Hari Pahlawan, Bukan (sekedar) Peringatan

Seremonial, seremonial, seremonial. Lagi dan lagi, seremonial hanyalah seremonial tanpa penghayatan, panjiwaan, dan niat tulus untuk menjadi lebih baik.
Dalam satu tahun, rasanya banyak banget seremonial-seremonial di kalender nasional Republik Indonesia. Mulai dari Tahun Baru, Peringatan Kemerdekaan, Sampai pada hari ini, 10 November yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan hingga nanti masih ada lagi seremonial-seremonial lain sampai pada Hari Ibu, Desember nanti.
Setiap tahun kita pasti melewati Hari-hari Peringatan itu. Seremonial lagi, seremonial lagi, lantas apakah ini buruk? (tidak juga sih). Berarti baik dong? (Relatif).
Jadi kalau kita mau jujur sebenarnya Hari-hari peringatan ini ngefek apa sih buat kita? (mari sejenak kita renungkan).
Kemungkinan besar pasti ada efek positifnya (setidaknya pada hari peringatan tersebut berlangsung). Artinya tidak ada yang buruk dengan Hari peringatan ini, jika demikian adanya. Namun yang kurang tepat dari sebuah perayaan adalah ketika seremonial itu diadakan secara berlebih namun hanya seremonial, tidak memberi pengaruh positif untuk jangka waktu yang panjang.
Peringatan-peringatan ini (seharusnya) bisa menjadi pengingat atau semacam dorongan bagi kita untuk terus berusaha menjadi lebih baik dan untuk Menjadi Bangsa yang Besar.
Mari kita jadikan setiap hari peringatan, benar benar menjadi pengingat bagi kita untuk menjadi lebih baik.
Hari ini 10 November, bersama sama kita peringati sebagai Hari Pahlawan. Mari kita kenang lagi jasa para pahlawan kemerdekaan, renungkan sejenak untuk apa mereka berjuang. Perjuangan mereka adalah untuk meraih kemerdekaan, untuk menjadikan negeri ini negeri yang bermatabat. Jadi mari kita menjadi bangsa yang bermartabat dengan terus belajar dan menjadi lebih baik, dengan mberi menfaat bagi sesama kita.

Selamat Hari Pahlawan. 10 November 2012

Dia Takkan Tumbang Oleh Topan

Disuatu pagi yang cerah, diteras sebuah rumah (baca=kontrakan) aku duduk dibawah hangatnya sinar matahari yang mulai meninggi. Tenang, hangat, dan sanagat nikmat rasanya menikmatin pagi dengan caara seperti ini, ditambah lagi dengan berteman segelas the hangat yang perlahan membasahi tenggorokan, sungguh nikmat.


Aku meamandang pada rumput-rumput liar yang tumbuh dengan suburnya. Meski tak diinginkan, ia selalu saja muncul lagi dan lagi. Kemudian aku berfikir, ingin rassanya memiliki semangat yang tangguh seperti rumput-rumput liar itu dalam menghadapi dan menjalani kehidupan. Caranya hidup benar-benar memberikan pelajaran berharga jika kita kita mau berfikir tentangnya.
Meski keberadaan nya tidak banyak yang menginginkan, tapi dia selalu tetap dapat tumbuh dan bertaha hidup didalam siatuasi apapun. Bahkan ketika tumbuhan lain sangat sulit untuk bertahan hidup, dia masih bisa. Dimana dia tumbuh, jarang sekali dia meninggi, sehingga bila tertiup angin dia akan tampak indah, sehingga topan pun tak mampu untuk buatnya tumbang.
Memang keberadaan nya adalah ‘pengganggu’ bagi tanaman pangan milik kita. Tapi Jika kita mau melihatnya dari sisi positifnya, sesungguhnya keberadaannya member manfaat. Satu diantaranya adalah ketika kita (harus) meniadakannya, dia dapat dijadikan sebagai pakan begi binatang ternak.
Terkadang kita salah menilai sesuatu hanya dari melihat ppenampilannya saja, tanpa memperhatikannya (melihat, mempelajari, dan berfikir). Sungguh suatu perbedaan yang besar antara melihat dan memperhatikan. Oleh karenanya kita harus memiulai saat ini juga untuk selalu memperhatikan segala sesuatu yang ada. Bukan hanya sekedar melihat. Kita harus merubah cara kita melihat, menjadi cara memperhatikan sesuatu. Begitulah seharusnya kita belajar.

Dirgahayu Negeriku

Dirgahayu Indonesia

Dirgahayu Negeriku INDONESIA
Semoga tetap Jaya, Berkibarlah terus Merah Putih ku Di Angkasa Raya.
Teruslah berkarya Bangsa INDONESIA.

Ya Rabb,,, Anugerahilah kepada kami Bangsa INDONESIA para pemimpin yang adil, bertaqwa, serta berakhlaq Mulia,,,
Aamiin…..

Sebuah harapan saya yang sangat sederhana di hari kemerdekaan sebuah negeri, dimana aku dilahirkan, tumbuh dan berkembang. Sebuah negeri yang sejatinya Gemahripah Loh Jinawi yang kalu menurut kamus besar berarti “tenteram dan makmur serta sangat subur tanahnya”.
Namun Gemahripah Loh Jinawi yang memiliki arti seperti yang sudah saya tuliskan, sebenarnya adalah perpaduan dari beberapa hal, yang salah satunya adalah “Sanagat Subur Tanahnya” dan kita sudah punya itu. Apakah hanya dengan tanah yang subur dapat menjadikan kita tenteram dan makmur? tentu saja tidak, kan…. (iya, kan…)
Sejatinya tanah yang subur itu tidak akn memberikan manfaat apapun kecuali ada sentuhan (usaha) kita untuk menjadikannya bermanfaat. Hal ini sejalan dengan Firman ALLAH yang punya arti “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka” (QS-13:11).
Sudah Cukup? (belum). Kita bicara tentang negeri,sebuah negara. Bagaimana sebuah sebuah negara bisa Tenteram dan Makmur?. Tentu negara tersebut harus punya pemimpin yang Adil, Bertaqwa, Serta Ber Akhlaq Mulia
Apa sih adil?…. Ya, keadilan termaktub dalam sila ke-5 Pancasila “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Dalam pandangan saya ADIL itu bukan sama rata. Adil itu Menempatkan Sesuatu Pada Tempatnya.
“Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa” Merupakan salah satu persyaratan yang selalu ada dalam syarat untuk menjadi entah itu PNS, Polisi, TNI, atau sebagai calon penguasa pemimpin negeri ini. Tapi sayangnya itu semua hanyalah teks yang hanya jadi pemantas saja. Jika diterapkan dengan sungguh-sungguh, betapa indahnya.
Rakyat akan merasa Tenteram jika dipimmpin oleh pemimpin yang berakhlak Mulia. Tidak ada amarah, kebencian, dendam, dan sakit hati kkepada poara petinggi negeri.
Wallahua’lam.

