelumnya mengenai bagaimana saya akan mengubahnya. Tapi secara ajaib cara-cara mengenai bagai mana menjadikanya sesuatu yang bermanfaat bermunculan, sehingga sangat mudah bagi saya untuk mengkreasikan tujuan saya, beragam ide segar terus berdatangan.

Seolah-olah ini adalah bukti dari Janji ALLAH yang ada dalam Al-Qur’an yang artinya “Sesungguhnya ALLAH tidak akan mengubah nasib suatu kaum, hingga mereka merubahnya (dengan tangan mereka sendiri)”

Jadi intinya proses kreatif itu adalah suatu proses penciptaan hal baru melalui tindakan nyata yang berdasarkan pada proses pengolahan informasi yang bersumber dari panca indera. Inti dari intinya,,,, kreatif itu kombinasi dari pemikiran dan tindakan. THINK and ACTION, Think and Action.
:-)

Senyum Penghargaan

Senyum Adalah:Sumber energi terbarukan yang tak akan pernah habis.

Senyuman ini adalah sebuah senyuman yang dibidik oleh Mas Triyono di sela-sela perbincangan hangat. Sebuah senyuman yang tercipta secara otomatis ketika mendengar pendapat orang lain, senyum ini disebut Senyum Penghargaan

Penciptaan sebuah senyuman tidak membutuhkan banyak energi, seseorang hanya perlu menarik beberapa urat wajah untuk menghasilkannya. Dan energi dari sebuah senyuman ini dapat dimanfa’atkan antara lain untuk membangkitkan kebahagiaan, mengusir kesedihan, dan dapat MENCIPTAKAN Senyuman-senyuman lain.
Artinya hanya dari sebuah senyuman, dapat membangkitkan kebahagian dan dapat mengusir kesedihan dari muka bumi ini.
Jadi marilah kita tersenyum, Let’S SMILE. :)

Ibu, Cintamu adalah Hidupku

Rasanya seperti tertampar-tampar ketika membaca status teman yang satu ini.

Kalimat yang sederhana tapi sungguh mengena. Membuat saya kembali merenungkan tentang apa yang sudah saya perbuat untuk ibunda tercinta. Aku sadar, apaun yang aku lakukan tidaklah mampu membalas cinta dan kasih sayangnya terhadapku, anaknya.
Dia hanya memberi, memberi dan memberi. Tak pernah sedikitpun beliau berharap akan mendapatkan imbalan. Memang ada yang Ibu harapkan dari ku, anaknya. Sebuah harapan yang sederhana, Ibu hanya berharap agar aku menjadi anak yang sukses, tak pernah ibu berharap agar aku dapat memberikan sesuatu kepadanya. KEBAHAGIAANKU, itulah HARAPAN IBUKU

Dari seberang sana terdengar suara lembutnya yang penuh kadih sayang. Aku ingin tahu kalau kabar beliau baik-baik saja. Ibu sehat dan dia tengah menjalani aktifitasnya, tak pernah lelah, meski usianya sudah memasuki kepala empat.
Ibu sangat mengkhawatirkan aku, beliau menanyakan segala hal tentang diriku. Satu hal yang akan membuatnya tenang adalah ketika Ibu tahu bahwa aku dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Itu hanyalah sebagian kecil ungkapan kasih sayangnya.
Ibu, ma’afkan aku jika belum bisa memenuhi harapanmu. Terimakasih atas segalanya. Cintamu adalah hidupku, kasih sayangmu mengalir dalam nadiku.

Hadapi Pilihan

Terkadang kita merasa takut untuk memulai sesuatu, atau ragu. Ah, hal yang biasa status galau emang lagi tren kan, apalagi di internet lebih spesifiknya di twitter. Disana (linimasa) saya sering banget nemuin twit-twit galau.
Kembali pada keraguan, lantas bagaimana kita menghilangkan keraguan dan ketakutan untuk memulai? Jawabnya cuma satu, BERSEGERAlah untuk memulai.
Tapi lain kasusnya ketika keraguan itu menghampiri kita justru ketika kita dihadapkan pada banyak pilihan (nah lo, galau lagi nih,,,,). Memang tidak mudah untuk mengambil suatu keputusan (Buat yang pernah dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit, pasti tahu lah bagaimana rasanya?). Apalagi keputusan yang berkaitan dengan masa depan kita.
Sulit untuk memutuskan afalah ketika kita dihadapkan pada pilihan yang kesemuanya baik. Jika seperti ini kasusnya, maka kesemuanya kembali pada diri kita yang alan menjalani, dan biasanya kepribadian kita juga turut andil dalam pengambilan keputusan.
Seorang yang lebih suka ‘cari aman’ cenderung memilih segala sesuatu yang sudah nampak. Maksudnya begini, orang-orang tipe ini akan merasa nyaman mengambil pilihan seperti kebanyakan orang, tidak mau ambil resiko. Dalam pekerjaan, orang-orang ini memilih yang sedikit tapi pasti dsripada menghadapi tantangan untuk mendapat yang lebih.
Kebalikan dari tope ini adalah orang-orang yang menyukai tantangan. Orang-orang ini cenderung menyukai ha-hal baru yang mungkin tidak pernah merrka tahu sebelumnya. Ketika dihadapkan pada pilihan, seorang yang menyukai tantangan justru memilih yang tidak pasti daripada mengambil pilihan yang biasa.
Kalau selalu saja bingung dan ragu ketika dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit, maka tanyakanlah pada sang Pencipta. Bagi orang muslim, ketika dihadapkan pada pilihan yang sulit maka di sunahkan untuk ber Istikharah.
Demikian :)

