Aku Bangga Jadi Anak Indonesia…!!!

Anak Indonesia
Dari sang merah putih yang berkibar pun sudah menjadi kebanggaan yang dalam
karena makna yang luar biasa dibalik perpaduan warnanya. Pancasila yang
merupakan dasar hukum negara ini pun sudah pas buanget, tidak berpihak pada
satu golongan tertentu, mengingat Indonesia adalah negara yang kaya akan
adat, budaya, entnis dan ribuan perbedaan yang lain namun tetap satu dalam pangkuan
Ibu Pertiwi dan ini menjadi semboyan Negaraku Tercinta Indonesia “Bhineka Tunggal Ika”.
Aku bersyukur telah terlahir Sebagai anak Indonesia, satu negara yang sangat
strategis beriklim tropis diantara dua samudera dan dua benua. Indonesia adalan
gambaran surga dimana ada sungai-sungai yang mengalir, bermacam buah tumbuh
subur di sana….
Indonesia, dengan kekayaan alam yang berlimpah, oh Indonesia…
Indonesia Raya…
Merah Darahku…
Putih Tulangku…
Aku cinta Indonesia…
…….

Sumber Gambar: www.pdk.or.id

Ketika polantas menawarkan “jasa”, salahkah aku?

Pagi ini aku diminta untuk mengantarkan pakde ke tata’an (pesawaran) dengan mengendarai Honda Blade kepunyaan sepupuku. Rute yang saya lewati, jl. Lintas Sumatera ke Rajabasa, kemudian melewati jl. Pramuka untuk menembus kemiling sebelum akhirnya masuk ke kabupaten Pesawaran.
Aku bertengger diatas blade dengan lampu sen kanan berkedip ketika menunggu lampu merah padam dan berganti lampu hijau menyala, untuk kemudian saya masuk ke jl. Pramuka.
Klip, lampu hijau pun menyala, perlahan aku menjalankan sepeda motorku. Namun pak polisi menghampiri dan memintaku untuk “memarkirkan” kendaraan… Aku pun meminggirkan motorku dengan tidak mengerti apa kesalahanku. Ah, biar pak polisi yang menjelaskannya.
Pak polisi pun menghapiriku yang sudah menepi, (oh… Aku sadar, blade yang aku kendarai berpenumpang tiga orang, aku dan pakdeku lengkap dengan helm standar, serta sepupuku yang berusia 13 tahun yang tidak mengenakan helm)
“mau ke mana pak?” pak polisi menyapa.
“ke tata’an pak”.
“kok anak nya gak di pake’in helm?”
Saya hanya diam karna sadar akan kesalahan saya, tidak ada gunanya berdalih. Kesalahan itu tidak bisa di perbaiki saat itu juga, apalagi berdalih, sungguh tidak bijak! Yang terbaik adalah tidak mengulang lagi kesalahan yang sama di kemudian hari. Kemudian pak polisi memberi nasehat dan wawasan tentang bahayanya tidak mengenakan helm, saya sangat berterimakasih karena telah diingatkan. Saya sadar, saya hanya manusia biasa yang tak lepas dari khilafiah.
“bisa ditunjukkan surat-suratnya?” pinta pak polisi kemudian.
Saya pun kemudian memberikan SIM dan STNK kepada pak polisi.
“ikut ke pos” pak polisi kemudian berjalan menuju pos kecil yang berada di pinggir jalan, tepat di ujung jl. Pramuka Bandar Lampung.
Kemudian saya berjalan mengikuti pak polisi.
***
Aku melanggar dua pasal dan STNK harus ditahan. Demikian penjelasan pak polisi yang duduk di sebelahku, setelah aku ditunjukkan dan diminta membaca pasal-pasal yang aku langgar pada selembar kertas yang sepertinya memang sengaja di sediakan untuk (sekaligus) memberikan wawasan dan pendidikan kepada masyarakat (pengguna jalan). Saya tidak ingat betul bagaimana bunyinya, (dari ke dua pasal tersebut, intinya kesalahan saya adalah membiarkan penumpang tidak mengenakan helm).