==============================
sumber gambar: internet&koleksi pribadi. Processed with Photoshop

Bagaimana Proses Kreatif itu Berlangsung?

Seperti yang pernah saya tuliskan di status facebook saya, bahwa kreatif adalah sebuah proses penemuan dan eksekusi, bukan sesuatu yang siap saji.

Tapi kalo menurut Wikipedia, “Daya cipta atau kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan (concept) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada.”

Ketika duduk di suatu ruang, untuk kesekian kalinya saya harus menyaksikan besi-besi yang teronggok di sudut ruangan dan menyandang predikat “tidak bermanfaat”. Dan untuk ke sekian kalinya pula saya berfikir mau diapakan besi-besi itu?

Ya, berfikir. Itu adalah salah satu proses kreatif berlangsung. Tapi itu bukan permulaan dari proses kreatif. Proses kreatif di mulai dari panca indera kita, proses kreatif dimulai saat kita melihat sesuatu, atau saat kita mendengar, bahkan apa yang kita rasakanpun bisa menjadi awal dari proses kreatif berlangsung. Sebagai contoh, ketika saya melihat besi-besi yang menganggur, kemudian saya berpikir harus diapakan? disinilah proses kreatif tengah berlangsung.

Apakah cukup hanya dengan berpikir? Tentu tidak. Seperti yang sudah saya ungkapkan kreatif merupakan sebuah proses penemuan dan eksekusi. Sedangkan apa yang ditangkap oleh panca indera dan diproses oleh otak kita barulah pada tahap penemuan, dan penemuan tersebut harus menghasilkan sesuatu, untuk itu di perlukan action. Dan saya sudah membuktikannya.

Bagaimana agar proses kreatif dapat menghasilkan sesuatu? Tetapkan tujuan. Kegiatan apapun yang melalui sebuah proses pasti pada akhirnya akan berlabuh pada satu tujuan akhir. Tetapkan apa tujuan dari penemuan kita. Apakah sebuah puisi, cerpen, atau bahkan sebuah buku. Dalam hal penemuan saya terhadap besi-besi yang menganggur adalah lemari atau rak buku.

Tanpa banyak berangan angan, saya langsung memberikan sentuhan-sentuhan terhadap besi-besi yang menganggur tersebut dengan satu tujuan. Saya tidak pernah berpikir sebelumnya mengenai bagaimana saya akan mengubahnya. Tapi secara ajaib cara-cara mengenai bagai mana menjadikanya sesuatu yang bermanfaat bermunculan, sehingga sangat mudah bagi saya untuk mengkreasikan tujuan saya, beragam ide segar terus berdatangan.

Seolah-olah ini adalah bukti dari Janji ALLAH yang ada dalam Al-Qur’an yang artinya “Sesungguhnya ALLAH tidak akan mengubah nasib suatu kaum, hingga mereka merubahnya (dengan tangan mereka sendiri)”

Jadi intinya proses kreatif itu adalah suatu proses penciptaan hal baru melalui tindakan nyata yang berdasarkan pada proses pengolahan informasi yang bersumber dari panca indera. Inti dari intinya,,,, kreatif itu kombinasi dari pemikiran dan tindakan. THINK and ACTION, Think and Action.
:-)

Ibu Pertiwi Jangan Berduka, Kami Masih Ada

Kami generasi Indonesia
Cinta Agama, Bangsa dan Negara
Siapkan diri menuju Cipta Indonesia Raya
Berkat Rahmat Allah Maha Kuasa
Pahlawanku berkorban jiwa
Teguh yakin ikhlas dan Rela
Indonesia merdeka…

Kami generasi Indonesia
Cinta Agama, Bangsa dan Negara
Siapkan diri menuju Cipta Indonesia Raya
Berkat Rahmat Allah Maha Kuasa
Pahlawanku berkorban jiwa
Teguh yakin ikhlas dan Rela
Indonesia merdeka…

Indonesia bagai bagian Surga
Nikmat karunia tiada hingga
Amanat Tuhan yang Maha Esa
Anugerah bagi Bangsa

Bumi Indonesia bagai bagian Surga (bagian surga)
Nikmat karunia tiada hingga
Amanat Tuhan yang Maha Esa

Aku ‘kan menjaganya…
Tanahnya, Airnya,
Lautnya, Iklimnya,
Hutannya, Rakyatnya,
Ragam Budayanya,
Indonesia…
Aku Cinta…

Kami Putra Putri Indonesia
Ikrar setia Abdikan diri
Jiwa ragaku Bagimu Negeri
Ibu Pertiwi

Kami Putra Putri Indonesia
Ikrar setia Abdikan diri
Jiwa ragaku Bagimu Negeri
Ibu Pertiwi

Ibu Pertiwi, Jangan Kau Berduka
Kami Masih Ada…

Ibu Pertiwi, Jangan Kau Berduka
Kami Masih Ada…

============
Written by: Haydar Yahya|Song by: Sulis
Sumber Gambar: postersiregar.posterous.com

