Ibu Pertiwi Jangan Berduka, Kami Masih Ada

Kami generasi Indonesia
Cinta Agama, Bangsa dan Negara
Siapkan diri menuju Cipta Indonesia Raya
Berkat Rahmat Allah Maha Kuasa
Pahlawanku berkorban jiwa
Teguh yakin ikhlas dan Rela
Indonesia merdeka…

Kami generasi Indonesia
Cinta Agama, Bangsa dan Negara
Siapkan diri menuju Cipta Indonesia Raya
Berkat Rahmat Allah Maha Kuasa
Pahlawanku berkorban jiwa
Teguh yakin ikhlas dan Rela
Indonesia merdeka…

Indonesia bagai bagian Surga
Nikmat karunia tiada hingga
Amanat Tuhan yang Maha Esa
Anugerah bagi Bangsa

Bumi Indonesia bagai bagian Surga (bagian surga)
Nikmat karunia tiada hingga
Amanat Tuhan yang Maha Esa

Aku ‘kan menjaganya…
Tanahnya, Airnya,
Lautnya, Iklimnya,
Hutannya, Rakyatnya,
Ragam Budayanya,
Indonesia…
Aku Cinta…

Kami Putra Putri Indonesia
Ikrar setia Abdikan diri
Jiwa ragaku Bagimu Negeri
Ibu Pertiwi

Kami Putra Putri Indonesia
Ikrar setia Abdikan diri
Jiwa ragaku Bagimu Negeri
Ibu Pertiwi

Ibu Pertiwi, Jangan Kau Berduka
Kami Masih Ada…

Ibu Pertiwi, Jangan Kau Berduka
Kami Masih Ada…

============
Written by: Haydar Yahya|Song by: Sulis
Sumber Gambar: postersiregar.posterous.com

Ini adalah lyric Lagu Generasi Indonesia. Lagu ini khusus ditulis oleh Ustadz Haydar Yahya untuk peringatan Hari Kemerdekaan Republk Indonesia Tahun 2011 lalu.
Lagu ini dilantunkan dengan penuh khidmad oleh Sulis (Pelantun Sholawat dalam Album Cinta Rasul) pada perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 bertajuk “Melunasi Janji Kemerdekaan” di kampusnya Sulis, Universitas Paramadina.
Kalimat-kalimat yang tertuang dalam lirk lagunya ditambah lagi dengan pembawaan yang penuh dengan penjiwaan, membuat siapapun yang di dalam hatinya tersimpan rasa cinta pada nusantara ini pasti merinding.
Buat sahabat semua yang memang cinta pada negeeri ini, mesti, kudu, harus, dan (di)wajib(kan) :) untuk membaca ulang Lirik lagunya dan mengamalkan apa-apa yang tertuang disana.
Oh, iya mau tahu gimana lagu ini dibawakan dengan penuh penjiwaan oleh Sulis? boleh, langsung aja tengok liat dibawah.

Janjiku Yang Baru

Sejak dulu kupanggil panggil namaMu
sampai kini ku akan s’lalu menyeru
kuberjanji dalam hidup dan matiku
tuk bersamaMu setia di jalanMu

Reff
PerjuanganMu pengorbananMu
derita hidupMu
demi keselamatan ummatMu selalu

Baru ku sesali kini
jauh ku dari janji suci yang dulu
ingin kukembali dan aku berjanji
janjiku yang baru tak kan kuingkari
Kasih sayangMu cinta tulusMu
karunia rahmatMu beri isyaratMu
untukku bertemu
ooouuuu
Debar hatiku tarikan nafasku
gelora jiwaku merindumu
yaa Rasul….

==========

vocal: sulis|Album: Cinta Rasul Pop|lagu/penata musik: anwar fauzi|
lirik: haydar yahya
Source: www.cintarasul.co.id

Lagu ini enak banget untuk didenger, saya saja sampai berkali-kali memutar lagu ini. Instrumentalianya mengena banget, dan menyanyikannyapun penuh dengan penjiwaan, Perfect.

Lagu ini tentang apa?
Janjiku yang Baru. Dipelajari dari liryc nya, adalah tentang umat yang lalai pada masa lalunya tentang mengingat kepada Rasulullah. Dan kini dari belajar tentang sejarah beliau, mengingat dan mengenang perjuangannya, maka timbullah rasa cinta yang mendalam terhadap Rasulullah yaitu cinta yang utama setelan mencintai sang Khaliq, ALLAH SWT.
…Janjiku yang baru tak kan ku ingkari…
…Adalah tentang kerinduan seorang umat yang sangat mendalam terhadap Rsulullah, ingin bertemu pada Rasulullah, sehingga ia berjanji akan berusaha mengikuti cara hidup Rasulullah sebagai cerminan rasa cintanya pada Rasulullah.
Memang terlalu berat bagi kita manusia biasa untuk mengikuti cara hidup Rasulullah. Tapi setidaknya, kita berusaha untuk mengikuti ajaran Rasulullah. Salah satunya adalah dengan membaguskan budi pekerti kita, membaguskan Akhlaq kita, Sebagaimana Sabda Rasulullah yang artinya “Sesungguhnya Aku diutus adalah untuk menyempurnakan Akhlaq”.
Wallahua’lam.