Menjadi Bangsa Yang Besar

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”

=Ir. Soekarno= (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)

Bagai mana kita menghormati jasa para pahlawan? Tentu saja dengan menjadi bangsa yang besar.
Menjadi Bangsa yang besar merupakan bentuk penghormatan tertinggi terhadap jasa para pahlawan. Lantas apa dan bagaimana menjadi bangsa yang besar itu? Menurut pemikiran saya, dalam mengartikan “Bangsa yang Besar” secara sederhana adalah Bangsa yang mandiri, tidak banyak menuntut, rela berbagi terhadap sesamanya dan menjaga sserta merawat lingkungannya (bagian kecil dari tanah airnya) sebagai bagian dari hidupnya.
Coba sejenak renungkan, ketika MEREKA, para pahlawan kemerdekaan berjuang demi berkibarnya sang Merah Putih. Tak sedikit yang mereka korbankan, tidak hanya harta bendanya namun juga jiwa dan raganya dipertaruhkan demi kemerdekaan tanah airnya. Mereka rela melakukan semua itu untuk KITA, generasi penerusnya.
Kini kita hidup dalam Kemerdekaan, hak-hak kita dilindungi, bermacam fasilitas tersedia. Maka kita harus manfaatkan semua itu dengan sebaik-baiknya. Jangan pernah siakan waktu yang ada, Belajarlah untuk mengenal dunia, belajarlah untuk mengenal dan mengenang leluhumu, pahlawanmu, Kembali renungkan sejenak, untuk apa mereka memperjuangkan kemerdekaan? Untuk kita. Coba renungkan, Apakah mereka pernah menuntut sesuatu dari kita karena telah memperjuangkan kemerdekaan u tuk kita? Sekalipun tidak!.
Saya memiliki keyakinan, bahwa mereka para pahlawan kemerdekaan, berjuang dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan. Dan saya sangat yakin, mereka juga memiliki satu harapan yang besar dari perjuangan mereka, yakni kehidupan GENERASI MEREKA akan lebih baik.
Maka kita, harus menghormati jasa mereka denvan memenuhi HARAPAN MEREKA. Jangan pernah bertanya atau menuntut sesuatu dari negaramu, tapi bertanyalah apa yang sudah kamu perbuat untuk negerimu. Terlalu banyak cara untuk menjadikan kita bangsa yang besar, salah satunya dengan melakukan banyak hal penting untuk memperbaiki diri kita. tapi kadang kita terlena dengan hal-hal kecil yang tidak penting.
Di hari pahlawan ini, mari kita jadikan langkah awal untuk menjadi bangsa yang besar.
Quote dari saya
“Jika tidak mampu mengubah negerimu, berusahalah untuk memperbaiki dirimu.”

Berbagi diatas Transjakarta

TransJakarta

Ditengah bermacam isu seputar angkutan masal TransJakarta, nyatanya moda transportasi ini tetap jadi favorit dan andalan warga ibukota. Ini terbukti dari banyaknya orang yang mengantri di halte, maupun banyaknya penumpang yang rela berdiri di atas TransJakarta.
Nah, dibalik popularitas TransJakarta, pasti setiap orang sebagai pengguna jasa moda transpotasi ini memiliki kisah, suka, duka, lucu, ataupun kesalnya mengantri hingga berjam-jam.
Saya pun punya cerita ketika menggunakan jasa transportasi masal ini. Salah satunya ketika saya menumpang TransJakarta jurusan Pulogadung-Kalideres. Busnya langsung, sehingga saya tidak perlu mengantri di halte transit. Saat itu (mungkin) saya adalah penumpang yang paling lama berada dalam bus, karena saya naik dari terminal keberangkatan di Pulogadung dan turun di terminal tujuan akhir TransJakarta Kalideres.
Pada saat itu, saya termasuk beruntung karena mendapatkan tempat duduk, mengingat perjalanan yang (agak) jauh plus saya melakukan perjalanan pada jam kemacetan ibukota. Satu keberuntungan lainnya adalah bus tidak terlalu sesak, memang sebagian ada yang berdiri, beberapa adalah wanita. Dan saya mulai tidak nyaman dengan tempat duduk saya.Meski begitu, saya tidak serta merta bangkit dan mempersilakan mereka duduk, kenapa? karena walaupun wanita, mereka masih muda. Kenapa? (lagi) karena jika saya berdiri dan mempersilakan wanita muda ini duduk, kemudian di halte berikutnya ada orang yang lebih prioritas (seperti lansia atau ibu hamil) naik dan tidak ada yang merelakan kursinya maka saya akan merasa bersalah.
Ternyata saya mengambil jalan yang benar, tujuan mereka tidak sejauh saya, dan saya merasa nyaman karena tidak ada yang berdiri.
Dari halte ke halte, kejadian itu terus berulang, penumpang, naik, turun, duduk, dan berdiri. Dan saya selalu merasa tidak tenang ketika ada ibu-ibu yang berdiri namun jauh dari jangkauan saya, dan tak seorangpun merelakan tempat duduknya. Belum dapat setengah perjalanan, saya mendapatkan moment yang tepat untuk merelakan kursi TransJakarta. Disebuah halte melompatlah seorang ibu ke dalam TransJakarta yang saya tumpangi, ia menggendong balitanya sembari menenteng kantong kresek, beliau mencari-cari kurdi yang kosong.
“Silahkan bu, duduk disini” Tanpa banyak berpikir saya langsung beranjak dari tempat duduk saya.
Ibu itu tersenyum sambil mendekati kursi TransJakarta yang telah saya kosongkan. Dari wajahnya terpancar kebahagiaan, karena tidak harus berdiri dalam perjalanan untuk waktu yang cukup lama.
“Terimakasih” demikian beliau mengungkapkan kebahagiaannya dengan dibungkus senyuman.
“Sama-sama ibu”
Dan apakah kamu tahu kawan?, saya telah melakukan hal yang tepat (lagi). Ibu ini ternyata turun di tujuan akhir TransJakarta ini. Bayangkan jika ibu itu harus berdiri selama perjalanan dengan menggendong balitanya, dan TransJakarta tidak pernah menyisakan sebuah kursi kosong. Memang kemudian saya harus berdiri selama perjalanan. Dan apakah kamu tahu kawan ternyata lelah berdiri dengan perasaan yang banhagia itu lebih baik daripada duduk dengan perasaan bersalah kawan.