Pak polisi membuka lembar demi lembar form dalam satu jilid (sepertinya sih surat tilang) yang sudah di coret-coret dengan pena (baca:di isi), tapi saya tidak melihat bekas sobekan di sana. Ta… Da… Akhirnya pak polisi tiba pada lembaran form (surat tilang) yang masih kosong.
“tanggal 4 Agustus nanti, kamu sidang sekalian ambil STNK dan bayar denda” sambil mengisi surat tilang pak polisi menjelaskan kepada saya.
“Iya pak” jawabku yakin. Ini konsekuensi yang harus saya terima, karena telah melanggar. Sebagai warga negara yang baik saya bertekat untuk mematuhi hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Saya mengeluarkan Nokia 6120 classic ku dan menekan tombol gulir ke kanan, untuk masuk ke menu kalender dan melihat kapan 4 Agustus itu tiba, mungkin pada hari itu…. Inilah terdakwa yang telah melanggar dua pasal lalu lintas… Bla..bla..bla… Kemudian saya berjalan dengan tenang masuk ke dalam ruang persidangan, dan kemudian duduk setelah di persilakan. Kemudian mungkin saya akan “dilempari” pertanyaan-pertanyaan, mungkin juga di beri pendidikan tentang sopan santun berlalu lintas, atau mungkin…… Ah, terlalu banyak kemungkinan, saya juga belum pernah menjalaninya.
“bagaimana ini?, mau di bayar di pengadilan, di poltaber, atau titip bayar disini?”. Pernyataan dan pertanyaan pak polisi inilah yang kemudian merubah semua jalan ceritanya.
Jujur saya bingung pada saat itu, kenapa kok jadi banyak pilihan begini?
“ya peraturan perundang-undangan nya bagai mana pak?” saya balik bertanya karena tidak tahu prosedurnya yang benar-benar benar itu bagaimana.
“itu tergantung kebijakan kamu, mau bayar di pengadilan atau ‘titip’ disini juga bisa” demikian pak polisi seolah kok malah menawarkan “jasa”.
“saya ikut aturan yang berlaku saja lah pak” demikian saya menanggapi sambil berpikir (emang ada ya bayar denda ‘titip’ sama pak polisi?) dan menunggu (tapi kok gak dikasih-kasih sama pak polisi, entah itu surat tilang bersama SIM ataupun STNK dan SIM).
“kalau tunggu tanggal 4 STNK nya ditahan, kalau ‘titip’ bayar disini STNK nya silahkan bawa saja” demikian kata pak polisi seolah menekankan saya pada salah satu pilihan.
Aku akhirnya ‘tergoda’ untuk melakukan kesalahan kedua(namun berbeda) yaitu membayar ‘denda’ saat itu juga kepada pak polisi, dengan beberapa pertimbangan. Yang pertama, tuh motor bukan punyaku (masak iya udah di pinjemin masih mau ngerepotin?), kemudian domisili saya yang di Kalianda dan melakukan pelanggaran di Bandar Lampung (jujur sebenarnya ini bukan masalah yang berarti). Akhirnya dengan diliputi rasa bersalah saya ‘membayar’ sejumlah uang kepada pak polisi, sedang pak polisi memberi kode untuk meletakkan saja uang tersebut dan seolah ‘tidak menginginkannya’, lalu memberikan SIM dan STNK saya dan membiarkan saya pergi.
“terimakasih pak” saya melontarkan basa basi (busuk), seraya berjalan menghampiri Honda Blade yang terparkir di tepi jalan dan ke dua penumpangnya yang berdiri di sampingnya.
Saya memang salah, tapi apa patut disalahkan ketika saya hendak menempuh jalan yang benar namun pihak yang seharusnya menunjukan ke jalan yang benar malah membelokkan?