Ini adalah lyric Lagu Generasi Indonesia. Lagu ini khusus ditulis oleh Ustadz Haydar Yahya untuk peringatan Hari Kemerdekaan Republk Indonesia Tahun 2011 lalu.
Lagu ini dilantunkan dengan penuh khidmad oleh Sulis (Pelantun Sholawat dalam Album Cinta Rasul) pada perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 bertajuk “Melunasi Janji Kemerdekaan” di kampusnya Sulis, Universitas Paramadina.
Kalimat-kalimat yang tertuang dalam lirk lagunya ditambah lagi dengan pembawaan yang penuh dengan penjiwaan, membuat siapapun yang di dalam hatinya tersimpan rasa cinta pada nusantara ini pasti merinding.
Buat sahabat semua yang memang cinta pada negeeri ini, mesti, kudu, harus, dan (di)wajib(kan) :) untuk membaca ulang Lirik lagunya dan mengamalkan apa-apa yang tertuang disana.
Oh, iya mau tahu gimana lagu ini dibawakan dengan penuh penjiwaan oleh Sulis? boleh, langsung aja tengok liat dibawah.

Senyum Penghargaan

Senyum Adalah:Sumber energi terbarukan yang tak akan pernah habis.

Senyuman ini adalah sebuah senyuman yang dibidik oleh Mas Triyono di sela-sela perbincangan hangat. Sebuah senyuman yang tercipta secara otomatis ketika mendengar pendapat orang lain, senyum ini disebut Senyum Penghargaan

Penciptaan sebuah senyuman tidak membutuhkan banyak energi, seseorang hanya perlu menarik beberapa urat wajah untuk menghasilkannya. Dan energi dari sebuah senyuman ini dapat dimanfa’atkan antara lain untuk membangkitkan kebahagiaan, mengusir kesedihan, dan dapat MENCIPTAKAN Senyuman-senyuman lain.
Artinya hanya dari sebuah senyuman, dapat membangkitkan kebahagian dan dapat mengusir kesedihan dari muka bumi ini.
Jadi marilah kita tersenyum, Let’S SMILE. :)

How to Find The Idea(s), and Where They Go?

Ketika seorang penulis (pemula) sudah beberapa waktu tertentu tidak menghasilkan tulisan, atau seorang Blogger (newbie) tidak meng-update blog nya ataupun tidak melakukan posting, biasanya mereka akan melontarkan jawaban yang sama atas satu pertanyaan ini.
“Mengapa tidak menulis?”
Jawabnya: “Gak punya ide” atau “Gak Ada Ide” atau “No Idea” atau dengan kalimat-kalimat lain yang memiliki maksud yang tidak sama tapi senada (pengalaman pribadi) Hehehe,,,
Nah, jika seperti ini kejadiannya, bagaimana mengatasi nya? Baiklah, kali ini saya mau berbagi pengalaman nih tentang Bagaimana Menemukan Ide, dan Kemanakah Mereka (ide) itu Pergi?

Jadi begini, sejatinya otak manusia itu dipenuhi dengan bermacam ide yang berlompatan tak tentu arah, sehingga ide itu tak perlu dicari.
Tapi kenapa terkadang kita masih saja kehabisan ide?
Good Question…! Jawabnya karena ide yang ada dalam otak manusia itu bersifat liar, masih terlalu umum, atau katakanlah masih mentah. Sehingga perlu untuk dirangsang, diolah , dan dikembangkan sehingga bisa menjadi sesuatu, begini caranya:

Melihat sesuatu dengan cara yang berbeda
Lakukanlah sesuatu yang lebih dari sekedar melihat, yakni memperhatikan. Ketika menemui dua ekor ayam yang sedang bertarung, coba pikirkan mengapa mereka bertarung? Jika mereka bias berkata, apa yang akan mereka bicarakan?, Bagaimana merea memulai? Dan seterusnya,,, dan seterusnya,,, sampai kita bayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya pada mereka.

Gunakan Panca Indera
Bukan hanya mata yang kita miliki untuk merangsang ide itu menjadi sesuatu. Disuatu pagi yang cerah, coba perhatikan matahari yang tengah berusaha untuk meninggi, perhatikan setiap perubahannya, rasakan sentuhan hangatnya, dengarkan bagaimana angin menyapa kita dengan lembut, hirup dalam-dalam udara pagi yang belum tercemar dan rasakan kesegarnya.

Latihan
Sering-seringlah lakukan kedua hal diatas, Gunakan Panca Indera kita untuk mangamati sesuatu. Dan amatilah sesuatu hal yang biasa secara mendetil, coba untuk mendeskripsikan sesuatu, membandingkan dua hal yang berbeda, menyusun kalimat dari dua kata yang sama sekali berbeda, dan sebagainya.

Tuliskan
Terkadang kita harus merangsang ide dalam otak kita untuk muncul kepermukaan agar dapat diolah menjadi sesuatu. Namun terkadang, mungkin karena faktor internal atau mungkin karena apa yang ada disekitar kita dapat memunculkan ide dengan sendirinya ke permukaan, dan biasanya dia muncul hanya sesaat dan tidak tentu waktunya kemudian dia kembali tenggelam dalam memori otak kita, Oleh karena itu Tuliskanlah ide yang muncul secara tiba-tiba itu agar dapat diolah menjadi sesuatu. Jadi sebenarnya ide itu ada dalam otak kita, tidak pergi kemana-mana, dia hanya timbul dan tenggelam. Maka siapkanlah pena dan secarik kertas dimanapun kita, atau buatlah shortcut notes di homescreen ponsel kita.
Nah itu beberapa pengalaman saya mendapatkan ide, mungkin Sahabat punya pengalaman juga dalam mendapatkan ide, yuk sharing di comment.