Internet, Mudlarat atau Manfa’at?

Internet, menjadi bagian tak terpisahkan dalam hidup. Satu hal yang sangat saya sukai dari teknologi ini adalah arus informasi mengalir begitu cepat dalam hitungan detik, bahkan (mungkin) milidetik. Bayangkan, kita bisa memantau apa yang sedang terjadi di belahan dunia lain yang jaraknya ribuan kilometer secara langsung, saat itu juga. Sunguh, sesuatu yang tak pernah terpikirkan bertahun lalu.
Saat ini, layanan di internet makin beragam saja, dan yang paling happening saat ini adalah jejaring sosial semacam facebook atau layanan microblog seperti twitter. Mungkin kasus-kasus yang muncul dari para pengguna facebook yang beragam, mulai dari hilangnya gadis-gadis belia hingga pernikahan terhadap sesama jenis membuat sebagian orang berpikir bahwa internet adalah sesuatu yang negatif dan berbahaya.
Menurut saya, Internet itu bukanlah sesuatu yang berhaya, bukan, bukan sama sekali. Internet itu tak lain hanyalah suatu teknologi yang diciptakan untuk mempermudah manusia. Internet itu hanyalah sebuah alat yang bisa memberi mudlarat ataupun memberi manfaat. Itu semua bergantung pada kita, manusia yang memanfaatkannya. Bahwa manusia punya kendali penuh terhaadap Internet. Manusia lah yang mengusai internet sepenuhnya, dan bukan sebaliknya. Bagaimana menurut Sahabat sekalian?

sumber gambar: yusufharfi.wordpress.com

posted from Bloggeroid

Tetap Semangat Mengisi Kemerdekaan

http://masnur.net

Usia negeri ini, telah memasuki tahun ke-66. Dalam perayaan Hari Ulang Tahun
Indonesia ke-66 pada 17 Agustus kemarin diperingati serentak di seluruh penjuru
Negeri Baik secara langsung melalui upacara bendera ataupun kegiatan lain
seperti salah satunya yang membuat terharu adalah pelaksanaan upacara
bendera pertama oleh para siswa dan orang tua Madrasah Al-Falah di TPA Bantar
Gebang. Selain itu juga, peringatan Kemerdekaan juga semarak dilaksanakan
secara online oleh berbagai kumunitas hingga “HAPPY BIRTHDAY INDONESIA”
sempat menjadi Tending Topic di Twitter. Ini adalah bukti bahwa bangsa Indonesia
masih memiliki semangat, semangat persatuan seperti semboyan sang Garuda
“Bhineka Tunggal Ika”, Semangat Cinta Indonesia seperti yang di kobarkan oleh
para pahlawan negeri ini yang dengan semangat yang berapi-api Dengan gagah
berani berkata “NKRI, HARGA MATI” dan kemudian mereka membuktikannya dengan
tindakan.
Tapi sungguh ironis jika semangat itu ternyata hanya tren sesaat. Yang terlihat
merah menyala hanya dalam peringatan 17 Agustus saja, namun ketika sudah lewat
peringatan Kemerdekaan semangat itu padam, pudar dan hilang. Harusnya kita
malu dengan para pahlawan yang telah rela mengalirkan darahnya demi kemerdekaan,
malu kepada mereka yang jiwanya terenggut demi Ibu Pertiwi.
Dalam mengisi kemerdekaan ini kita tidak perlu lagi bertaruh nyawa ataupun
mengalirkan darah. Lakukan apapun untuk kemajuan negeri ini, lakukan yang terbaik.
Adalah tugas kita untuk menjadikan Indonesia sebagai Rumah Kita, menjadikan
Negeri ini surga bagi kita.
Ah, mungkin terlalu berat jika kita berbicara tentang mengubah negeri ini menjadi lebih baik. Mungkin YA, jika kita melaksanakannya seorang diri. Tapi saya yakin, jika seluruh bangsa ini punya kesadaran akan perannya masing-masing, Indonesia yang lebih baik akan terwujud, Indonesia yang kita Impikan bukanlah sekeder khayalan.
Mari kita bersama mewujudkan Indonesia yang lebih baik dengan konsistan
menjalankan peran kita sebagai Warga Negara yang baik. Dengan kita konsisten
menjalankan Kewajiban kita sebagai warga negara, konsisten menjalankan hukum dan
perundang undangan yang berlaku, konsisten mengamalkan Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari.