Gambar: araskanews.wordpress.com

Aku ingin berarti

aku ingin berarti
Pada sepotong malam yang sunyi Aku bernyanyi dalam hati
Mendendangkan sebuah lagu Lagu kehidupan yang tak bertepi
Namun ia tidak abadi Karena hidup pasti akan mati
Namun aku ingin berarti Mengabdi pada Sang Pencipta
Berbagi dengan sesama Memberi arti pada dunia
Menanam makna pada manusia Menata indah pada alam fana
Sebelum akhirnya mati Menghadap Ilahi Rabbi

Re-Organize the Time Management

“Dedikasikan waktu khusus untuk membaca dan menulis masing2 1-2jam setiap harinya, ya hanya untuk membaca dan menulis tidak untuk yang lain.
Mulai sekarang pilih2 lah waktu khusus untuk membaca dan menulis tanpa terganggu oleh aktivitas yang lain.
Kemudian mulailah kumpulkan bahan bacaan yang berkualitas untuk menunjang aktivitas menulis.
Untuk memulai, mulailah dari skrg!”

Kalimat-kalimat itu aku tulis sebagai motivasi diri. Karena ngerasa gak pernah bisa fokus saat menulis. Makanya buat fokus dalam melakukan satu pekerjaan, perlu di sediakan waktu khusus.
waktu yang ku miliki, waktu yang sahabat semua miliki, waktu penulis-penulis best seller miliki, waktu yang orang-orang sukses miliki, dan bahkan waktu yang dimiliki oleh orang-orang gagal pun semuanya sama, 24jam dalam sehari dan semalam. Tapi mengapa ada orang yang yang santai dan punya banyak waktu luang, ada yang punya sedikit waktu, ada yang sibuk, ada yang super sibuk, ada juga yang super duper sibuk, bahkan ada yang ngerasa gak cukup dengan waktu yang 24jam itu? Why?. Do you know why? It’s about management bro.
Seperti diriku yang “gak punya” waktu untuk menulis, sebenarnya saya bukan tidak punya waktu, namun Jujur (harus jujur saya akui) seperti yang sudah saya tuliskan, it’s about managemen. Tidak adanya waktu itu sebenarnya adalah karena managemen waktu saya yang “berantakan”, saya tidak punya jadwal yang teratur dalam pengaturan dan penggunaan waktu.
Back to my self-motivation “Dedikasikan waktu khusus untuk membaca dan menulis masing2 1-2jam setiap harinya, ya hanya untuk membaca dan menulis tidak untuk yang lain.
Mulai sekarang pilih2 lah waktu khusus untuk membaca dan menulis tanpa terganggu oleh aktivitas yang lain.
Kemudian mulailah kumpulkan bahan bacaan yang berkualitas untuk menunjang aktivitas menulis.
Untuk memulai, mulailah dari skrg!” untuk itu saya sudah menetapkan waktu yang tepat, saya memilih waktu without sun alias malam hari. Kenapa malam, karena saya dapat menjamin dapat menulis dan/atau membaca tanpa terganggu oleh aktivitas yang lain. Jadi begini time management yang sudah saya buat dan harus (bisa) saya patuhi. Pertama, Usai sholat maghrib berjamaah (antara maghrib dan isya’) adalah waktu yang harus saya dedikasikan untuk membaca. Usai sholat isya’ adalah waktunya untuk “main” gaul bareng teman-teman, keluar mencari inspirasi, angin (ide) segar sebagai bahan pencerahan, boleh juga online (baca artikel) atau nulis (hanya pada moment yang tepat) di jam-jam ini pake Nokia 6120 classic ku. Namun sebelumnya sempatkan untuk update blog (baca: posting).
Kedua, waktu khusus yang (sudah) saya persiapkan adalah dua jam sebelum shubuh, ini artinya saya harus bangun lebih awal. Saya pikir ini adalah waktu yang pas untuk menulis seusai tubuh kita dan otak selaku top management istirahat secara total, ini artinya saya harus tidur lebih awal.
Nah itu time management yang saat ini sudah saya terapkan untuk kegiatan menulis saya, dan saya sedang berusaha untuk mematuhi peraturan yang saya buat sendiri itu. Bagai mana dengan sahabat semua? Mungkin punya system or time management yang lebih baik? Yuk sharing bareng di sini.