sumber gambar: motivasiandi.blogspot.com

Hadapi Pilihan

Terkadang kita merasa takut untuk memulai sesuatu, atau ragu. Ah, hal yang biasa status galau emang lagi tren kan, apalagi di internet lebih spesifiknya di twitter. Disana (linimasa) saya sering banget nemuin twit-twit galau.
Kembali pada keraguan, lantas bagaimana kita menghilangkan keraguan dan ketakutan untuk memulai? Jawabnya cuma satu, BERSEGERAlah untuk memulai.
Tapi lain kasusnya ketika keraguan itu menghampiri kita justru ketika kita dihadapkan pada banyak pilihan (nah lo, galau lagi nih,,,,). Memang tidak mudah untuk mengambil suatu keputusan (Buat yang pernah dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit, pasti tahu lah bagaimana rasanya?). Apalagi keputusan yang berkaitan dengan masa depan kita.
Sulit untuk memutuskan afalah ketika kita dihadapkan pada pilihan yang kesemuanya baik. Jika seperti ini kasusnya, maka kesemuanya kembali pada diri kita yang alan menjalani, dan biasanya kepribadian kita juga turut andil dalam pengambilan keputusan.
Seorang yang lebih suka ‘cari aman’ cenderung memilih segala sesuatu yang sudah nampak. Maksudnya begini, orang-orang tipe ini akan merasa nyaman mengambil pilihan seperti kebanyakan orang, tidak mau ambil resiko. Dalam pekerjaan, orang-orang ini memilih yang sedikit tapi pasti dsripada menghadapi tantangan untuk mendapat yang lebih.
Kebalikan dari tope ini adalah orang-orang yang menyukai tantangan. Orang-orang ini cenderung menyukai ha-hal baru yang mungkin tidak pernah merrka tahu sebelumnya. Ketika dihadapkan pada pilihan, seorang yang menyukai tantangan justru memilih yang tidak pasti daripada mengambil pilihan yang biasa.
Kalau selalu saja bingung dan ragu ketika dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit, maka tanyakanlah pada sang Pencipta. Bagi orang muslim, ketika dihadapkan pada pilihan yang sulit maka di sunahkan untuk ber Istikharah.
Demikian :)

30 Hari Menulis for December Challenge

Dimulai pada Oktober 2011 lalu, Gerakan 30 Hari Menulis terus mengadakan tantangan-tantangan berbeda setiap bulannya. Tujuan dari gerakan ini sederhana saja, yakni untuk memotivasi kita yang ikutan tantangannya selama 30 Hari agar bias konsiste menulis setiap harinya.
Tidak ada persyaratan khusus untuk mengikuti challenge ini, yang penting cukup menulis dan di publikasikan. Medianya bebas, bias di facebook wall atau facebook notes, twitter, blog pribadi, atau dimana saja yang dapat diakses.
Nah, kalau kita sudah menulis cukup di twitkan link nya dan mention @G30HM supaya tulisan kamu bias di share ke lebih banyak orang, diakses, dan dibaca. Atau di share ke facebook Wallnya 30 hari menulis di www.facebook.com/wrisocmed .
Kalau bulan lalu (November) Gerakan 30 Hari menulis mengusung tema #NaNoWriMo atau “National Novel Writing Month”, karena memang November adalah merupakan bulannya menulis novel selama 30 Hari dengan tema bebas sebebas-bebasnya dan dengan ketentuan minimal penulisan 50.000 kata.
Di penghujung tahun ini, Gerakan 30 Hari Menulis kembali ke format awal (seperti Oktober lalu) yakni menerapkan Weekly Challenge. Dan berikut adalah daftar weekly challenge yang bakal kita tuliskan dalam 30 Hari selama Desember ini.

Minggu pertama (1 s/d 7 Desember 2011) Temanya “7 days to write fairy tale”
Ya, tantangan untuk minggu pertama di bulan Desembar adalah menulis dongeng. Kita diminta untuk menulis dongeng selama 7 hari, dan tiap dongeng ditulis minimal 140 karakter. Yuk mari berimajinasi mengembara kea lam khayal.

Minggu kedua (8 s/d 14 Desember 2011) Temanya “7 days to write your own wise word”
Pasti kita sering termotivasi oleh kata-kata bijaknya para tokoh dunia atau para motivator. Nah, ditantangan minggu kedua ini kita diminta untuk menuliskan minimal 1 kalimat bijak kita sendiri setiap harinya selama 7 hari. Mudah-mudahan dengan kata-kata bijak kita bias memotivasi banyak orang, atau minimal memotivasi diri sendiri.

Minggu ketiga (15 s/d 21 Desember 2011) Temanya “7 days to write about good things today”
Tuliskan tantang segala good things yang kamu temui setiap harinya minimal dalam satu kalimat selama 7 hari. Dengan mengabarkan berita baik, saya sangat yakin kita sendiri akan merasa baik juga.

Minggu keempat (22 s/d 30 Desember) Temanya “If you only have 9 days to live, what you will do each day?, write it”
Kembali kita diajak untuk terbang dan berangan-angan, diajak mengingat mati. Bayangkan ini adalah hari-hari terakhir kita, pasti ita ingin melakukan segala yang terbaik untuk dunia ini. Tuliskan.

Nih posternya 30 Hari Menulis untuk December Challenge.

Menjadi Bangsa Yang Besar

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.”

