84 Tahoen

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, Tanah Air Indonesia.

Kedua :
- Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, Bangsa Indonesia.

Ketiga :
- Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.

Djakarta, 28 Oktober 1928

Selamat Hari Blogger Nasional

Hari ini merupakan peringatan hari blogger Nasional ke-6 sejak dideklarasikan 6 Tahun lalu oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh.

Pendeklarasian 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional bertepatan dengan acara Pesta Blogger pada 2007 lalu, Acara tersebut merupakan sebuah acara gathering blogger nasional yang untuk pertama kalinya digelar.
Sebagai seorang blogger, saya memiliki harapan di hari blogger nasional ini. Harapan ini sekaligus merupakan tantangan bagi para blogger (wabil khusus diri saya sendiri) untuk menuliskan konten-konten yang positif dan bermanfaat.
Harapan saya tidak terlalu berlebihan kan…? hanya butuh pemikiran dan kemauan untuk mewujudkan harapan itu. Pemikiran untuk dapat memberikan sesuatu yang berguna bagi para pembaca yang secara tidak langsung mengedukasi bangsa ini melalui tulisan-tulisan yang kita hasilkan, dengan cara-cara kita sendiri (baca=blogger) karena sejatinya blogger adalah penulis. Seseorang yang mengolah sebuah photoblog pun pasti akan selalu menulisakan sesuatu untuk memberi keterangan-keterangan pada setiap photo yang di tampilkan dalam blognya itu.
Perkembangan teknologi informasi dan persaingan yang semakin ketat seiring berjalannya waktu, internet kian menawarkan bermacam layanan. Layanan blog gratisan yang semula hanya di dominasi oleh Blogspot dan WordPress kini semakin beragam bahkan kini layanan blog lokal juga sudah banyak.

Blog dan Social Media.

Dulu, ketika awal-awal populernya blog. Para blogger menyuarakan bahwa “blog bukanlah Tren Sesa(a)t”. Saya berharap demikian (ini jadi satu *lagi* harapan saya di Hari Blogger Nasional ini) :-) dan ini sekaligus menjadi tantangan (lagi) buat para Blogger (wabil khusus diri saya sendiri) untuk membenarkan dan mewujudkan pernyataan dan harapan ini :-) .
Seperti yang sudah saya sebutkan bahwa internet kian menawarkan bermacam layanan dan layanan yang tengah populer saat ini adalah Jejaring Sosial yang di dominasi oleh facebook dan twitter. Lalu bagaimana dengan nasib blog dengan adanya layanan baru ini…?
Dengan munculnya layanan Sosial Media ini (saharusnya) blog tetap eksis karna blog dan layanan sosial media yang ada saat ini punya karakteristik yang berbeda.

Lantas Mesti Nge-Blog atau ber-Sosial Media?

Separti yang sudah saya sebutkan tadi bahwa blog dan sosial media punya karakteristik yang berbeda. Dan saya yakin bahwa para blogger bukanlah orang-orang yang (sangat) Pro dengan status quo, dan bahwa kita adalah orang-orang yang terbuka dan selalu welcome dengan hal-hal baru maka layanan baru yang ada dapat kita manfaatkan juga.
Maka ketika saya ditanya pilih mana antara blog atau media sosial? maka jawabannya adalah tidak ada pilihan, saya menggunakan media sosial dan saya tetap seorang blogger :-) .
Sejatinya blog, media sosial dan internet serta seluruh konten yang ada didalamnya hanyalah objek dan kita punya kendali penuh atas nya.

Saya rasa cukup sekian celotehan dari saya di Hari Blogger Nasional ini. Seemoga harapan saya yang tidak muluk-muluk ini dapat bersama kita wujudkan.

Sahabats Blogger, Apa harapan kalian di Hari Blogger Nasional Ini?

Dirgahayu Negeriku

Dirgahayu Indonesia

Dirgahayu Negeriku INDONESIA
Semoga tetap Jaya, Berkibarlah terus Merah Putih ku Di Angkasa Raya.
Teruslah berkarya Bangsa INDONESIA.