Hadiah dari Langit

Jibril AS datang kepada Rasulullah SAW di suatu malam, dan membawanya. Kemudian dada Nabi dibedah, dan dibersihkan hatinya (dengan air zam-zam). Kemudian hati Nabi SAW diisi dengan 3 perkara, yakni Hikmah, Iman, dan Ilmu.
Kemudian keduanya (Malaikat Jibril AS & Nabi Muhammad SAW) mengalami peristiwa isra’, yaitu melakukan satu perjalanan (diperjalankan *QS.17:1*) dari Masjidil Harom di Mekah ke Masjidil Aqso (Baitul Maqdis) di Palestina, dengan “mengendarai” buraq, yaitu “binatang” (dari surga) berwarna putih yang langkahnya sejauh pandangan mata. Setibanya di Baitul Maqdis, Rasulullah SAW Sholat dua raka’at. Kemudian Jibril AS membawakan dua gelas minumah untuk Rasulullah SAW. Yang satu gelas berisi khamr (minuman keras) sedang yang lainnya berisi susu. Rasulullah SAW memilih susu, dan berkata malaikat Jibril AS “Ya Muhammad, engkau dalam kesucian, sekiranya engkau memilih khamr, niscaya sesatlah umatmu”.
Dengan buraq itu (pula) Rasulullah di perjalankan (mi’raj) melintasi tujuh langit dan dilanjutkan ke sidratul muntaha. Sidratul muntaha secara harfiah berarti ‘tumbuhan sidrah yang tak terlampaui ’, suatu perlambang batas yang tak seorang manusia atau makhluk lainnya bisamengetahui lebih jauh lagi.
Hanya Allah yang tahu hal-hal yang lebih jauh dari batas itu. Sedikit sekali penjelasan dalam Al-Qur ’an dan hadits yang menerangkan apa, di mana, dan bagaimana sidratul muntaha itu.
Dalam perjalanan (mi’raj) itu, Rasulullah SAW “menjumpai” para Nabi terdahulu, Di
langit pertama Rasulullah SAW menjumpai Nabi Adam AS yang dikanannya berjejer
para ruh ahli surga dan di kirinya para ruh ahli neraka.
Perjalanan diteruskan ke langit ke dua sampai ke Tujuh. Di langit ke dua dijumpainya Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. Di langit ke tiga ada Nabi Yusuf AS. Nabi Idris AS dijumpai di langit ke empat.
Lalu Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Harun AS di langit ke lima, Nabi Musa AS di langit ke enam, dan Nabi Ibrahim AS di langit ke tujuh. Di langit ke tujuh dilihatnya baitul Ma ’mur, tempat 70.000 malaikat salat tiap harinya, setiap malaikat hanya sekali memasukinya dan tak akan pernah masuk lagi.
Kemudin setelah melui tujuh langit, dari Sidratul Muntaha didengarnya kalam-kalam (‘pena’), dari sidratul muntaha dilihatnya pula empat sungai, dua sungai non-fisik (bathin) di surga, dua sungai fisik (dhahir) di dunia: sungai Efrat dan