=Ir. Soekarno= (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)

Bagai mana kita menghormati jasa para pahlawan? Tentu saja dengan menjadi bangsa yang besar.
Menjadi Bangsa yang besar merupakan bentuk penghormatan tertinggi terhadap jasa para pahlawan. Lantas apa dan bagaimana menjadi bangsa yang besar itu? Menurut pemikiran saya, dalam mengartikan “Bangsa yang Besar” secara sederhana adalah Bangsa yang mandiri, tidak banyak menuntut, rela berbagi terhadap sesamanya dan menjaga sserta merawat lingkungannya (bagian kecil dari tanah airnya) sebagai bagian dari hidupnya.
Coba sejenak renungkan, ketika MEREKA, para pahlawan kemerdekaan berjuang demi berkibarnya sang Merah Putih. Tak sedikit yang mereka korbankan, tidak hanya harta bendanya namun juga jiwa dan raganya dipertaruhkan demi kemerdekaan tanah airnya. Mereka rela melakukan semua itu untuk KITA, generasi penerusnya.
Kini kita hidup dalam Kemerdekaan, hak-hak kita dilindungi, bermacam fasilitas tersedia. Maka kita harus manfaatkan semua itu dengan sebaik-baiknya. Jangan pernah siakan waktu yang ada, Belajarlah untuk mengenal dunia, belajarlah untuk mengenal dan mengenang leluhumu, pahlawanmu, Kembali renungkan sejenak, untuk apa mereka memperjuangkan kemerdekaan? Untuk kita. Coba renungkan, Apakah mereka pernah menuntut sesuatu dari kita karena telah memperjuangkan kemerdekaan u tuk kita? Sekalipun tidak!.
Saya memiliki keyakinan, bahwa mereka para pahlawan kemerdekaan, berjuang dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan. Dan saya sangat yakin, mereka juga memiliki satu harapan yang besar dari perjuangan mereka, yakni kehidupan GENERASI MEREKA akan lebih baik.
Maka kita, harus menghormati jasa mereka denvan memenuhi HARAPAN MEREKA. Jangan pernah bertanya atau menuntut sesuatu dari negaramu, tapi bertanyalah apa yang sudah kamu perbuat untuk negerimu. Terlalu banyak cara untuk menjadikan kita bangsa yang besar, salah satunya dengan melakukan banyak hal penting untuk memperbaiki diri kita. tapi kadang kita terlena dengan hal-hal kecil yang tidak penting.
Di hari pahlawan ini, mari kita jadikan langkah awal untuk menjadi bangsa yang besar.
Quote dari saya
“Jika tidak mampu mengubah negerimu, berusahalah untuk memperbaiki dirimu.”

30 Hari Menulis

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

(Pramoedya Ananta Toer)

30 Hari Menulis

Teman, ini adalah satu gerakan atqu bisa dibilang tantangan buat kita agar kita lebih giat lagi menulis. Harapannya sederhana saja, ddengan kita menulis diharapkan tulisan kita bisa menginspirasi banyak.
Setiap individu punya pemikiran yang berbeda, pandangan yang unik, dan minat yang beragam. Maka dari itu, jangan pernah menjustifikasi tulisanmu sendiri dengan mengatakan “Ah, ini tak layak untuk di publikasikan”. “Tulisanku kan jelek….”. “Pingin nulis tapi….”.”Aku kan gak bisa nulis, gmana kalo….”. Dan sebagainya,,, dan sebagainya.
Untuk menulis sebenarnya sederhana saja, yang kita butuhkan hanyalah menulis, kemudian, menulis, lalu menulis, setelah itu menulis, dan menulis, serta dilanjutkan dengan menulis. Sedarhana kan. Sedangkan untuk hasilnya, SEKALI LAGI JANGAN PERNAH MENJUSTIFIKASI TULISANMU SENDIRI. Yang kita perlu cuma menulis, mungkin kamu memandang bahwa tulisanmu itu biasa saja tapi bisa jadi tulisanmu itu memberi inspirasi bagi orang lain. Jadi jangan pernah ragu untuk mempublikasikan tulisanmu. Di era Teknologi Canggih seperti sekarang ini publikasi bukan lagi jafi soal. Ada sarana publikasi yang murah (bahkan gratis), instan dan realtime melalui blog, fscebook, twitter dan media sejenis.
Gerakan 30 Hari Menulis ini, seharusnya kita jadikan sarana untuk memotivasi diri kita untuk lebih giat lagi menulis. Dalam gerakan ini tidak ada syarat ataupun ketentuan apapun sehingga kita bebas untuk berekspresi dan bermain bersama imaginasi kita.
Ingat, MENULIS ADALAH BEKERJA UNTUK KEABADIAN.

Berbagi Bikin Happy

Satu kalimat yang  simple namun memang mempunyai kekuatan yang dahsyat jika benar-benar di implementasikan. Dalam kehidupan. Berbagi Bikin Happy, saat ini tengah menjadi Slogan dari sebuah gerakan nyata yang memang awalnya bermula dari Internet, yakni Akademi Berbagi. Sahabats, sudah pernah dengar  belum tentang gerakan ini? Mungkin sebagian sudah tidak asing lagi, tapi mungkin sebagian memang ada yang belum tahu.

Baiklah saya jelaskan sedikit ya mengenai Akademi Berbagi ini. Akademi berbagi itu adalah suatu gerakan sosial yang bertujuan untuk berbagi pengetahuan yang bisa di aplikasikan langsung. Bentuknya adalah pengadaan kelas-kelas pendek dengan peserta terbatas, yang diajar oleh praktisi yang ahli dibidangnya.

Gerakan Akademi Berbagi ini diprakarsai oleh Ibu Ainun Chomsun, “Happy Mom with a beautiful daughter. Worker with a million dreams. In God I trust. Social media activist, Community Relation Principal of Akademi Berbagi & DSMA, “ demikian yang beliau tuliskan di Bio akun twitter nya.

Yang paling menarik adalah pemakaian slogan Berbagi Bikin Happy disini benar-benar real. Karena setiap kelas Akademi Berbagi ini diadakan di tempat-tempat yang bisa dipinjam secara gratis, di ajar oleh para guru yang mau berbagi ilmu dan pengetahuannya dengan ikhlas dan gratis, serta gratis bagi seluru peserta kelas. Wow, benar benar luar biasa.