Ya Rabb,,, Anugerahilah kepada kami Bangsa INDONESIA para pemimpin yang adil, bertaqwa, serta berakhlaq Mulia,,,
Aamiin…..

Sebuah harapan saya yang sangat sederhana di hari kemerdekaan sebuah negeri, dimana aku dilahirkan, tumbuh dan berkembang. Sebuah negeri yang sejatinya Gemahripah Loh Jinawi yang kalu menurut kamus besar berarti “tenteram dan makmur serta sangat subur tanahnya”.
Namun Gemahripah Loh Jinawi yang memiliki arti seperti yang sudah saya tuliskan, sebenarnya adalah perpaduan dari beberapa hal, yang salah satunya adalah “Sanagat Subur Tanahnya” dan kita sudah punya itu. Apakah hanya dengan tanah yang subur dapat menjadikan kita tenteram dan makmur? tentu saja tidak, kan…. (iya, kan…)
Sejatinya tanah yang subur itu tidak akn memberikan manfaat apapun kecuali ada sentuhan (usaha) kita untuk menjadikannya bermanfaat. Hal ini sejalan dengan Firman ALLAH yang punya arti “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka” (QS-13:11).
Sudah Cukup? (belum). Kita bicara tentang negeri,sebuah negara. Bagaimana sebuah sebuah negara bisa Tenteram dan Makmur?. Tentu negara tersebut harus punya pemimpin yang Adil, Bertaqwa, Serta Ber Akhlaq Mulia
Apa sih adil?…. Ya, keadilan termaktub dalam sila ke-5 Pancasila “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Dalam pandangan saya ADIL itu bukan sama rata. Adil itu Menempatkan Sesuatu Pada Tempatnya.
“Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa” Merupakan salah satu persyaratan yang selalu ada dalam syarat untuk menjadi entah itu PNS, Polisi, TNI, atau sebagai calon penguasa pemimpin negeri ini. Tapi sayangnya itu semua hanyalah teks yang hanya jadi pemantas saja. Jika diterapkan dengan sungguh-sungguh, betapa indahnya.
Rakyat akan merasa Tenteram jika dipimmpin oleh pemimpin yang berakhlak Mulia. Tidak ada amarah, kebencian, dendam, dan sakit hati kkepada poara petinggi negeri.
Wallahua’lam.

==============================
sumber gambar: internet&koleksi pribadi. Processed with Photoshop

Ibu Pertiwi Jangan Berduka, Kami Masih Ada

Kami generasi Indonesia
Cinta Agama, Bangsa dan Negara
Siapkan diri menuju Cipta Indonesia Raya
Berkat Rahmat Allah Maha Kuasa
Pahlawanku berkorban jiwa
Teguh yakin ikhlas dan Rela
Indonesia merdeka…

Kami generasi Indonesia
Cinta Agama, Bangsa dan Negara
Siapkan diri menuju Cipta Indonesia Raya
Berkat Rahmat Allah Maha Kuasa
Pahlawanku berkorban jiwa
Teguh yakin ikhlas dan Rela
Indonesia merdeka…

Indonesia bagai bagian Surga
Nikmat karunia tiada hingga
Amanat Tuhan yang Maha Esa
Anugerah bagi Bangsa

Bumi Indonesia bagai bagian Surga (bagian surga)
Nikmat karunia tiada hingga
Amanat Tuhan yang Maha Esa

Aku ‘kan menjaganya…
Tanahnya, Airnya,
Lautnya, Iklimnya,
Hutannya, Rakyatnya,
Ragam Budayanya,
Indonesia…
Aku Cinta…

Kami Putra Putri Indonesia
Ikrar setia Abdikan diri
Jiwa ragaku Bagimu Negeri
Ibu Pertiwi

Kami Putra Putri Indonesia
Ikrar setia Abdikan diri
Jiwa ragaku Bagimu Negeri
Ibu Pertiwi

Ibu Pertiwi, Jangan Kau Berduka
Kami Masih Ada…

Ibu Pertiwi, Jangan Kau Berduka
Kami Masih Ada…

============
Written by: Haydar Yahya|Song by: Sulis
Sumber Gambar: postersiregar.posterous.com