sungai Nil. Lalu Jibril membawa tiga gelas berisi khamr, susu, dan madu, dipilihnya susu. Jibril pun berkomentar, “Itulah (perlambang) fitrah (kesucian) engkau dan
ummat engkau”.
Puncak peristiwa itu adalah di terimanya perintah sholat yang pada akhirnya 5 waktu dalam sehari semalam. Inilah “Hadiah” yang di terima Rasulullah SAW untuk umat Islam seluruh Alam. Kedudukan Sholat ini sangat tinggi dan istimewa dalam islam, karna perintah sholat ini diterima oleh Rasulullah SAW langsung dari sang Khaliq, tanpa melalui perantara (Jibril AS). Dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa “sholat adalah tiang agama”. Sholat secara bahasa berarti do’a. Sedang menurut syariatnya sholat adalah satu ibadah yang diawali dengan takbiratul ikhram dan di akhiri dengan salam. Sholat adalah penentu, “Apabila baik sholatnya, maka baiklah seluruh amal perbuatannya, apabila rusak sholatnya maka buruk amalnya”. Selain sebagai tiang agama, sholat juga mengandung Hikmah yang sangat luas, salahsatunya adalah seperti di jelaskan dalam Al-Quran: “Dan dirikanlah sholat, Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar”(Q.S Al-Ankabut:45). Maka sudah menjadi kewajiban kita umat islam untuk menjaga (melaksanakan) hadiah terindah dari langit ini (baca: sholat).
Selain hikmah dari sisi kejiwaan yang begitu luas. Dari sisi jasmaniah, sholat juga memberi manfaat ya begitu besar. Jika kita kaji tentang sholat sesungguhnya sangatlah luas, namun pengetahuan saya hanya mampu memaparkannya sangat sedikit sekali. Kembali kepada manfaat sholat, dalam mengerjakan sholat terdapat syarat, Rukun dan sunat. Disini kita ambil contoh satu dari 17 rukun sholat, yaitu sholat mewajibkan pelakunya dalam keadaan bersih (suci) baik badan, pakaian, dan tempat. Sedangkan sholat lima waktu dalam sehari semalam, artinya kebersihan diri kita akan selalu terjaga yang berarti adalah kesehatan yang terjamin. Selain badan, pakaian, dan tempat. Pelaku sholat juga harus suci dari hadast (kecil/besar), untuk mensucikan diri dari hadast(kecil) adalah dengan berwudhu, bayangkan setiap sholat kita berwudhu, membasuh muka kita tangan kaki yang berari kita selalu bersih.
Selain hikmah yang terkandung dalam ibadah sholat, Saya sering mendengar banyak fakta positif secara lahiriah tentang sholat dar hal-hal yang berhubungan dengan sholat. Namun saya perlu mencari lagi supaya bisa berbagi dengan sahabat semu. Atu mungkin para sahabat lebih tau banyak tentang sholat? Yuk berbagi…
Yuk sholat.
Sumber Gambar: lifeisnotavacation.blogspot.com