Akademi berbagi ini tidak hanya ada di Jakarta, namun saat ini sudah merambah ke beberapa kota di Indonesia seperti, Bandung, Semarang, Solo, Jogjakarta, Medan, Ambon, Palembang, Surabaya, Tangerang dan Lampung (segera menyusul :-) ) serta Akademi Berbagi Jalanan. Ini semua berkat kerja keras para relawan yang antusias dengan Aakademi Berbagi ini. Tertarik? ingin tahu lebih banyak tentang Akademi Berbagi ini? kamu bisa langsung lihat di websitenya Akademi Berbagi.

sumber gambar: www.akademiberbagi.org

Tetap Semangat Mengisi Kemerdekaan

http://masnur.net

Usia negeri ini, telah memasuki tahun ke-66. Dalam perayaan Hari Ulang Tahun
Indonesia ke-66 pada 17 Agustus kemarin diperingati serentak di seluruh penjuru
Negeri Baik secara langsung melalui upacara bendera ataupun kegiatan lain
seperti salah satunya yang membuat terharu adalah pelaksanaan upacara
bendera pertama oleh para siswa dan orang tua Madrasah Al-Falah di TPA Bantar
Gebang. Selain itu juga, peringatan Kemerdekaan juga semarak dilaksanakan
secara online oleh berbagai kumunitas hingga “HAPPY BIRTHDAY INDONESIA”
sempat menjadi Tending Topic di Twitter. Ini adalah bukti bahwa bangsa Indonesia
masih memiliki semangat, semangat persatuan seperti semboyan sang Garuda
“Bhineka Tunggal Ika”, Semangat Cinta Indonesia seperti yang di kobarkan oleh
para pahlawan negeri ini yang dengan semangat yang berapi-api Dengan gagah
berani berkata “NKRI, HARGA MATI” dan kemudian mereka membuktikannya dengan
tindakan.
Tapi sungguh ironis jika semangat itu ternyata hanya tren sesaat. Yang terlihat
merah menyala hanya dalam peringatan 17 Agustus saja, namun ketika sudah lewat
peringatan Kemerdekaan semangat itu padam, pudar dan hilang. Harusnya kita
malu dengan para pahlawan yang telah rela mengalirkan darahnya demi kemerdekaan,
malu kepada mereka yang jiwanya terenggut demi Ibu Pertiwi.
Dalam mengisi kemerdekaan ini kita tidak perlu lagi bertaruh nyawa ataupun
mengalirkan darah. Lakukan apapun untuk kemajuan negeri ini, lakukan yang terbaik.
Adalah tugas kita untuk menjadikan Indonesia sebagai Rumah Kita, menjadikan
Negeri ini surga bagi kita.
Ah, mungkin terlalu berat jika kita berbicara tentang mengubah negeri ini menjadi lebih baik. Mungkin YA, jika kita melaksanakannya seorang diri. Tapi saya yakin, jika seluruh bangsa ini punya kesadaran akan perannya masing-masing, Indonesia yang lebih baik akan terwujud, Indonesia yang kita Impikan bukanlah sekeder khayalan.
Mari kita bersama mewujudkan Indonesia yang lebih baik dengan konsistan
menjalankan peran kita sebagai Warga Negara yang baik. Dengan kita konsisten
menjalankan Kewajiban kita sebagai warga negara, konsisten menjalankan hukum dan
perundang undangan yang berlaku, konsisten mengamalkan Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari.

Sumber Gambar: siboglou.wordpress.com

Setiap Kita Adalah Pahlawan

10 November, di Indonesia diperingati secara Nasional sebagai hari pahlawan. Pahlawan selalu di identikkan dengan para leluhur yang telah berjuang sehingga darahnya harus mengalir dari tubuhnya, jiwanya terpisah dari raganya demi memperebutkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jika kita memandang lebih luas lagi makna pahlawan, sebenarnya kita dapat memaknainya dari berbagai sudut. Tapi nampaknya hal tersebut belumlah memasyarakat ataupun membudaya di Indonesia. Pahlawan (Nasional), di Indonesia saat ini seperti sebuah pencapaian yang ditandai dengan sebuah gelar yang di sematkan pada seseorang. Ironisnya pemberian gelar itu sampai sampai menjadi persengketaan (Soeharto sebagai Pahlawan Nasional). Mungkin ini karena adanya penyempitan makna, Pahlawan menjadi Pahlawan Nasional.
Mungkin kita masih ingat dan akan selalu ingat dengan kalimat ini “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, sebuah gelar bagi seorang guru. Karena ia turut serta mencerdaskan para pemuda yang metupakan masa depan negeri ini.
Jika kita mau membuka mata kita dan memandang kearah yang lebih luas untuk memak ai pahlawan, sebenarnya setap individu adalh pahlawan. Seorang guru, karena jasanya memberikan pendidikan kepada murid muridnya disebut sebagai pahlawan. Seorang ayah berusaha menghidupi istrk dan anaknya juga adalah pahlawan bagi keluarganya. Lebih dari itu, semua dari kita adalah pahlawan. Saya memaknai pahlawan adalah, manusia yang terus berusaha memperbaiki dirinya dan terus meningkatkan kualitas hidupnya dengan tetap memperhatiman hak hak orang lain. Sehingga keberadaanya tidak menjadi beban bagi orang lain, bahkan memberi manfaat kepada sesamanya dan kepergiannya selalu dirindukan untuk kembali. Kita semua adalah pahlawan, Selamat hari pahlawan :-)