Sumber Gambar: siboglou.wordpress.com

Petualang ACI, Macem-macem rupa-rupa

Petualang ACI, demikian sebutan yang di sematkan pada 66 orang Indonesia yang telah di pilah dari lebih 59ribu orang yang antusias untuk mengikuti program ‘Aku Cinta Indonesia’ alias ACI yang di selenggarakan oleh detik.com
Mau tahu? Seperti apa sih ke 66 petualang ACI ini? Berikut adalah gambaran dari 66 petualang ACI yang diringkas dalam satu tulisan oleh kang dadang (Dadang Lesmana), salah seorang Petualang ACI. Silahkan disimak.

Kalau ada sekelompok oranga yang terdiri dari anak-anak muda gokil, jail, gratil, aneh, sok imut, urakan, tapi juga plus pinter, kreatif, berwawasan dan selalu berpikir positif, itu pastilah Petualang ACI. 66 orang petualang yang lahir dari sebuah hajatan besar detikcom, Aku Cinta Indonesia. Komunitasnya sih biasa-biasa aja, maksudnya ngga ada anak pejabat tingginya gitu loh. Tapi justru eksis karena berasal dari segala kalangan dan dari seluruh penjuru tanah air. Petualang ACI menjadi begitu bhineka dengan segala kekhasan serta keberagaman cara berpikir dan bertingkah laku. Namun perbedaan yang ada tidaklah menjadi persoalan bagi mereka. “berbeda bukan berarti tak sama” kata mereka. “ibarat pelangi, warna berbeda justru saling melengkapi, memiliki peran yang sama ”.Keberagaman yang rupa-rupa memang.
Sebut saja misalnya Petualang ACI yang dewasa (Agus), yang masih anak-anak (Juput), yang setengah dewasa (Endro), yang setengah anak-anak (Zulvi), yang gimbal (Bhaga), yang pasangannya (Kawanda), yang orang ketiga (Akbar), yang liar (Yudi), yang cunihin (Ewink), yang gila naek gunung (Dede), yang gila gadget (Gilang), yang gila
iPad (Heri), yang gila futsal (Ipul), yang gila beneran (Daenk), yang disorientasi (Egir), yang korban (Darto), yang gigih (Gesang), yang gaya tapi banyak disensor (Prama), yang pengamen (Achin), yang pelukis jalanan (Dadang), yang penyair (Harley), yang saudagar (Amad), yang polos (Ayos), yang lebih bernyali (Endi), yang
diem-diem tomboy juga (Mahe), yang OKB (Better), yang berbobot (Wahid), yang seniman
campur sari (Simbah), yang sok alim (Hadi), yang ngaku-ngaku dayak (Nico Borneo), yang korban bencana (Nico Wijaya), yang pegawai negri (Tata), yang indescribable (Prabu), yang freelance (Calvin), yang kelamaan di aceh (Citra), yang pengen punya agen travel (Topik), yang wartawan tapi gak pernah jalan-jalan (Amir), yang sok seleb (Yuga), yang rajin belajar (Masnur). eh, ada lho Petualang ACI yang udah ikut pemilu enam kali,namanya Mbak Tuti.
Petualang ACI yang cewek juga manis-manis, lucu-lucu, apalagi kalo gelap. Mereka juga ngga kalah beragam, mulai dari yang lagi hamil (Rini), yang lagi puber (Terryna), yang lagi banyak duit (Ucy), yang lagi galau (Ida), yang maskulin (Titis),yang sok imut (Utine), yang pendiem (Sendi), yang -ngerasa- mirip Nadine (Tuteh), yang beruntung (Hanin), yang kurang beruntung (Halida), yang aneh
(Nurul), yang jarang muncul (Deewardani), yang gak pernah muncul (Anti), yang rajin
menabung (Aci), yang pelupa (Riri), yang TKW (Susan), yang oriental (Diana), yang pengen banget ke jakarta (Jeine), yang ndeso (Alya), yang penulis
(Rinda), yang penulis juga (Nonadita), yang anak pesantren (Putri), yang sok eropa timur (Inka), yang suka mandi hujan (Atre), yang mau jadi agen wisata
(Bella), yang pengen jadi guru (Desi).
Hmm.. memang beragam ternyata. Tapi bukan berarti ngga kompak, malah mereka kompak banget. Satu dateng semua dateng, satu jalan-jalan semua jalan-jalan, satu makan semua makan, satu pulang semua pulang. Sportif pula. Kalo ditanya, ‘ ini coklat siapa..?’ langsung pada ngaku. Kekompakan itu mereka tunjukkan dengan selalu
melakukan segala sesuatu bersama-sama. Bagi mereka, mengangkat meja berempat akan
terasa lebih ringan daripada mengangkat filing-cabinet
sendirian.
Banyak cara bagi mereka untuk terus membina kekompakan. Ada yang dengan membentuk
boyband gaya new-kids-on-the-block (Bhaga, Yudi, Ewink, Dede, Endi, Dadang), yang setelah beberapa kali latihan vokal ternyata lebih mirip dengan Masnait Group. Ada pula yang dengan membentuk kelompok belajar online (Egir, Gilang, Amad, Daenk, Zulvi, Mahe, Mbak Tuti, Titis, Hanin, Atre, Tuteh). Nama mereka selalu meramaikan
thread-thread di milis ACI dengan pembahasan-pembahasan yang tak pernah final. Bahkan dengan campur tangan Dosen terbang dari Gorontalo sekalipun.Kelompok lain melakukan kegiatan mulia menolong sesama di daerah bencana (Bhaga, Kawanda, Ucy, Diana, Riri), yang menganggap bahwa kegiatan mereka juga merupakan salah
satu bentuk menjaga kekompakan. *yang ini gue gak berani pelesetin, kemanusiaan cuy..*
Beberapa yang lain secara perorangan juga turut andil dalam mempererat persaudaraan. Seperti contohnya Prama yang dengan gayanya secara rutin mengumpulkan
temen-temen hanya untuk menceritakan kisahnya di perjalanan. Bahkan sampai ada
beberapa Petualang ACI yang hafal betul cerita itu karena telah mendengarnya berulang kali. Lain lagi dengan Harley, yang dengan puisi-puisinya mampu
menggugah rasa cinta seseorang.. eh, maksudnya rasa cinta terhadap Indonesia.
Perjalanan Petualang Aku Cinta Indonesia ke tempat-tempat tujuan wisata memang sudah berlalu. Namun kisah-kisah, catatan-catatan dan ingatan-ingatan tentang perjalanan itu masih melekat dan terus menjadi bahan perbincangan setiap kali
Petualang ACI berkumpul. Tak akan cukup sepuluh buku tebal untuk menampung cerita
mereka. Seakan tak pernah puas, Petualang ACI selalu menyempatkan datang ke suatu
tempat untuk kumpul, berbagi cerita, makan, minum, ngomongin orang, mengatur
rencana trip selanjutnya, dan pulang..
Memang, sejak awal belum pernah semua Petualang ACI berkumpul secara lengkap.
Karena hampir dapat dipastikan, petualang asal Jayapura (untuk tidak menyebut Daenk :p) tidak akan sanggup hadir. Kecuali jika acara kumpul-kumpul itu diadakan di Jayapura. Itupun hampir dapat dipastikan cuma dia yang hadir. Berbeda dengan Agus yang walaupun tinggal di Gorontalo, tapi memiliki daya jelajah yang tinggi. Maklum,
meskipun dia seorang dosen, cita-cita sebenarnya adalah menjadi pramugari. Bahkan dia lebih hafal seluk-beluk FX ketimbang anak-anak Jakarta.
Walau sulit, keinginan berkumpul kembali secara lengkap adalah obsesi Petualang ACI. Sehingga bisa bertemu dan mengenal lebih dekat satu sama lainnya, serta
tidak ada lagi terdengar kata-kata, “yang pake kaos merah itu siapa sih?” atau “ooo.. ini toh yang namanya (sebutlah) mawar.. ” atau “yang namanya
si A yang mana?” atau bahkan “lu partner gue ya waktu itu?”. Sangat disayangkan
bukan? Menyebut nama-nama Petualang ACI tentu saja tak lepas dari kesuksesan sebuah tim; Indri, Iie, Suhaeng, Ninuk, Ajeng, Izar, dkk. *maaf buat yang ngga kesebut, bukan ngga cinta, tapi ngga kesebut.. :) * yang dengan kerja kerasnya, telah
membentuk 66 orang berperilaku menyimpang menjadi lebih menyimpang. Maksudnya, menjadi lebih berkembang, tidak hanya sekedar hobby travelling tetapi juga mampu
mengoptimalkan segala aspek dari sebuah perjalanan. Salut deh buat tim detik..! ?