*)Mohon di koreksi jika ada kesalahan hamba.

Sasando Rote (Indonesa Bangga Memilikimu)

Blog of MasNur
Kemaren malem nonton audisi Indonesia’s Got Talent, sebuah ajang pencarian bakat
bertaraf international yang ditayangkan oleh station tv Indosiar. Para peserta berlomba menampilkan talent mereka dihadapan 3 orang juri dan ratusan audiance, ada yang memukau, aneh-aneh , ampe gak penting (yang penting nongol di tipi) mungkin
demikian motifnya, hehe…
“Indonesia Bangga Memilikimu” demikian yang sering dikatakan oleh juri ketika
mendapati kontestan yang benar-benar bertalenta. Salah satu penampilan yang
memukau dan membuat “Indonesia Bangga Memilikimu” adalah penampilan seorang
pemuda asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur yang ‘memainkan’ sebuah lagu
dengan alat musik bernama Sasando Rote.
Tiga orang juri dan para audiance sangat menikmati permainannya, termasuk saya
yang ikut terkesima melalui layar kaca. Usai memainkan lagu tersebut, lantas salah satu juri ‘menantang’ pemuda ini untuk lagu dari
mancanegara yang dikenal secara international.
“Bonjovi” pemuda itu tanpa banyak basa basi kemudian mendekati ‘partnernya’ dan
segera saja memainkan lagu yang dimaksud. Lagi, para audiance dan juri pun
hanyut kembali dalam alunan petikan sasando rote. Tanpa banyak komentar salah
satu juri mengatakan “dari kita”,..
“Yess…!!!” demikian kompaknya para juri memberi keputusan untuk meloloskan
pemuda ini ke babak selanjutnya. Sedikit info, untuk melewati babak ini seorang
kontestan harus mendapatkan minimal 2(dua) ‘Yes’ dari juri.
Sasando Rote Indonesia Bangga Memilikimu.
‘Rote’ yang dipakai disini adalah nama daerah asal dari alat musik ini (yuk kita
jaga, jangan sampai di klaim oleh bangsa lain). Adalah sebuah Pulau(kepulan) yang
terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sedang ‘Sasando’ sendiri berasal dari kata
Sasandu (dari Bahasa Rote) yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi.
Sasando Rote sendiri terbuat dari tabung panjang(biasanya dari bambu) yang bagian
tengahnya tersusun ganjalan-ganjalan melingkar dari atas ke bawah yang bila
diperhatikan menyerupai anak-anak tangga. Ganjalan-ganjalan ini adalah tempat
bertumpunya senar(dawai ) yang merentang di sepanjang tabung guna menghasilkan
nada berbeda pata setiap petikan dawainya.
Kemudian tabung ini di tempatkan dalam wadah ‘resonansi sasando’ yaitu terbuat
dari daun lontar yang dibuat seperti kipas yang membentuk setengah lingkaran,
sehingga bentuk sasando rote mirip bawang (menurut saya). Sasando Rote, Aku Bangga
Memilikimu, Indonesia Bangga memilikimu, bagaimana dengan anda? Apakah Anda Bangga memilikinya?

Sumber Gambar: net

Biola


Terdengar nada syahdu nan merasuk kedalam kalbu. Tak begitu bising, bertempo
lambat hingga berlari menghentak. Namun tetap saja getaran dawainya mengalir
lembut melalui celah celah telinga. Membuat aku terpesona oleh nada-nada
yang keluar daripadanya, suara-suara yang dihasilkan melalui gesekan-gesekan penuh
penjiwaan oleh sang player yang di kolaborasi dengan kepiawaian jari jemari
yang menari diatas fingerboar.
Aku sangat suka mendengar suaranya saat seseorang memainkannya, begitu indah,
syahdu, menyentuh kalbu. Ingin aku memainkannya, tapi… Ah, menyentuhpun
aku belum. Tapi aku bersyukur, mungkin dengan ketidak mampuanku untuk
memainkannya itu yang sampai saat ini membuatku slalu menikmati alunannya dan
menjiwai setiap nada-nada yang dihasilkannya. Sekalipun aku tidak dapat berekrspesi bersamanya.

Sumber Gambar: http://agessukanuliz.blogspot.com