Nursaleh [The Always Happy Blogger]

sumber gambar: http://mardasemangatlomba.blogspot.com

Posted from WordPress for Android

Mari Nge-Blog, Mari Berbagi, Mari Berbahagia

Beberapa tahun silam, anda, saya, mereka, dan beberapa orang yang kini telah sukses melalui satu media bernama internet, mungkin hanyalah orang-orang biasa. Atau mungkin orang-orang luar biasa dengan semangat yang luar biasa, dengan pemikiran-pemikiran luar biasa namun tidak terdengar kecuali hanya dilingkungannya yang terbatas. Atu bahkan seorang yang dapat mengubah dunia menjadi lebih baik dengan tangannya, namun seolah tidak dapat berbuat apa-apa karena berada di suatu tempat yang terisolasi dari manapun.
Maka bersyukurlah kita yang hidup di suatau zaman, dimana Teknologi Informasi tengah menjadi suatu kebutuhan yang dapat dinikmati dimanapun berada. Sehingga Pemikiran sekecil apapun yang di bagikan melalui facebook, menjadi sesuatu yang luar biasa. Tulisan sepanjang 140 karakter yang dikicaukan melalui Twitter pun tidak luput dari jutaan pasang mata.
Tapi apakah anda menyadari, bahwa pemikiran positif anda yang anda bagikan lewat status anda di facebook ataupun kicauan anda di twitter mungkin dapat memotifasi banyak orang dan bahkan bisa merubah hidup seseorang menjadi lebih baik?. Dan mungkin saja suatu saat dapat memotivasi diri anda sendiri.
Tapi tahukah anda? Bahwa dengan seringnya kita meng update status di facebook dan berkicau di twitter, suatu hari nanti akan menyulitkan kita menemukan sesuatu yang luar biasa yang pernah kita tuliskan. Lalu bagaimana mengatasinya?
Sebanarnya ada satu media di internet yang lebih Powerful. Disini anda tidak hanya bisa berkicau, namun anda bisa memuntahkan semua pemikiran positif anda, anda bisa membagikan ide anda dengan lebih detail. Anda bisa menularkan Semangat anda, dan yang paling penting, anda bisa menjadi diri anda sendiri.
Lalu media apakah itu? Itu adalah ?Weblog? atau lebih popular dengan sebutan Blog. Blog bukan hanya sebuah akun di internet, tapi lebih dari itu. Blog adalah suatu media publikasi yang murah, mudah dan manfaat. Blog bisa dikatakan sebagai identitas. Karena Nge-Blog lebih dari sekedar menulis, saya sendiri mendefinisikan kegiatan Nge-Blog dengan “Nge-Blog adalah menulis dan berbagi”.
Disadari ataupun tidak, manusia sesungguhnya bersifat keluh kesah. Kita akan MERASA TENANG setelah menceritakan permasalahan kita kepada keluarga tercinta atau sahabat. Kita akan merasa LEBIH BAHAGIA ketika kita bisa BERBAGI kebahagiaan dengan orang lain. Melalui blog, kita akan dapatkan semua itu. Dan apakah anda tahu? Bahwa Eksistensi seorang Blogger bukan hanya di Jagat Maya, Eksistensi Blogger mendapat pengakuan di penuh. Ini terbukti dengan adanya Hari Blogger Nasional yang di peringati setiap tanggal 27 Oktober. Dan Blogger juga wadah untuk berkumpul. Seiap Tahunnya Selalu diselenggarakan Pesta Blogger, yakni sebuah acara berskala Nasional, sebuaha ajang bertemunya para Blogger se Tanah Air.
Jadi Sudahkah anda Nge-Blog?
Jia belum, ayo segera bikin Blog, Mari kita Menulis, Mari kita Berbagi, dan Mari berbahagia :-) .
Buat para Blogger, Ayo pertahankan Eksistensimu dengan Tetep Nge-Blog, Tetep, Berbagi, dan Selalu Berbahagia :-)

Nursaleh [The always Happy Blogger]
http://masnur.net

Gambar: 4auntum.wordpress.com

November, Kembali dengan Dua Semangat

<img src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:Zyt_Vd5yoWZmaM::jiwasukses.files.wordpress.com/2010/02/semangat.jpg"
Oktober telah berlalu. Ternyata saya melaluinya dengan banyak hal yang luar biasa, dan semuanya outside of the home. Di mulai dengan saat saat mendebarkan setelah sebuah penantian panjang untuk menempuh sebuah perjalanan. Setelah beberapa waktu lalu dinobatkan sebagai salah satu dari 66 orang petualang Aku Cinta Indonesia detik.com yang berkesempatan untuk menikmati keindahan alam Indonesia dengan bermacam keragaman seni dan budaya, bermacam bahasa serta keramahtamahan bangsa Indonesia, dan kemudian mengabarkannya kepada Dunia melalui tulisan dan foto.
Banyak hal hal menarik yang aku dapatkan dalam pengalamanku menjelajah Jawa Tengah dan Kepulauan Karimun Jawa. Mulai dari ketinggalan pesawat ketika akan terbang ke Jakarta, muntah muntah diperjalanan, kedinginan di Dieng Plateau, Berkuda di Gedong Songo, bercumbu dengan hiu di Wisma Apung Karimun Jawa, dan masih banyak hal hal seru nan konyol lainnya.
Sepulang dari perjalanan yang luar biasa, saya kembali berkesempatan untuk menjalani hal luar biasa, menjadi seorang voluteer dan bergabung bersama sebuah team yang luar biasa dalam penyelenggaraan Pesta Blogger, sebuah ajang tahunan berkumpulnya para Netizen di Indonesia yang kini memasuki tahun ke-4 dengan mengangkat tema “Merayakan Keragaman”.
Disana, selain bisa bergabung dengan panitia inti dengan Mbak Rara as a chairwoman dan dibantu oleh Shinta (bukan sodaranya jojo yah). Ada zipeng, Golda, Aca, Dimas, dan masih banyak lainnya, gak apal satu satu. Saya juga bertemu dengan teman teman baru yang juga volunteer, ada akhlis, riza, novi, agil, brahmantyo, rangga, fitri, aisha, yusako, myrma, hanum, dan masih banyak lagi.
Acaranya juga seru banget, setelah Acara seremonial dan makan siang ada saat mengunjungci pulau pulau indah dalam break out session. Ada 10 Pulau yang dijadikan nama kelas di brek out session yang masing masing ada 3 sesi di tiap kelas dan diisi oleh banyak sponsor dan komunitas dengan topik beragam, sehingga sekitar 1500 peserta Pesta Blogger+2010 dapat memilih sesi mana yang mereka sukai dan sesuai dengan minat serta ketertarikan nya masing masing. Mau tahu ada apa aja di Breakout Session ini? Nantikan Update selanjutnya.
Yup, setidaknya itulah dua semangat yang aku bawa pulang di akhir Oktober. Semangat Untuk Mencintai Indonesia, dan Semangat untuk tetap ngeblog. Sempurna, berharap November ini aku dapat menebarkan “virus” semangatku ke seluruh penjuru jagat maya, Semangat Aku Cinta Indonesia, Semangat Menulis, Semangat Ngeblog, Semangat positif, Semangat Semangat
Ayo Bakar Semangat mu Kawans…..