Ini adalah lyric Lagu Generasi Indonesia. Lagu ini khusus ditulis oleh Ustadz Haydar Yahya untuk peringatan Hari Kemerdekaan Republk Indonesia Tahun 2011 lalu.
Lagu ini dilantunkan dengan penuh khidmad oleh Sulis (Pelantun Sholawat dalam Album Cinta Rasul) pada perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-66 bertajuk “Melunasi Janji Kemerdekaan” di kampusnya Sulis, Universitas Paramadina.
Kalimat-kalimat yang tertuang dalam lirk lagunya ditambah lagi dengan pembawaan yang penuh dengan penjiwaan, membuat siapapun yang di dalam hatinya tersimpan rasa cinta pada nusantara ini pasti merinding.
Buat sahabat semua yang memang cinta pada negeeri ini, mesti, kudu, harus, dan (di)wajib(kan) :) untuk membaca ulang Lirik lagunya dan mengamalkan apa-apa yang tertuang disana.
Oh, iya mau tahu gimana lagu ini dibawakan dengan penuh penjiwaan oleh Sulis? boleh, langsung aja tengok liat dibawah.

Buanglah Sampah Pada Kemana?

Enggak, saya enggak salah ketik judul, dan andapun tidak salah Baca “Buanglah Sampah Pada Kemana?”. memang sih Text yang lazim adalah “Buanglah Sampah Pada Tempatnya”, Terus kalau tempat sampahnya tidak ada mau buang kemana?. Seperti yang ada di gambar dibawah ini? Jangan deh, jangan ditiru yah.

Jangan Ditiru...!

Jadi begini lho, ceritanya (boleh kan saya cerita :-) ). Sabtu malam kemarin (28/04) saya terdampar di alun-alun serang, setelam parkir, kemudian keliling-keliling berjalan kaki. Singkat cerita Saya dan teman nongkrong di tengah alun-alun sambil ngobrol santai dan ngemil.
Kegiatan ngemil pasti menghasilkan sesuatu yang disebut sampah. Kita tau kan masalah sampah, tentu tidak enak dipandang jika berserakan, apalagi sampah basah yang sudah mulai membusuk,,,, hmmmm,,,,, selain tak sedap dipandang, pasti akan menghasilkan aroma yang tak sedap pula buat indera penciuman kita. Nah, maka dari itu kita mesti buang sampah pada tempatnya agar tidak menggangu, (Kita…? elo aja kali, gue enggak *ala Ruben) *) KITA, bicara tentang kita memang ligkupnya terlalu luas. Jadi sebelum bicara tentang kita haruslah memulai dari diri sendiri.
Baiklah saudara-saudara, kita kembali ke pembahasan mengenai sampah yang saya hasilkan dari ngemil. Mungkin saya belum bisa bicara kita, maka saya memulainya dari diri sendiri. Sampah-sampah yang saya hasilkan saya kunpulkan di satu tempat sehingga tidak berserakan dan mengganggu pemandangan. Ketika akan pulang, saya bawa sampahnya untuk dibuang di tempat sampah yang ada disekitar alun-alun. Namun apa mau dikata? Saya tidak menemui satu tempat sampah yang memang disediakan disekitar alaun-alun. Jadi mesti Buang Sampah pada Kemana Nih kalau begini? “Ibu Ratu” Ayo dong, disiapin tempat sampah atuh di pusat kota,,,, kan malu-maluin udah nenteng-nenteng sampah, eh gak nemu tempat sampah. :-)

Perhatian…!
Postingan ini telah terkontaminasi dengan Curhatan, bila mengakibatkan tawa jangan salahkan siapa-siapa.
sumber gamnbar: romantix.wordpress.com