-dadang-
tetap sunda, tetap tersenyum,
tetap berbuat baik

Gimana? sudah dapat gambaran seperti apa mereka? profil lengkap mereka, dan cerita perjalanan mereka ada di aci.detik.com
Eh, By The Waykamu juga bisa lho jadi Petualang ACI seperti mereka. Karna tahun 2011 program ACI detik.com bakal di gelar lagi lho.

Setiap Kita Adalah Pahlawan

10 November, di Indonesia diperingati secara Nasional sebagai hari pahlawan. Pahlawan selalu di identikkan dengan para leluhur yang telah berjuang sehingga darahnya harus mengalir dari tubuhnya, jiwanya terpisah dari raganya demi memperebutkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jika kita memandang lebih luas lagi makna pahlawan, sebenarnya kita dapat memaknainya dari berbagai sudut. Tapi nampaknya hal tersebut belumlah memasyarakat ataupun membudaya di Indonesia. Pahlawan (Nasional), di Indonesia saat ini seperti sebuah pencapaian yang ditandai dengan sebuah gelar yang di sematkan pada seseorang. Ironisnya pemberian gelar itu sampai sampai menjadi persengketaan (Soeharto sebagai Pahlawan Nasional). Mungkin ini karena adanya penyempitan makna, Pahlawan menjadi Pahlawan Nasional.
Mungkin kita masih ingat dan akan selalu ingat dengan kalimat ini “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, sebuah gelar bagi seorang guru. Karena ia turut serta mencerdaskan para pemuda yang metupakan masa depan negeri ini.
Jika kita mau membuka mata kita dan memandang kearah yang lebih luas untuk memak ai pahlawan, sebenarnya setap individu adalh pahlawan. Seorang guru, karena jasanya memberikan pendidikan kepada murid muridnya disebut sebagai pahlawan. Seorang ayah berusaha menghidupi istrk dan anaknya juga adalah pahlawan bagi keluarganya. Lebih dari itu, semua dari kita adalah pahlawan. Saya memaknai pahlawan adalah, manusia yang terus berusaha memperbaiki dirinya dan terus meningkatkan kualitas hidupnya dengan tetap memperhatiman hak hak orang lain. Sehingga keberadaanya tidak menjadi beban bagi orang lain, bahkan memberi manfaat kepada sesamanya dan kepergiannya selalu dirindukan untuk kembali. Kita semua adalah pahlawan, Selamat hari pahlawan :-)