Makhluk (yang) Lembut Itu Dapat Menghancurkan

http://masnur.net

Sesuatu menyentuh pipiku, sekali, dua kali, tiga kali, dan terus berulang, terasa dingin memaksaku untuk beranjak dari pembaringan. Argh… Langit sedang
menangis air matanya mengucur begitu derasnya seperti hujan, tidak… Ini tidak
seperti hujan tapi ini memang hujan yang lebih terdengar seperti perang, hujan yang
begitu deras dan halilintar yang terus menyambar mengiringi hujan malam ini, di
tambah lagi dengan listrik yang padam seakan menghantarkan aku pada suatu
peperangan didalam hutan belantara lengkap dengan sang Raja yang siap
menerkam kapan saja. Aku harus melawan rasa kantuk yang masih hinggap dimataku,
dan aku harus mengatasi air yang telah mampu menembus atap dan masuk
kedalam rumah. Aku heran, setiap kali hujan deras turun, air selalu saja mampu
masuk ke kamarku melalui atap yang terlihat rapat, tidak ada lubang di sana, tapi tidak terjadi ketika intensitas hujan biasa saja.
Beberapa kali aku mencoba memanjat dinding mendekati sumber air untuk
memperhatikan hal ini ketika air menembus atap. Tapi belum sampai pada kesimpulan
hujan selalu saja reda, seperti mempermainkan aku. Mungkin kita harus
belajar dari air yang mampu menembus ‘batas’ yang rapat. Air mampu melukai batu
yang keras. Air dapat menghancurkan karang yang tegar. Air juga dapat memporak
porandakan kehidupan yang indah bersama dengan musnahnya makhluk-makhluk dalam
kehidupan itu. Lalu apakah kita harus marah kepada air? Seharusnya kita bertanya pada diri kita sendiri, pantaskah kita marah? Bukankah kita sangat membutuhkan air?
Sebaiknya kita melihat pada diri sendiri, sebaiknya kita memperlakukan air dengan
baik dan sopan. Bukankah dia makhluk yang lembut? Yang dapat memberikanmu
kesegaran? Dia dapat menghilangkan dahagamu? Dan dia juga mampu
membersihkan tubuhmu?. Maka berhematlah dalam menggunakan air,
hormati ia niscaya dia akan bersahabat dengan kita.

Sasando Rote (Indonesa Bangga Memilikimu)

Blog of MasNur
Kemaren malem nonton audisi Indonesia’s Got Talent, sebuah ajang pencarian bakat
bertaraf international yang ditayangkan oleh station tv Indosiar. Para peserta berlomba menampilkan talent mereka dihadapan 3 orang juri dan ratusan audiance, ada yang memukau, aneh-aneh , ampe gak penting (yang penting nongol di tipi) mungkin
demikian motifnya, hehe…
“Indonesia Bangga Memilikimu” demikian yang sering dikatakan oleh juri ketika
mendapati kontestan yang benar-benar bertalenta. Salah satu penampilan yang
memukau dan membuat “Indonesia Bangga Memilikimu” adalah penampilan seorang
pemuda asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur yang ‘memainkan’ sebuah lagu
dengan alat musik bernama Sasando Rote.
Tiga orang juri dan para audiance sangat menikmati permainannya, termasuk saya
yang ikut terkesima melalui layar kaca. Usai memainkan lagu tersebut, lantas salah satu juri ‘menantang’ pemuda ini untuk lagu dari
mancanegara yang dikenal secara international.
“Bonjovi” pemuda itu tanpa banyak basa basi kemudian mendekati ‘partnernya’ dan
segera saja memainkan lagu yang dimaksud. Lagi, para audiance dan juri pun
hanyut kembali dalam alunan petikan sasando rote. Tanpa banyak komentar salah
satu juri mengatakan “dari kita”,..
“Yess…!!!” demikian kompaknya para juri memberi keputusan untuk meloloskan
pemuda ini ke babak selanjutnya. Sedikit info, untuk melewati babak ini seorang
kontestan harus mendapatkan minimal 2(dua) ‘Yes’ dari juri.
Sasando Rote Indonesia Bangga Memilikimu.
‘Rote’ yang dipakai disini adalah nama daerah asal dari alat musik ini (yuk kita
jaga, jangan sampai di klaim oleh bangsa lain). Adalah sebuah Pulau(kepulan) yang
terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sedang ‘Sasando’ sendiri berasal dari kata
Sasandu (dari Bahasa Rote) yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi.
Sasando Rote sendiri terbuat dari tabung panjang(biasanya dari bambu) yang bagian
tengahnya tersusun ganjalan-ganjalan melingkar dari atas ke bawah yang bila
diperhatikan menyerupai anak-anak tangga. Ganjalan-ganjalan ini adalah tempat
bertumpunya senar(dawai ) yang merentang di sepanjang tabung guna menghasilkan
nada berbeda pata setiap petikan dawainya.
Kemudian tabung ini di tempatkan dalam wadah ‘resonansi sasando’ yaitu terbuat
dari daun lontar yang dibuat seperti kipas yang membentuk setengah lingkaran,
sehingga bentuk sasando rote mirip bawang (menurut saya). Sasando Rote, Aku Bangga
Memilikimu, Indonesia Bangga memilikimu, bagaimana dengan anda? Apakah Anda Bangga memilikinya?

Sumber Gambar: net