Tetap Semangat Mengisi Kemerdekaan

http://masnur.net

Usia negeri ini, telah memasuki tahun ke-66. Dalam perayaan Hari Ulang Tahun
Indonesia ke-66 pada 17 Agustus kemarin diperingati serentak di seluruh penjuru
Negeri Baik secara langsung melalui upacara bendera ataupun kegiatan lain
seperti salah satunya yang membuat terharu adalah pelaksanaan upacara
bendera pertama oleh para siswa dan orang tua Madrasah Al-Falah di TPA Bantar
Gebang. Selain itu juga, peringatan Kemerdekaan juga semarak dilaksanakan
secara online oleh berbagai kumunitas hingga “HAPPY BIRTHDAY INDONESIA”
sempat menjadi Tending Topic di Twitter. Ini adalah bukti bahwa bangsa Indonesia
masih memiliki semangat, semangat persatuan seperti semboyan sang Garuda
“Bhineka Tunggal Ika”, Semangat Cinta Indonesia seperti yang di kobarkan oleh
para pahlawan negeri ini yang dengan semangat yang berapi-api Dengan gagah
berani berkata “NKRI, HARGA MATI” dan kemudian mereka membuktikannya dengan
tindakan.
Tapi sungguh ironis jika semangat itu ternyata hanya tren sesaat. Yang terlihat
merah menyala hanya dalam peringatan 17 Agustus saja, namun ketika sudah lewat
peringatan Kemerdekaan semangat itu padam, pudar dan hilang. Harusnya kita
malu dengan para pahlawan yang telah rela mengalirkan darahnya demi kemerdekaan,
malu kepada mereka yang jiwanya terenggut demi Ibu Pertiwi.
Dalam mengisi kemerdekaan ini kita tidak perlu lagi bertaruh nyawa ataupun
mengalirkan darah. Lakukan apapun untuk kemajuan negeri ini, lakukan yang terbaik.
Adalah tugas kita untuk menjadikan Indonesia sebagai Rumah Kita, menjadikan
Negeri ini surga bagi kita.
Ah, mungkin terlalu berat jika kita berbicara tentang mengubah negeri ini menjadi lebih baik. Mungkin YA, jika kita melaksanakannya seorang diri. Tapi saya yakin, jika seluruh bangsa ini punya kesadaran akan perannya masing-masing, Indonesia yang lebih baik akan terwujud, Indonesia yang kita Impikan bukanlah sekeder khayalan.
Mari kita bersama mewujudkan Indonesia yang lebih baik dengan konsistan
menjalankan peran kita sebagai Warga Negara yang baik. Dengan kita konsisten
menjalankan Kewajiban kita sebagai warga negara, konsisten menjalankan hukum dan
perundang undangan yang berlaku, konsisten mengamalkan Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari.

Sumber Gambar: siboglou.wordpress.com

Setiap Kita Adalah Pahlawan

10 November, di Indonesia diperingati secara Nasional sebagai hari pahlawan. Pahlawan selalu di identikkan dengan para leluhur yang telah berjuang sehingga darahnya harus mengalir dari tubuhnya, jiwanya terpisah dari raganya demi memperebutkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jika kita memandang lebih luas lagi makna pahlawan, sebenarnya kita dapat memaknainya dari berbagai sudut. Tapi nampaknya hal tersebut belumlah memasyarakat ataupun membudaya di Indonesia. Pahlawan (Nasional), di Indonesia saat ini seperti sebuah pencapaian yang ditandai dengan sebuah gelar yang di sematkan pada seseorang. Ironisnya pemberian gelar itu sampai sampai menjadi persengketaan (Soeharto sebagai Pahlawan Nasional). Mungkin ini karena adanya penyempitan makna, Pahlawan menjadi Pahlawan Nasional.
Mungkin kita masih ingat dan akan selalu ingat dengan kalimat ini “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, sebuah gelar bagi seorang guru. Karena ia turut serta mencerdaskan para pemuda yang metupakan masa depan negeri ini.
Jika kita mau membuka mata kita dan memandang kearah yang lebih luas untuk memak ai pahlawan, sebenarnya setap individu adalh pahlawan. Seorang guru, karena jasanya memberikan pendidikan kepada murid muridnya disebut sebagai pahlawan. Seorang ayah berusaha menghidupi istrk dan anaknya juga adalah pahlawan bagi keluarganya. Lebih dari itu, semua dari kita adalah pahlawan. Saya memaknai pahlawan adalah, manusia yang terus berusaha memperbaiki dirinya dan terus meningkatkan kualitas hidupnya dengan tetap memperhatiman hak hak orang lain. Sehingga keberadaanya tidak menjadi beban bagi orang lain, bahkan memberi manfaat kepada sesamanya dan kepergiannya selalu dirindukan untuk kembali. Kita semua adalah pahlawan, Selamat hari pahlawan :-)

