How to Find The Idea(s), and Where They Go?

Ketika seorang penulis (pemula) sudah beberapa waktu tertentu tidak menghasilkan tulisan, atau seorang Blogger (newbie) tidak meng-update blog nya ataupun tidak melakukan posting, biasanya mereka akan melontarkan jawaban yang sama atas satu pertanyaan ini.
“Mengapa tidak menulis?”
Jawabnya: “Gak punya ide” atau “Gak Ada Ide” atau “No Idea” atau dengan kalimat-kalimat lain yang memiliki maksud yang tidak sama tapi senada (pengalaman pribadi) Hehehe,,,
Nah, jika seperti ini kejadiannya, bagaimana mengatasi nya? Baiklah, kali ini saya mau berbagi pengalaman nih tentang Bagaimana Menemukan Ide, dan Kemanakah Mereka (ide) itu Pergi?

Jadi begini, sejatinya otak manusia itu dipenuhi dengan bermacam ide yang berlompatan tak tentu arah, sehingga ide itu tak perlu dicari.
Tapi kenapa terkadang kita masih saja kehabisan ide?
Good Question…! Jawabnya karena ide yang ada dalam otak manusia itu bersifat liar, masih terlalu umum, atau katakanlah masih mentah. Sehingga perlu untuk dirangsang, diolah , dan dikembangkan sehingga bisa menjadi sesuatu, begini caranya:

Melihat sesuatu dengan cara yang berbeda
Lakukanlah sesuatu yang lebih dari sekedar melihat, yakni memperhatikan. Ketika menemui dua ekor ayam yang sedang bertarung, coba pikirkan mengapa mereka bertarung? Jika mereka bias berkata, apa yang akan mereka bicarakan?, Bagaimana merea memulai? Dan seterusnya,,, dan seterusnya,,, sampai kita bayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya pada mereka.

Gunakan Panca Indera
Bukan hanya mata yang kita miliki untuk merangsang ide itu menjadi sesuatu. Disuatu pagi yang cerah, coba perhatikan matahari yang tengah berusaha untuk meninggi, perhatikan setiap perubahannya, rasakan sentuhan hangatnya, dengarkan bagaimana angin menyapa kita dengan lembut, hirup dalam-dalam udara pagi yang belum tercemar dan rasakan kesegarnya.

Latihan
Sering-seringlah lakukan kedua hal diatas, Gunakan Panca Indera kita untuk mangamati sesuatu. Dan amatilah sesuatu hal yang biasa secara mendetil, coba untuk mendeskripsikan sesuatu, membandingkan dua hal yang berbeda, menyusun kalimat dari dua kata yang sama sekali berbeda, dan sebagainya.

Tuliskan
Terkadang kita harus merangsang ide dalam otak kita untuk muncul kepermukaan agar dapat diolah menjadi sesuatu. Namun terkadang, mungkin karena faktor internal atau mungkin karena apa yang ada disekitar kita dapat memunculkan ide dengan sendirinya ke permukaan, dan biasanya dia muncul hanya sesaat dan tidak tentu waktunya kemudian dia kembali tenggelam dalam memori otak kita, Oleh karena itu Tuliskanlah ide yang muncul secara tiba-tiba itu agar dapat diolah menjadi sesuatu. Jadi sebenarnya ide itu ada dalam otak kita, tidak pergi kemana-mana, dia hanya timbul dan tenggelam. Maka siapkanlah pena dan secarik kertas dimanapun kita, atau buatlah shortcut notes di homescreen ponsel kita.
Nah itu beberapa pengalaman saya mendapatkan ide, mungkin Sahabat punya pengalaman juga dalam mendapatkan ide, yuk sharing di comment.

sumber gambar: motivasiandi.blogspot.com

Re-Organize the Time Management

“Dedikasikan waktu khusus untuk membaca dan menulis masing2 1-2jam setiap harinya, ya hanya untuk membaca dan menulis tidak untuk yang lain.
Mulai sekarang pilih2 lah waktu khusus untuk membaca dan menulis tanpa terganggu oleh aktivitas yang lain.
Kemudian mulailah kumpulkan bahan bacaan yang berkualitas untuk menunjang aktivitas menulis.
Untuk memulai, mulailah dari skrg!”

