Aku, Satu dari 500


Pagi-pagi sekali seusai sahur langsung membuka situs ACI nya detik.com di http://aci.detik.com/ ternyata belum ada perubahan apa-apa. Tampilannya masih seperti dulu, seperti ketika pertama kali aku menemui microsite ini di detik.com dengan Link bertuliskan “Daftar Keliling Indonesia Gratis” dan aku mengklik nya, kemudian membaca beberapa Spot wisata yang disajikan, membuka halaman “Tentang ACI” kemudian membacanya hingga memutuskan untuk mendaftar melalui ponsel Nokia 6120 classic ku. Saat itu pendaftaran tidak berjalan mulus ada kendala yang mengharuskan aku mendaftar kembali namun dengan E-mail yang berbeda, aku menggunukan E-mail Yahoo yang jarang aku buka, karena lebih banyak memanfaatkan fasilitas Chatting nya alias Yahoo Massenger (YM). Diakhir pendaftaran Disuguhi kalimat “sering-sering Kunjungi situs ini untuk melihat pengumuman berikutnya”. Tapi setiap kali aku mengunjungi microsite ini tampilannya tidak pernah berubah (sampai pandaftaran ditutup/pagi ini), yang berubah hanya nama-nama pendaftar terakhir dan Spot wisata yang ditampilkan di halaman utama.
Suatu ketika pada 11 Agustus 2010 silam seusai menikmati buka puasa bersama keluarga, dalam keadaan santai. Kok tiba-tiba pingin buka E-mail di Yahoo yah… daripada penasaran langsung aja ambil ponsel dan buka situs Yahoo Login dan melihat lihat kotak masuk yang kebanyakan dari Kapanlagi.com. Diantara sekian banyak e-mail kapanlagi.com terselip satu e-mail dari detik.com bersubjek “1000 Semifinalis Aku Cinta Indonesia” dan isinya Selamat! Anda lolos seleksi 1000 semifinalis program “Aku Cinta Indonesia”….
…Langsung saja aku mengikuti petunjuk yang diberikan melalui E-mail tersebut  untuk mengikuti babak ini dan menyisihkan 500 orang semifinalis lainnya untuk dapat masuk ke babak final. Yakni penentuan pemenang sebanyak 33 Tim yang masing masing terdiri dari dua orang atau total ada 66 orang.

Di suatu malam yang dingin, di lembar ke-8 dibulan Ramadhan.
“Sahur…..sahur…..sahur…..” Suara yang terus berulang mencuat melalui pengeras suara di sebuah mushola yang letaknya tak jauh dari kediamanku membuat aku (harus) beranjak dari pembaringan. Seperti biasa kami sahur bersama setelah ibuku selesai memasak. Usai sahur maenan HaPe, kemudian kepikiran untuk membuka e-mail setelah melihat tampilan microsite nya deetik.com kok gak ada yang berubah. Sebagai semifinalis tentunya punya harapan untuk lolos dan memasuki babak final sebelum berharap jadi pemenang, hehe… Mungkin saja pengumuman finalis melalui http://aci.detik.com baru nanti siang, tapi kan mungkin juga akan ada pemberi tahuan lewat e-mail seperti pada babak sebelumnya. Benar saja setelah login ke Yahoo melalui ponselku, aku disuguhe E-mail dari detik.com dengan subject “Selamat 500 Finalis Aku Cinta Indonnesia”. Alhamdulillah aku masuk jadi finalis, tinggal satu langkah lagi untuk memasuki petualangan yang sesungguhnya. Harus berusaha keras nih biar lulus babak ini, teman-teman mohon do’a nya yah…. Terimakasih buat temen-teman, dan terimakasih buat detik.com yang udah beri kesempatan ini.