Nursaleh [The Always Happy Blogger]

sumber gambar: http://mardasemangatlomba.blogspot.com

Posted from WordPress for Android

Saluut, untuk Cintamu Pada Negeriku

Rosa…! Demikian kata yang sering diungkapkan oleh Mbah Marijan, seorang pawang gunung merapi yang kini “diadopsi” oleh PT SIDOMUNCUL untuk menjadi icon salah satu produk mereka, Kuku Bima Ener-G!.
Sidomuncul memang selalu, dan terus saja berinovasi dengan produkny, kuku bima ener-G !. Kuku bima ener-G ! ini adalah termasuk minuman suplemen pertama yang punya banyak varian rasa (salah satu yang paling saya suka adalah rasa Anggur).
Selain produk yang inovatif. PT SIDOMUNCUL Juga kreatif dalam hal pemasaran. Mereka banyak merekrut anak negeri yang berprestasi untuk menjadi icon bagi produk unggulan mereka (kuku bima Ener-G !) seperti Mbah Marijan sang “icon” Gunung Merapi, Chris John sang juara dunia tinju, Ade Ray sang Binaragawan, dan
beberapa anak bangsa berprestasi lainnya.

Strategi pemasaran tak lepas dari iklan. Demikian juga Kuku Bima Ener-G !. Yang membuat saya saluut dan mengacungkan jempol untuk iklan mereka adalah, dalam iklannya PT SIDOMUNCUL tidak hanya menjual produk mereka (Kuku Bima Ener-G!). Tetapi mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia, dengan beraninya dan bangganya mengangkat budaya Indonesia dalam iklannya. Menurut saya ini adalah salah satu wujud rasa cinta sebuah brand lokal “MADE IN INDONESIA” kepada INDONESIA.
Setelah iklannya yang mengangkat tema budaya Indonesia, yakni menampilkan beragam seni dan budaya asli Indonesia, seperti Reog Ponorogo, dan lain lain nya (aku lupa apa aja yang ditampilin), belum lama ini PT SIDOMUNCUL melalui produk unggulannya Kuku Bima Ener-G ! kembali merilis iklan yang “cinta Indonesia” bertajuk kolam susu. Yah, bila dalam iklan “cinta Indonesia” yang sebelumnya mengangkat tema seni budaya Indonesia, kali ini mereka menampilkan keindahan Alam Indonesia dengan di latar belakangi lagu kolam susu milik legendaris Koes Ploes. Saluut deh untuk Kuku Bima Ener-G ! Semoga langkah langkah mencintai Indonesia nya dapat di ikuti produsen produsen lain. Teruslah berkreasi dan berinovasi. Indonesia Bangga Memilikimu, buatlah seluruh bangsa ini Bangga terhadap Negeri mereka, Indonesia.

Aku Bangga Jadi Anak Indonesia…!!!

Anak Indonesia
Dari sang merah putih yang berkibar pun sudah menjadi kebanggaan yang dalam
karena makna yang luar biasa dibalik perpaduan warnanya. Pancasila yang
merupakan dasar hukum negara ini pun sudah pas buanget, tidak berpihak pada
satu golongan tertentu, mengingat Indonesia adalah negara yang kaya akan
adat, budaya, entnis dan ribuan perbedaan yang lain namun tetap satu dalam pangkuan
Ibu Pertiwi dan ini menjadi semboyan Negaraku Tercinta Indonesia “Bhineka Tunggal Ika”.
Aku bersyukur telah terlahir Sebagai anak Indonesia, satu negara yang sangat
strategis beriklim tropis diantara dua samudera dan dua benua. Indonesia adalan
gambaran surga dimana ada sungai-sungai yang mengalir, bermacam buah tumbuh
subur di sana….
Indonesia, dengan kekayaan alam yang berlimpah, oh Indonesia…
Indonesia Raya…
Merah Darahku…
Putih Tulangku…
Aku cinta Indonesia…
…….

Sumber Gambar: www.pdk.or.id