Kalimat-kalimat itu aku tulis sebagai motivasi diri. Karena ngerasa gak pernah bisa fokus saat menulis. Makanya buat fokus dalam melakukan satu pekerjaan, perlu di sediakan waktu khusus.
waktu yang ku miliki, waktu yang sahabat semua miliki, waktu penulis-penulis best seller miliki, waktu yang orang-orang sukses miliki, dan bahkan waktu yang dimiliki oleh orang-orang gagal pun semuanya sama, 24jam dalam sehari dan semalam. Tapi mengapa ada orang yang yang santai dan punya banyak waktu luang, ada yang punya sedikit waktu, ada yang sibuk, ada yang super sibuk, ada juga yang super duper sibuk, bahkan ada yang ngerasa gak cukup dengan waktu yang 24jam itu? Why?. Do you know why? It’s about management bro.
Seperti diriku yang “gak punya” waktu untuk menulis, sebenarnya saya bukan tidak punya waktu, namun Jujur (harus jujur saya akui) seperti yang sudah saya tuliskan, it’s about managemen. Tidak adanya waktu itu sebenarnya adalah karena managemen waktu saya yang “berantakan”, saya tidak punya jadwal yang teratur dalam pengaturan dan penggunaan waktu.
Back to my self-motivation “Dedikasikan waktu khusus untuk membaca dan menulis masing2 1-2jam setiap harinya, ya hanya untuk membaca dan menulis tidak untuk yang lain.
Mulai sekarang pilih2 lah waktu khusus untuk membaca dan menulis tanpa terganggu oleh aktivitas yang lain.
Kemudian mulailah kumpulkan bahan bacaan yang berkualitas untuk menunjang aktivitas menulis.
Untuk memulai, mulailah dari skrg!” untuk itu saya sudah menetapkan waktu yang tepat, saya memilih waktu without sun alias malam hari. Kenapa malam, karena saya dapat menjamin dapat menulis dan/atau membaca tanpa terganggu oleh aktivitas yang lain. Jadi begini time management yang sudah saya buat dan harus (bisa) saya patuhi. Pertama, Usai sholat maghrib berjamaah (antara maghrib dan isya’) adalah waktu yang harus saya dedikasikan untuk membaca. Usai sholat isya’ adalah waktunya untuk “main” gaul bareng teman-teman, keluar mencari inspirasi, angin (ide) segar sebagai bahan pencerahan, boleh juga online (baca artikel) atau nulis (hanya pada moment yang tepat) di jam-jam ini pake Nokia 6120 classic ku. Namun sebelumnya sempatkan untuk update blog (baca: posting).
Kedua, waktu khusus yang (sudah) saya persiapkan adalah dua jam sebelum shubuh, ini artinya saya harus bangun lebih awal. Saya pikir ini adalah waktu yang pas untuk menulis seusai tubuh kita dan otak selaku top management istirahat secara total, ini artinya saya harus tidur lebih awal.
Nah itu time management yang saat ini sudah saya terapkan untuk kegiatan menulis saya, dan saya sedang berusaha untuk mematuhi peraturan yang saya buat sendiri itu. Bagai mana dengan sahabat semua? Mungkin punya system or time management yang lebih baik? Yuk sharing bareng di sini.

Bingung mau nulis apa?

Kalimat yang aneh untuk judul posting, ia tho? Katanya Kalo mau mulai nulis ya nulis ga usah nanti nanti. Dan, pasti kita bingung, mulai darimana? Waktu yang tepat untuk memulai ya sekarang! Ya, sekarang! Jangan tunda lagi. Saat mau mulai menulis, pasti kita bingung mau nulis apa? (kayak judul posting ini). Apapun, ya apapun yang ada di pikiran kamu tuliskanlah saja ia, dan kemudian biarkan imaginasimu berkolaborasi dengan pena yang ada dalam genggamanmu ataupun tuts tuts keyboard yang ada di ujung jemarimu. Niscaya dia akan mengalir lembut seperti air, setiap ide akan muncul secara tiba2 dan misterius. Teruslah menulis dan menulis, yakinlah dari sepatah kata yang kamu tuliskan pasti akan menjadi sebuah kalimat, kalimat demi kalimat yang tercipta terangkai menjadi sebuah paragraph. Beberapa paragraph saling menyambung dalam sebuah bab, demikianlah seterusnya hingga sebuah buku di terbitkan. Semuanya melalui proses. Yah, proses. Seperti postingan ini, ini adalah sebuah proses dalam menulis. Ketika saya tidak menemukan “sesuatu” untuk ditulis, maka akhirnya saya menuliskan satu kalimat yang ada dalam kepalaku “Bingung mau nulis apa?” menjadi sebuah judul posting. Seperti yang saya katakan tadi, biarkan dia mengalir seperti air, maka segera saja proses menulis itu terjadi.
Sekedar mengingatkan diri sendiri yang suka bingun kalo mulai mau nulis, bahwa “satu kata yang dituliskan akan melahirkan kalimat-kalimat yang saling berkaitan. Namun ide berlimpah dalam kepala tanpa dituangkan dalam tulisan bisa saja menjadi sampah”. So, keep writing.