Ketika langit dan bumi berseteru

“Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada satu malam, dari Masjidil Harom (Makkah) ke Masjidil Aqso (Jerusalem) yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
(Q.S:Al-Israa’:1)

 

Adalah Muhammad Rasulullah yang telah di perjalankan oleh Allah SWT pada malam 27 rajab, yang perjalanan itu sama-sama kita ketahui bernama isra’ mi’roj. Mengapa harus ada peristiwa ini (Isro’ wal Mi’roj)?, Ini adalah merupakan tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang beriman. Didalam kitab A ’rojiyyah disebutkan sebab Rosulullah SAW di mi ’rojkan oleh Allah SWT adalah bahwa bumi menyombongkan dirinya kepada langit dengan mengatakan “aku lebih baik
daripada kamu karena Allah SWT menghiasi aku dengan kota-kota, lautan, sungai-
sungai, pohon-pohon,gunung-gunung dan lainnya”.
“aku lebih baik daripada kamu bumi karena ada padaku matahari, bulan, bintang,
tata surya, arasy, kursi, syurga”. Jawab langit.
Bumi berkata “padaku ada Baitullah yang selalu diziarahi dan tempat
bertawafnya para Anbiya’ dan Mursalin dan Auliya’ dan seluruh kaum mukminin”.
Maka langitpun berkata kepada bumi “padaku ada Baitul Ma’mur tempat seluruh malaikat tawaf, dan di syurga adalah tempat arwah para Anbiya’ dan Mursalin, dan arwah Auliya’ dan Sholihin”.
“padaku ada penghulu segala Mursalin dan penutup segala Anbiya ’, kekasih Tuhan
sekalian ‘Alam, seutama-utama makhluq dan atasnya sesempurna-sempurna kehormatan tinggal dipunggungku dan mensyi’arkan syari’atnya atasku” kata bumi.
Langitpun menjadi lemah dan tidak bisa menjawab lagi, manakala mendengar perkataan bumi.
Lalu langit berdo ’a kepada Allah SWT “Ilahi Engkaulah yang mengabulkan do’a hambamu yang lemah sesungguhnya aku lemah daripada menjawab perkataan bumi, maka aku
memohon kepadamu agar Engkau mengangkat Muhammad ke atasku agar aku bisa muliakannya
sebagaimana bumi telah memuliakannya dengan keindahannya”.
Maka Allah SWT mengabulkan do’a langit itu dan memerintahkan Malaikat Jibril AS pada malam ke 27 rajab dan menyuruh Izro’il AS agar tidak mencabut nyawa pada malam ini.
Maka Jibril bertanya kepada Allah SWT “apakah ini hari Kiamat?”
Allah menjawab “bukan Jibril, sekarang pergilah ke syurga dan ambillah Buroq dan pergilah kepada kekasihku Muhammad”.
Lalu Jibril pergi ke syurga dan melihat didalam syurga itu terdapat 40.000 buroq sedang makan di kebun syurga dan dikening mereka terdapat nama Muhammad dan diantara 40.000 buroq itu terdapat satu buroq yang tertunduk kepalanya dan
menangis serta air matanya keluar bercucuran. Lalu Jibril bertanya kepada Buroq
tersebut “ada apakah gerangan yang membuatmu menangis hai buroq?”
“Wahai Jibril sesungguhnya aku mendengar nama Muhammad semenjak 40.000 tahun, maka selama itu aku telah mencintai orang yang memiliki nama tersebut dan
aku sangat merindukannya sampai aku tidak makan dan tidak minum karena aku
telah terbakar dengan api kerinduanku kepadanya”, jawab san buroq.
Maka Jibril berkata “aku akan mempertemukanmu dengan yang kamu rindukan”.
kemudian menjadi gembiralah buroq tersebut dan langsung pergi bersama
Jibril untuk bertemu kepada Nabi Muhammad SAW sampai akhir kisah.
=============================
Sumber Gambar: terlalumanis4.blogspot.com

Biola


Terdengar nada syahdu nan merasuk kedalam kalbu. Tak begitu bising, bertempo
lambat hingga berlari menghentak. Namun tetap saja getaran dawainya mengalir
lembut melalui celah celah telinga. Membuat aku terpesona oleh nada-nada
yang keluar daripadanya, suara-suara yang dihasilkan melalui gesekan-gesekan penuh
penjiwaan oleh sang player yang di kolaborasi dengan kepiawaian jari jemari
yang menari diatas fingerboar.
Aku sangat suka mendengar suaranya saat seseorang memainkannya, begitu indah,
syahdu, menyentuh kalbu. Ingin aku memainkannya, tapi… Ah, menyentuhpun
aku belum. Tapi aku bersyukur, mungkin dengan ketidak mampuanku untuk
memainkannya itu yang sampai saat ini membuatku slalu menikmati alunannya dan
menjiwai setiap nada-nada yang dihasilkannya. Sekalipun aku tidak dapat berekrspesi bersamanya.