Makhluk (yang) Lembut Itu Dapat Menghancurkan

http://masnur.net

Sesuatu menyentuh pipiku, sekali, dua kali, tiga kali, dan terus berulang, terasa dingin memaksaku untuk beranjak dari pembaringan. Argh… Langit sedang
menangis air matanya mengucur begitu derasnya seperti hujan, tidak… Ini tidak
seperti hujan tapi ini memang hujan yang lebih terdengar seperti perang, hujan yang
begitu deras dan halilintar yang terus menyambar mengiringi hujan malam ini, di
tambah lagi dengan listrik yang padam seakan menghantarkan aku pada suatu
peperangan didalam hutan belantara lengkap dengan sang Raja yang siap
menerkam kapan saja. Aku harus melawan rasa kantuk yang masih hinggap dimataku,
dan aku harus mengatasi air yang telah mampu menembus atap dan masuk
kedalam rumah. Aku heran, setiap kali hujan deras turun, air selalu saja mampu
masuk ke kamarku melalui atap yang terlihat rapat, tidak ada lubang di sana, tapi tidak terjadi ketika intensitas hujan biasa saja.
Beberapa kali aku mencoba memanjat dinding mendekati sumber air untuk
memperhatikan hal ini ketika air menembus atap. Tapi belum sampai pada kesimpulan
hujan selalu saja reda, seperti mempermainkan aku. Mungkin kita harus
belajar dari air yang mampu menembus ‘batas’ yang rapat. Air mampu melukai batu
yang keras. Air dapat menghancurkan karang yang tegar. Air juga dapat memporak
porandakan kehidupan yang indah bersama dengan musnahnya makhluk-makhluk dalam
kehidupan itu. Lalu apakah kita harus marah kepada air? Seharusnya kita bertanya pada diri kita sendiri, pantaskah kita marah? Bukankah kita sangat membutuhkan air?
Sebaiknya kita melihat pada diri sendiri, sebaiknya kita memperlakukan air dengan
baik dan sopan. Bukankah dia makhluk yang lembut? Yang dapat memberikanmu
kesegaran? Dia dapat menghilangkan dahagamu? Dan dia juga mampu
membersihkan tubuhmu?. Maka berhematlah dalam menggunakan air,
hormati ia niscaya dia akan bersahabat dengan kita.

Sasando Rote (Indonesa Bangga Memilikimu)

Blog of MasNur
Kemaren malem nonton audisi Indonesia’s Got Talent, sebuah ajang pencarian bakat
bertaraf international yang ditayangkan oleh station tv Indosiar. Para peserta berlomba menampilkan talent mereka dihadapan 3 orang juri dan ratusan audiance, ada yang memukau, aneh-aneh , ampe gak penting (yang penting nongol di tipi) mungkin
demikian motifnya, hehe…
“Indonesia Bangga Memilikimu” demikian yang sering dikatakan oleh juri ketika
mendapati kontestan yang benar-benar bertalenta. Salah satu penampilan yang
memukau dan membuat “Indonesia Bangga Memilikimu” adalah penampilan seorang
pemuda asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur yang ‘memainkan’ sebuah lagu
dengan alat musik bernama Sasando Rote.
Tiga orang juri dan para audiance sangat menikmati permainannya, termasuk saya
yang ikut terkesima melalui layar kaca. Usai memainkan lagu tersebut, lantas salah satu juri ‘menantang’ pemuda ini untuk lagu dari
mancanegara yang dikenal secara international.
“Bonjovi” pemuda itu tanpa banyak basa basi kemudian mendekati ‘partnernya’ dan
segera saja memainkan lagu yang dimaksud. Lagi, para audiance dan juri pun
hanyut kembali dalam alunan petikan sasando rote. Tanpa banyak komentar salah
satu juri mengatakan “dari kita”,..
“Yess…!!!” demikian kompaknya para juri memberi keputusan untuk meloloskan
pemuda ini ke babak selanjutnya. Sedikit info, untuk melewati babak ini seorang
kontestan harus mendapatkan minimal 2(dua) ‘Yes’ dari juri.
Sasando Rote Indonesia Bangga Memilikimu.
‘Rote’ yang dipakai disini adalah nama daerah asal dari alat musik ini (yuk kita
jaga, jangan sampai di klaim oleh bangsa lain). Adalah sebuah Pulau(kepulan) yang
terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sedang ‘Sasando’ sendiri berasal dari kata
Sasandu (dari Bahasa Rote) yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi.
Sasando Rote sendiri terbuat dari tabung panjang(biasanya dari bambu) yang bagian
tengahnya tersusun ganjalan-ganjalan melingkar dari atas ke bawah yang bila
diperhatikan menyerupai anak-anak tangga. Ganjalan-ganjalan ini adalah tempat
bertumpunya senar(dawai ) yang merentang di sepanjang tabung guna menghasilkan
nada berbeda pata setiap petikan dawainya.
Kemudian tabung ini di tempatkan dalam wadah ‘resonansi sasando’ yaitu terbuat
dari daun lontar yang dibuat seperti kipas yang membentuk setengah lingkaran,
sehingga bentuk sasando rote mirip bawang (menurut saya). Sasando Rote, Aku Bangga
Memilikimu, Indonesia Bangga memilikimu, bagaimana dengan anda? Apakah Anda Bangga memilikinya?

Sumber Gambar: net