Nursaleh [The Always Happy Blogger]

sumber gambar: http://mardasemangatlomba.blogspot.com

Posted from WordPress for Android

Mari Nge-Blog, Mari Berbagi, Mari Berbahagia

Beberapa tahun silam, anda, saya, mereka, dan beberapa orang yang kini telah sukses melalui satu media bernama internet, mungkin hanyalah orang-orang biasa. Atau mungkin orang-orang luar biasa dengan semangat yang luar biasa, dengan pemikiran-pemikiran luar biasa namun tidak terdengar kecuali hanya dilingkungannya yang terbatas. Atu bahkan seorang yang dapat mengubah dunia menjadi lebih baik dengan tangannya, namun seolah tidak dapat berbuat apa-apa karena berada di suatu tempat yang terisolasi dari manapun.
Maka bersyukurlah kita yang hidup di suatau zaman, dimana Teknologi Informasi tengah menjadi suatu kebutuhan yang dapat dinikmati dimanapun berada. Sehingga Pemikiran sekecil apapun yang di bagikan melalui facebook, menjadi sesuatu yang luar biasa. Tulisan sepanjang 140 karakter yang dikicaukan melalui Twitter pun tidak luput dari jutaan pasang mata.
Tapi apakah anda menyadari, bahwa pemikiran positif anda yang anda bagikan lewat status anda di facebook ataupun kicauan anda di twitter mungkin dapat memotifasi banyak orang dan bahkan bisa merubah hidup seseorang menjadi lebih baik?. Dan mungkin saja suatu saat dapat memotivasi diri anda sendiri.
Tapi tahukah anda? Bahwa dengan seringnya kita meng update status di facebook dan berkicau di twitter, suatu hari nanti akan menyulitkan kita menemukan sesuatu yang luar biasa yang pernah kita tuliskan. Lalu bagaimana mengatasinya?
Sebanarnya ada satu media di internet yang lebih Powerful. Disini anda tidak hanya bisa berkicau, namun anda bisa memuntahkan semua pemikiran positif anda, anda bisa membagikan ide anda dengan lebih detail. Anda bisa menularkan Semangat anda, dan yang paling penting, anda bisa menjadi diri anda sendiri.
Lalu media apakah itu? Itu adalah ?Weblog? atau lebih popular dengan sebutan Blog. Blog bukan hanya sebuah akun di internet, tapi lebih dari itu. Blog adalah suatu media publikasi yang murah, mudah dan manfaat. Blog bisa dikatakan sebagai identitas. Karena Nge-Blog lebih dari sekedar menulis, saya sendiri mendefinisikan kegiatan Nge-Blog dengan “Nge-Blog adalah menulis dan berbagi”.
Disadari ataupun tidak, manusia sesungguhnya bersifat keluh kesah. Kita akan MERASA TENANG setelah menceritakan permasalahan kita kepada keluarga tercinta atau sahabat. Kita akan merasa LEBIH BAHAGIA ketika kita bisa BERBAGI kebahagiaan dengan orang lain. Melalui blog, kita akan dapatkan semua itu. Dan apakah anda tahu? Bahwa Eksistensi seorang Blogger bukan hanya di Jagat Maya, Eksistensi Blogger mendapat pengakuan di penuh. Ini terbukti dengan adanya Hari Blogger Nasional yang di peringati setiap tanggal 27 Oktober. Dan Blogger juga wadah untuk berkumpul. Seiap Tahunnya Selalu diselenggarakan Pesta Blogger, yakni sebuah acara berskala Nasional, sebuaha ajang bertemunya para Blogger se Tanah Air.
Jadi Sudahkah anda Nge-Blog?
Jia belum, ayo segera bikin Blog, Mari kita Menulis, Mari kita Berbagi, dan Mari berbahagia :-) .
Buat para Blogger, Ayo pertahankan Eksistensimu dengan Tetep Nge-Blog, Tetep, Berbagi, dan Selalu Berbahagia :-)