Sumber Gambar: http://agessukanuliz.blogspot.com

Netbook satu jutaan itu bernama ELEVO

Yap ini adalah benar adanya, bahwa dengan satu juta rupiah konsumen Indonesia bisa memiliki Netbook anyar. Adalah produsen lokal Indonesia bernama PT Elevo Technologies Indonesia (ETI) yang mempelopori Netbook (murah) yang ‘pas’ buat kantong orang Indonesia (seperti saya, hehehe….). Rencananya ETI bakalan merilis 2(dua) versi Netbook yang bertajuk Elevo R7 dengan harga Rp. 998.000,- dan Elevo R10 yang di bandrol Rp. 1.398.000,- pada Agustus 2010 mendatang.
Berikut adalah spesifikasi Netbook satu jutaan Made in Indonesia.
Elevo R7 menggunakan
layar 7 inci (800 x 480),
Prosesor ARM9 533Mhz, Wifi
802.11b/g, OS Original
Windows CE 6.0 atau
Android, Memory 128 MB,
2GB Nand Flash, 2-in-1 SD
Card, 2 USB Port, Keyboard,
Touch Pad, USB to VGA
(Optional), USB to Ethernet
(Optional).
Sedangkan R10
menggunakan layar 10 inci
(1024 x 600), Prosesor ARM9
533Mhz, Wifi 802.11b/g, OS
Original Windows CE 6.0
atau Android, Memory 128
MB, 2GB Nand Flash, 2-in-1
SD Card, 2 USB Port, Chiclet
Keyboard, Touch Pad, Built-
in Camera 1,3 Mpx, Built in
Stereo Speaker, Earphone
Jack in/out, Ethernet LAN RJ
45, USB to VGA (Optional).
Spesifikasinya emang gak fantastik banget, yah menyesuaikan dengan harganya lah. Kalo buat sekedar browsing mah lumayan dengan layar 7″ dan 10″ dibandingin browsing pake ponsel… :-) :-D :-p
Tapi kayaknya dengan harga segitu di lempar ke masyarakat Indonesia bakalan buanyak buanget peminatnya (saya juga minat lho) sejak hari pertama penjualan. Pihak ETI juga sudah mengantisipasi hal itu, makanya di adakan Program Pre-Order mulai sekarang (sebenernya sih udah dari kemaren-kemaren). Pengen beli? Pesen aja sekarang, ato mau nunggu louncingnya dulu biar bisa liat performanya kayak gmana? It’s up to you. Yang penting kita dukung teknologi Indonesia. Mudah-mudahan langkah ETI menghadirkan Netbook murah ini dapat di ikuti oleh produsen produsen lain, dan tetu saja dengan harga yang lebih murah dan spesifikasi yang lebih oke (*ngarep mode | ON), Supaya lebih banyak lagi dari masyarakat Indonesia dapat menikmati teknologi dan tidak hidup dalam ke-gaptek-an alias gagap teknologi.

Bingung mau nulis apa?

Kalimat yang aneh untuk judul posting, ia tho? Katanya Kalo mau mulai nulis ya nulis ga usah nanti nanti. Dan, pasti kita bingung, mulai darimana? Waktu yang tepat untuk memulai ya sekarang! Ya, sekarang! Jangan tunda lagi. Saat mau mulai menulis, pasti kita bingung mau nulis apa? (kayak judul posting ini). Apapun, ya apapun yang ada di pikiran kamu tuliskanlah saja ia, dan kemudian biarkan imaginasimu berkolaborasi dengan pena yang ada dalam genggamanmu ataupun tuts tuts keyboard yang ada di ujung jemarimu. Niscaya dia akan mengalir lembut seperti air, setiap ide akan muncul secara tiba2 dan misterius. Teruslah menulis dan menulis, yakinlah dari sepatah kata yang kamu tuliskan pasti akan menjadi sebuah kalimat, kalimat demi kalimat yang tercipta terangkai menjadi sebuah paragraph. Beberapa paragraph saling menyambung dalam sebuah bab, demikianlah seterusnya hingga sebuah buku di terbitkan. Semuanya melalui proses. Yah, proses. Seperti postingan ini, ini adalah sebuah proses dalam menulis. Ketika saya tidak menemukan “sesuatu” untuk ditulis, maka akhirnya saya menuliskan satu kalimat yang ada dalam kepalaku “Bingung mau nulis apa?” menjadi sebuah judul posting. Seperti yang saya katakan tadi, biarkan dia mengalir seperti air, maka segera saja proses menulis itu terjadi.
Sekedar mengingatkan diri sendiri yang suka bingun kalo mulai mau nulis, bahwa “satu kata yang dituliskan akan melahirkan kalimat-kalimat yang saling berkaitan. Namun ide berlimpah dalam kepala tanpa dituangkan dalam tulisan bisa saja menjadi sampah”. So, keep writing.