Nursaleh [The always Happy Blogger]
http://masnur.net

Gambar: 4auntum.wordpress.com

November, Kembali dengan Dua Semangat

<img src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:Zyt_Vd5yoWZmaM::jiwasukses.files.wordpress.com/2010/02/semangat.jpg"
Oktober telah berlalu. Ternyata saya melaluinya dengan banyak hal yang luar biasa, dan semuanya outside of the home. Di mulai dengan saat saat mendebarkan setelah sebuah penantian panjang untuk menempuh sebuah perjalanan. Setelah beberapa waktu lalu dinobatkan sebagai salah satu dari 66 orang petualang Aku Cinta Indonesia detik.com yang berkesempatan untuk menikmati keindahan alam Indonesia dengan bermacam keragaman seni dan budaya, bermacam bahasa serta keramahtamahan bangsa Indonesia, dan kemudian mengabarkannya kepada Dunia melalui tulisan dan foto.
Banyak hal hal menarik yang aku dapatkan dalam pengalamanku menjelajah Jawa Tengah dan Kepulauan Karimun Jawa. Mulai dari ketinggalan pesawat ketika akan terbang ke Jakarta, muntah muntah diperjalanan, kedinginan di Dieng Plateau, Berkuda di Gedong Songo, bercumbu dengan hiu di Wisma Apung Karimun Jawa, dan masih banyak hal hal seru nan konyol lainnya.
Sepulang dari perjalanan yang luar biasa, saya kembali berkesempatan untuk menjalani hal luar biasa, menjadi seorang voluteer dan bergabung bersama sebuah team yang luar biasa dalam penyelenggaraan Pesta Blogger, sebuah ajang tahunan berkumpulnya para Netizen di Indonesia yang kini memasuki tahun ke-4 dengan mengangkat tema “Merayakan Keragaman”.
Disana, selain bisa bergabung dengan panitia inti dengan Mbak Rara as a chairwoman dan dibantu oleh Shinta (bukan sodaranya jojo yah). Ada zipeng, Golda, Aca, Dimas, dan masih banyak lainnya, gak apal satu satu. Saya juga bertemu dengan teman teman baru yang juga volunteer, ada akhlis, riza, novi, agil, brahmantyo, rangga, fitri, aisha, yusako, myrma, hanum, dan masih banyak lagi.
Acaranya juga seru banget, setelah Acara seremonial dan makan siang ada saat mengunjungci pulau pulau indah dalam break out session. Ada 10 Pulau yang dijadikan nama kelas di brek out session yang masing masing ada 3 sesi di tiap kelas dan diisi oleh banyak sponsor dan komunitas dengan topik beragam, sehingga sekitar 1500 peserta Pesta Blogger+2010 dapat memilih sesi mana yang mereka sukai dan sesuai dengan minat serta ketertarikan nya masing masing. Mau tahu ada apa aja di Breakout Session ini? Nantikan Update selanjutnya.
Yup, setidaknya itulah dua semangat yang aku bawa pulang di akhir Oktober. Semangat Untuk Mencintai Indonesia, dan Semangat untuk tetap ngeblog. Sempurna, berharap November ini aku dapat menebarkan “virus” semangatku ke seluruh penjuru jagat maya, Semangat Aku Cinta Indonesia, Semangat Menulis, Semangat Ngeblog, Semangat positif, Semangat Semangat
Ayo Bakar Semangat mu Kawans…..

Saluut, untuk Cintamu Pada Negeriku

Rosa…! Demikian kata yang sering diungkapkan oleh Mbah Marijan, seorang pawang gunung merapi yang kini “diadopsi” oleh PT SIDOMUNCUL untuk menjadi icon salah satu produk mereka, Kuku Bima Ener-G!.
Sidomuncul memang selalu, dan terus saja berinovasi dengan produkny, kuku bima ener-G !. Kuku bima ener-G ! ini adalah termasuk minuman suplemen pertama yang punya banyak varian rasa (salah satu yang paling saya suka adalah rasa Anggur).
Selain produk yang inovatif. PT SIDOMUNCUL Juga kreatif dalam hal pemasaran. Mereka banyak merekrut anak negeri yang berprestasi untuk menjadi icon bagi produk unggulan mereka (kuku bima Ener-G !) seperti Mbah Marijan sang “icon” Gunung Merapi, Chris John sang juara dunia tinju, Ade Ray sang Binaragawan, dan
beberapa anak bangsa berprestasi lainnya.

Strategi pemasaran tak lepas dari iklan. Demikian juga Kuku Bima Ener-G !. Yang membuat saya saluut dan mengacungkan jempol untuk iklan mereka adalah, dalam iklannya PT SIDOMUNCUL tidak hanya menjual produk mereka (Kuku Bima Ener-G!). Tetapi mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia, dengan beraninya dan bangganya mengangkat budaya Indonesia dalam iklannya. Menurut saya ini adalah salah satu wujud rasa cinta sebuah brand lokal “MADE IN INDONESIA” kepada INDONESIA.
Setelah iklannya yang mengangkat tema budaya Indonesia, yakni menampilkan beragam seni dan budaya asli Indonesia, seperti Reog Ponorogo, dan lain lain nya (aku lupa apa aja yang ditampilin), belum lama ini PT SIDOMUNCUL melalui produk unggulannya Kuku Bima Ener-G ! kembali merilis iklan yang “cinta Indonesia” bertajuk kolam susu. Yah, bila dalam iklan “cinta Indonesia” yang sebelumnya mengangkat tema seni budaya Indonesia, kali ini mereka menampilkan keindahan Alam Indonesia dengan di latar belakangi lagu kolam susu milik legendaris Koes Ploes. Saluut deh untuk Kuku Bima Ener-G ! Semoga langkah langkah mencintai Indonesia nya dapat di ikuti produsen produsen lain. Teruslah berkreasi dan berinovasi. Indonesia Bangga Memilikimu, buatlah seluruh bangsa ini Bangga terhadap Negeri mereka, Indonesia.

Makhluk (yang) Lembut Itu Dapat Menghancurkan

http://masnur.net

Sesuatu menyentuh pipiku, sekali, dua kali, tiga kali, dan terus berulang, terasa dingin memaksaku untuk beranjak dari pembaringan. Argh… Langit sedang
menangis air matanya mengucur begitu derasnya seperti hujan, tidak… Ini tidak
seperti hujan tapi ini memang hujan yang lebih terdengar seperti perang, hujan yang
begitu deras dan halilintar yang terus menyambar mengiringi hujan malam ini, di
tambah lagi dengan listrik yang padam seakan menghantarkan aku pada suatu
peperangan didalam hutan belantara lengkap dengan sang Raja yang siap
menerkam kapan saja. Aku harus melawan rasa kantuk yang masih hinggap dimataku,
dan aku harus mengatasi air yang telah mampu menembus atap dan masuk
kedalam rumah. Aku heran, setiap kali hujan deras turun, air selalu saja mampu
masuk ke kamarku melalui atap yang terlihat rapat, tidak ada lubang di sana, tapi tidak terjadi ketika intensitas hujan biasa saja.
Beberapa kali aku mencoba memanjat dinding mendekati sumber air untuk
memperhatikan hal ini ketika air menembus atap. Tapi belum sampai pada kesimpulan
hujan selalu saja reda, seperti mempermainkan aku. Mungkin kita harus
belajar dari air yang mampu menembus ‘batas’ yang rapat. Air mampu melukai batu
yang keras. Air dapat menghancurkan karang yang tegar. Air juga dapat memporak
porandakan kehidupan yang indah bersama dengan musnahnya makhluk-makhluk dalam
kehidupan itu. Lalu apakah kita harus marah kepada air? Seharusnya kita bertanya pada diri kita sendiri, pantaskah kita marah? Bukankah kita sangat membutuhkan air?
Sebaiknya kita melihat pada diri sendiri, sebaiknya kita memperlakukan air dengan
baik dan sopan. Bukankah dia makhluk yang lembut? Yang dapat memberikanmu
kesegaran? Dia dapat menghilangkan dahagamu? Dan dia juga mampu
membersihkan tubuhmu?. Maka berhematlah dalam menggunakan air,
hormati ia niscaya dia akan bersahabat dengan kita.

Sasando Rote (Indonesa Bangga Memilikimu)

Blog of MasNur
Kemaren malem nonton audisi Indonesia’s Got Talent, sebuah ajang pencarian bakat
bertaraf international yang ditayangkan oleh station tv Indosiar. Para peserta berlomba menampilkan talent mereka dihadapan 3 orang juri dan ratusan audiance, ada yang memukau, aneh-aneh , ampe gak penting (yang penting nongol di tipi) mungkin
demikian motifnya, hehe…
“Indonesia Bangga Memilikimu” demikian yang sering dikatakan oleh juri ketika
mendapati kontestan yang benar-benar bertalenta. Salah satu penampilan yang
memukau dan membuat “Indonesia Bangga Memilikimu” adalah penampilan seorang
pemuda asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur yang ‘memainkan’ sebuah lagu
dengan alat musik bernama Sasando Rote.
Tiga orang juri dan para audiance sangat menikmati permainannya, termasuk saya
yang ikut terkesima melalui layar kaca. Usai memainkan lagu tersebut, lantas salah satu juri ‘menantang’ pemuda ini untuk lagu dari
mancanegara yang dikenal secara international.
“Bonjovi” pemuda itu tanpa banyak basa basi kemudian mendekati ‘partnernya’ dan
segera saja memainkan lagu yang dimaksud. Lagi, para audiance dan juri pun
hanyut kembali dalam alunan petikan sasando rote. Tanpa banyak komentar salah
satu juri mengatakan “dari kita”,..
“Yess…!!!” demikian kompaknya para juri memberi keputusan untuk meloloskan
pemuda ini ke babak selanjutnya. Sedikit info, untuk melewati babak ini seorang
kontestan harus mendapatkan minimal 2(dua) ‘Yes’ dari juri.
Sasando Rote Indonesia Bangga Memilikimu.
‘Rote’ yang dipakai disini adalah nama daerah asal dari alat musik ini (yuk kita
jaga, jangan sampai di klaim oleh bangsa lain). Adalah sebuah Pulau(kepulan) yang
terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sedang ‘Sasando’ sendiri berasal dari kata
Sasandu (dari Bahasa Rote) yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi.
Sasando Rote sendiri terbuat dari tabung panjang(biasanya dari bambu) yang bagian
tengahnya tersusun ganjalan-ganjalan melingkar dari atas ke bawah yang bila
diperhatikan menyerupai anak-anak tangga. Ganjalan-ganjalan ini adalah tempat
bertumpunya senar(dawai ) yang merentang di sepanjang tabung guna menghasilkan
nada berbeda pata setiap petikan dawainya.
Kemudian tabung ini di tempatkan dalam wadah ‘resonansi sasando’ yaitu terbuat
dari daun lontar yang dibuat seperti kipas yang membentuk setengah lingkaran,
sehingga bentuk sasando rote mirip bawang (menurut saya). Sasando Rote, Aku Bangga
Memilikimu, Indonesia Bangga memilikimu, bagaimana dengan anda? Apakah Anda Bangga memilikinya?

Sumber Gambar: net